High Performance Me

5 Cahaya di Balik Asrama: Catatan Singkat Peninggalan Jejak-Jejak Inspirasi

“2 tahun di asrama biru, jutaan cahaya tlah kurengkuh. 5 Diantaranya kubagi untukmu. Apakah sajakah kelima cahaya itu?”
Sungguh tidak terasa waktu berjalan bergulir begitu cepat. Baru kemarin rasanya saya mendapatkan sebuah surat pemberitahuan bahwa saya diterima beasiswa pembinaan dari Nurul Fikri setelah melalui serangkaian tes yang cukup selektif, yaitu PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis). Sebuah beasiswa yang bukan hanya beasiswa, tetapi juga berisi berbagai macam pembinaan di dalamnya yang sangat luar biasa dalam membentuk jiwa kepemimpinan dan prestasi-prestasi yang sangat membekas di hati ini. Sekarang, di tahun 2012, 2 tahun setelahnya saya sudah harus keluar dari asrama biru. Asrama dengan sejuta kenangan. Asrama dengan sejuta cahaya. Asrama yang amat sangat saya cintai dan banggakan. Maka, di sini saya akan sedikit memaparkan tentang 5 cahaya (ilmu) di balik asrama yang saya dapatkan. Sekaligus saya persembahkan untuk saudara-saudara saya di angkatan V dan juga satu dasawarsa PPSDMS. Inilah cahaya-cahaya di balik asrama tersebut.

Betapa bahagia saat mendapat pengumuman bahwa saya diterima di PPSDMS pada Juli 2010 lalu. Namun ternyata kegembiraan yang dirasakan hanyalah sementara, ketika mengetahui ternyata amanah dan jalan pembinaan ini bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh. Diawali dengan Pekan Kepemimpinan Nasional (PKN) sekaligus memperingati sewindu PPSDMS Nurul Fikri, selanjutnya harus menempuh masa internalisasi. Di mana seharusnya bisa ‘liburan panjang’, tetapi dari asrama hanya memberikan waktu sekitar 2 pekan saja. Semua liburan itu pun digantikan dengan jadwal pembinaan asrama yang sangat padat luar biasa.

Bayangkan di awal pembinaan, saat bulan puasa Ramadhan kami harus terus menerus kumpul di malam hari setelah beraktivitas di kampus. Ingat sekali pada waktu itu agendanya adalah deep sharing. Sebuah kegiatan pengenalan secara mendalam setiap peserta. Benar-benar sangat inspiratif dan membuat merinding. Mereka berprestasi untuk menegakkan panji-panji Islam. Mereka berprestasi dengan niat yang memang untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi. Baru sampai titik awal ini saja saya sudah merasa minder setengah mati. Itulah saudara-saudara saya di asrama ini. Mereka benar-benar bagaikan cahaya. Sementara, apa prestasi yang telah saya torehkan selama ini selagi masih menjadi mahasiswa? Nyaris tidak ada. Semua biasa-biasa saja.

Sementara agenda di tiga bulan pertama benar-benar semakin padat karena ditambah jadwal pembinaan dari asrama. Saya benar-benar tidak terbiasa. Tuntutan akademik yang mulai banyak praktikum ditambah dengan aktivitas organisasi anak teknik yang ‘khas pulang malam’ menjadi sebuah trade-off berat untuk mengikuti agenda-agenda asrama. Saat itu saya benar-benar merasa sedang diuji.

Bayangkan, dini hari sudah dibangunkan untuk shalat tahajud, dilanjutkan dengan agenda-agenda subuh. Setelah itu ada agenda pagi hari seperti Kajian Fikih Kontemporer, Kajian Akhlak, Kajian Islam Pekanan, Olahraga Bersama, Uji Stamina, Tahsin dan Tahfidz, juga agenda khusus yang dialokasikan di pagi hari seperti Kajiak Islam Kontemporer, Training Pengembangan Diri, dan Training Jurnalistik. Langsung setelah itu kuliah, dilanjutkan dengan rapat-rapat aktivis kemahasiswaan (waktu saya di ikatan jurusan dan BEM Teknik), bedanya sekarang saya tidak bisa terus ‘pulang malam’ seperti awalnya dulu.

Saya pun akhirnya konsultasi ke Mas Dwiki. Mas Dwiki waktu itu adalah teman sekamar saya. Beliau, di mata saya adalah seorang pemimin karismatik yang kritis dan cerdas. Walaupun kalau sedang bercanda konyolnya setengah mati, tetapi saat serius nasihat-nasihat beliau bener-bener ngena. Saya menceritakan keinginan saya untuk mundur dari asrama PPSDMS ini. Justru Mas Dwiki kaget karena menurutnya selama ini saya adalah orang yang well organized dan kesannya baik-baik saja. Walaupun kesannya menyarankan untuk tetap bertahan, tetapi ada pelajaran penting yang bisa saya dapatkan. Inilah cahaya di balik asrama yang pertama: Hidup memang penuh pilihan, dan pastikan bahwa apapun yang kita pilih menjamin bahwa kita lebih sukses dan tidak menyesal daripada pilihan kita saat ini.

Selama satu semester ternyata waktu saya habis untuk ‘menggalau’ karena tidak menghasilkan prestasi apapun. Sementara teman-teman lainnya masing-masing sudah ‘menelurkan’ prestasinya. Paling hanya tulisan yang dimuat di Citizen Journalism. Sementara saya selalu ingat akan nilai jati diri PPSDMS yang 4 itu: Aktivis Islam, Aktivis Pergerakan, Mahasiswa Berprestasi, dan Kekeluargaan. Ya Allah, saya harus memulai darimana agar bisa seperti itu?

Sampai akhirnya saya memutuskan mengakhiri kegalauan ini di semester 2. Saya pun bertanya-tanya kepada ‘biang-biang prestasi’ seperti Rinus dan Bang Wahyu. Saya akhirnya mencoba, mencoba, dan mencoba untuk mengikuti lomba, mengirim paper ke conference, ikut kompetisi ilmiah. Saya hitung ada hingga sekitar 14-16 kali saya mengikuti lomba-lomba seperti itu yang ternyata prestasi tertingginya hanya sampai “peserta”, alias tidak lolos ke babak selanjutnya. Menulis di media massa pun tidak pernah diterima di edisi cetak. Terhitung ternyata di semester 2 saya benar-benar masih miskin prestasi dan tidak meninggalkan bekas jejak prestasi apapun. Malu sekali rasanya jika harus menuliskan prestasi di lembar prestasi bulanan PPSDMS. Saya tertekan.

Tetapi memang di sinilah mengapa saya berani bilang memang terdapat cahaya terang benderang di asrama ini. Menurut saya Training Pengembangan Diri (TPD) merupakan program yang sangat mempengaruhi diri saya dan akhirnya membentuk standar hidup saya yang sekarang. Selama di semester 2, saya terpengaruh oleh Bang Bachtiar dengan gaya kepemimpinan profetiknya. Saya selalu suka dengan sesi TPD Bang Bachtiar. Sesi ini selalu menantang peserta dengan ‘apa jejak terbesar’ yang sudah ditinggalkan? Sambil menjelaskan dengan semangat kepemimpinan kenabian yang terus eksis dan relevan hingga sekarang karena ada pengaruh, perjuangan, dan karya-karya nyata selama hidup mereka walaupun dalam keadaan penuh keterbatasan. Inilah menurut saya cahaya di balik asrama yang kedua: Jika kita ingin hidup lebih panjang dari usia kita, maka ciptakanlah pengaruh, prestasi, dan karya nyata. Apa prestasi terbesar yang sudah kita torehkan hingga saat ini?

Terima kasih banyak Bang Bachtiar, apa yang beliau sampaikan begitu membekas dan tertanam dengan kuat bahwa dalam hidup ini kita harus meninggalkan sesuatu. Hidup adalah perjuangan! Ketika semester 2 lewat, maka dimulailah semester 3. Latgab di semester ini adalah bagaimana kita menyusun mimpi-mimpi dan impian kita dengan lebih baik dan terstruktur. Ya, untunglah waktu itu PPSDMS bekerjasama dengan MHMMD mengadakan training Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan. Saya menjadi tahu bahwa ternyata masih banyak sekali kekurangan yang saya buat ketika menyusun mimpi. Tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mindset dan mental. Alhamdulillah, dengan bekal peta hidup yang dibuat pada pelatihan ini, maka saya merasa yakin bahwa prestasi-prestasi bisa semakin dekat. Inilah Cahaya di Balik Asrama yang Ketiga: Rencanakan hidup kita sebelum direncanakan oleh orang lain. Mereka yang gagal merencanakan sama juga dengan orang yang merencanakan kegagalan.

Berbicara mengenai cahaya di balik asrama, tidak lengkap tanpa ilmu yang diturunkan oleh ideolog PPSDMS, Pak Musholli. Dalam setiap pertemuan di Kajian Islam Kontemporer (KIK), beliau adalah seorang sosok yang sangat islami namun juga bisa berlaku moderat sekaligus. Mampu menyatukan berbagai pendapat serta mengambil jalan tengah dari segala sesuatu dalam berbagai konteks dengan tetap memperhatikan ketaatan terhadap Al-Quran dan Hadits. Maka inilah Cahaya di Balik Asrama yang Keempat: Rangkul semua umat Islam dan bersinergilah dalam prestasi dengan tetap meluruskan semua niat aktivitas untuk menggapai ridha Allah.

Terakhir, adalah cahaya yang saya dapatkan dari teman-teman angkatan V dan inilah bentuk nyata dari sebuah sinergi. Saudara-saudara saya yang luar biasa, di mana mereka selalu membantu saya untuk terus maju dan berkembang. Ketika saya terpuruk dan tidak menghasilkan apa-apa, mereka selalu ada mendukung. Terima kasih buat semua saudaraku di angkatan V yang sudah memberikan inspirasi untuk selalu berprestasi, yang menjadikan kalian adalah cahaya di balik asrama yang kelima: Mulailah prestasi dari apa yang kita suka atau kuasai. Jadilah diri kita sendiri, pilihlah jalan prestasi dan kontribusi yang sesuai. Bersama kita akan bergabung menjadi satu untuk membangun Indonesia yang Lebih Baik dan Bermartabat dengan keunikan jalan kita masing-masing. Yang Penting 3A: AKSI-AKSI-AKSI!

Berbekal 5 cahaya yang selalu saya simpan dan saya genggam, saya akhirnya mengembangkan kompetensi berdasarkan hal yang saya sukai, yaitu training, entrepreneurship, dan creative writing. Bayangkan saya baru memulainya di awal semester 3 masa pembinaan! Inilah dia beberapa jejak capaian yang telah ditorehkan untuk membentuk 4 Jati Diri PPSDMS:

Delegasi World Leadership Conference 2011, Singapore

Saya tidak pernah berani bermimpi untuk naik pesawat terbang untuk keluar negeri. Sama sekali tidak. Tetapi bermula dari dialog inspiratif dengan Pak Dzulkiflimansyah di PPSDMS, mengatakan “mahasiswa itu MINIMAL 1 kali ke luar negeri.” Mimpi pun saya buat. Saya mulai membuat paspor (walaupun belum tahu akan ke mana), hingga akhirnya saya mendapatkan beasiswa untuk menjadi delegasi knowledge track di Singapura. Sebuah lompatan besar, pada Juli 2011, saya berangkat. Inilah titik balik kebangkitan jejak capaian saya di asrama. Saya ke luar negeri!

Menerbitkan 3 Buku Pengembangan Diri Remaja

Menerbitkan buku sendiri sudah merupakan mimpi saya sejak kecil tetapi selalu saja ada alasan yang menghambat mimpi saya itu. Ternyata, memang saya sangat suka sekali dengan menulis. PPSDMS pun memfasilitasi dengan mengadakan training jurnalistik. Alhamdulillah di semester 3 dan 4, saya bisa menerbitkan buku sendiri (self-publishing) untuk 2 judul buku dan 1 judul diterbitkan Lembaga Dakwah Fakultas Teknik UI. Saat ini masing-masing sedang naik cetak yang kedua. Saat ini sedang menulis buku keempat dan kelima. Alhamdulillah Mimpi yang menjadi nyata!

Memenangkan Kompetisi-Kompetisi Lokal dan Nasional

Alhamdulillah jawaban itu datang saat saya akhirnya menjadi Runner Up mahasiswa berprestasi utama fakultas Teknik UI, beberapa lomba blogging, Runner Up dalam National Engineering Competition, EFICn 2012 dan mendapatkan pembiayaan DIKTI atas gagasan INDOSMEs Network (PKM-KC), mendapatkan beasiswa fasttrack dari DIKTI, dan banyak lagi yang lainnya. Cahaya-cahaya di balik asrama PPSDMS, atas izin Allah tentunya menjawab doa saya dalam menorehkan prestasi-prestasi tersebut. 

Motivator dan Pembicara Muda Nasional

Saya menargetkan menjadi trainer profesional muda nasional di tahun 2014. Tidak terbayang saya sudah ke berbagai daerah di tahun ini. Alhamdulillah itu semua sudah tercapai dengan pengalaman lebih dari 3.400 jam terbang membawa pelatihan, memiliki lebih dari 3.500 alumni, tidak hanya di Jabodetabek tetapi juga di Semarang, Jogjakarta, Solo, Lampung , Riau, dan Makassar. Sungguh tidak terduga, perkembangan itu begitu pesatnya dengan bantuan sahabat dan cahaya-cahaya di balik asrama ini. 😀

Masih banyak catatan jejak capaian lain yang dibentuk dari perjalanan selama 2 tahun di PPSDMS. Beberapa di antaranya saat ini saya menjadi pemilik blog inspirasional http://arryrahmawan.net yang mempelopori penulisan blog ‘1 hari 1 artikel’ dan mendapat respon luar biasa sehingga dikunjungi hingga nyaris 1000 orang dalam sehari. Saya juga saat ini memiliki 3 perusahaan jasa, yaitu lembaga training CerdasMulia, penerbitan buku CerdasMedia, dan juga perusahaan jasa pembuatan website yaitu CerdasKreasi. Total pegawainya ada sekitar 10 orang sekaligus sebagai ‘binaan’ saya. Hidup saya sekarang ini alhamdulillah mengalami banyak sekali perubahan-perubahan nyata. Keinginan untuk membuat perubahan nyata untuk Indonesia melalui jalan entrepreneurship membuat saya menggagas berdirinya Komunitas TDA Kampus dan merevolusi kepemimpinan di CEDS UI yang saya ceritakan di kepemimpinan aktual.

Hingga akhirnya saat ini saya sudah harus keluar dari asrama pembinaan ini. Pernah suatu saat saya berpikir, bagaimana jika saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari asrama PPSDMS ini? Apakah cahaya-cahaya ini bisa saya dapatkan? Apakah prestasi-prestasi hidup dan jejak capaian saya sudah seperti saat ini? Yang pasti, saya bersyukur bahwa keputusan saya untuk tetap berada di PPSDMS merupakan keputusan tepat dan bermakna sekali bagi hidup saya. Cahaya-cahaya yang saya uraikan merupakan nilai-nilai yang berdampak di balik peran PPSDMS terhadap hidup saya. Semoga hal ini bermanfaat bagi pembaca dan juga menginspirasi dalam berprestasi untuk Indonesia lebih baik dan bermartabat.

Itulah sedikit kisah yang bisa saya bagi. Mengambil 5 dari ratusan, ribuan bahkan jutaan cahaya yang bisa saya ambil. Terima kasih, PPSDMS. Terima kasih untuk Pak Musholli, Bang Adji, Bang Bachtiar, seluruh dewan penyantun dan pembina. Teman-teman di angkatan V, tanpa dukungan dan support dari kalian, belum tentu saya bisa seperti sekarang. Walaupun masih harus banyak belajar lagi.

Ingin mengetahui tentang serunya anak-anak Regional 1 Jakarta Putra Angkatan V? Saya merekomendasikan sahabat untuk membaca tulisan sahabat saya di www.wahyuawaludin.com, PPSDMS Regional 1 Jakarta Putra

Regional 1 Jakarta Putra, Kami menyebut diri kami... Ksatria UI

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!