Uncategorized

5 Prinsip Membuat Target Hidup yang Efektif

3 tahun terakhir saya mencoba mempelajari bagaimana seseorang yang diberikan waktu relatif sama dengan orang lainnya mampu menghasilkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang rata – rata pada umumnya. Orang – orang seperti ini bukan hanya bekerja lebih keras, namun juga membuat penggunaan waktu mereka menjadi lebih efisien. Mereka tidak hanya sekedar sibuk, namun juga produktif. Orang – orang seperti ini bahkan juga sering kita temukan masih bisa menyelesaikan banyak hal dibanding hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan mereka.

Sebuah prinsip paling penting yang banyak dilakukan orang efektif, namun sulit untuk dilakukan orang biasa sebenarnya sederhana: memiliki dan menuliskan target hidup. Target hidup ini dijabarkan dari IMPIAN BESAR seperti apa yang sebenarnya ingin mereka capai. Orang – orang efektif selalu memulai perjalanan mereka dari akhir (begin with the end). Mereka tahu hasil akhir seperti apa yang akan mereka capai.

IMPIAN BESAR adalah suatu hal yang ingin kita capai dalam jangka waktu lebih panjang, misal dalam 5 – 10 tahun. IMPIAN BESAR saya misalkan adalah, “Menjadi trainer profesional yang menginspirasi 10,000,000 orang Indonesia untuk menggunakan potensi terbaik dalam diri mereka sebelum berusia 30 tahun.” Apakah Anda sudah memiliki IMPIAN BESAR? Apabila sudah, baru kita menuju ke target hidup.

Target hidup adalah tujuan – tujuan kecil dan sifatnya lebih pendek daripada impian besar. Banyak orang sekedar tahu bahwa target hidup yang baik adalah target hidup yang dituliskan. Namun, bagaimana cara menuliskannya? Berikut adalah prinsip – prinsip penting dalam membangun target yang efektif.

1. Target yang Baik bersifat Spesifik

Target yang spesifik dapat menjelaskan apa sebenarnya yang ingin kita capai. Saat kita memiliki target dalam hidup kita, “Saya ingin melanjutkan studi S2”, target seperti ini sebenarnya belumlah spesifik. Kita dapat menambahkannya dengan, “Saya ingin melanjutkan studi S2 bidang Manajemen Industri di UI.” Target seperti ini bersifat lebih spesifik sehingga dalam mengejarnya pun kita dapat menjadi lebih bersemangat.

2. Target yang Baik itu Terukur

Target yang terukur mencoba untuk membuat suatu target yang kualitatif menjadi kuantitatif. Apabila kita memiliki target seperti, “Saya akan rajin membaca buku pengembangan diri”. Target ini sudah spesifik karena menjelaskan buku spesifik apa yang akan dibaca. Namun, target ini tidak terukur karena masih berbentuk kata sifat (rajin). Untuk membuat lebih terukur, target dapat diubah menjadi “Saya akan membaca 3 buku pengembangan diri setiap pekan.” Target yang terukur membuat kita mudah untuk mengetahui perkembangan progress capaian kita.

3. Target yang Baik itu Menginspirasi

Target yang menginspirasi maksudnya adalah membuat sebuah target yang menjadikan kita semangat dan antusias karena yakin dapat mencapainya secara realistis. Bayangkan misalkan dalam 6 ujian terakhir mata kuliah kalkulus Anda mendapatkan nilai di bawah standar, 40. Karena Anda sedang bersemangat, di ujian berikutnya Anda memiliki target untuk mendapatkan nilai 100. Lompatan yang jauh seperti ini seringkali menimbulkan risiko tinggi dalam mencapainya. Apabila target tidak tercapai akan mengakibatkan kita akan menyimpulkan bahwa membuat target hidup adalah sesuatu yang sia – sia. Maka buatlah target yang membuat Anda yakin bisa mencapainya, walaupun peningkatnya sedikit demi sedikit. Bila sebelumnya Anda mendapat 40, maka targetkan selanjutnya untuk mendapat 55. Jika sudah mendapat 55, targetkan ujian selanjutnya mendapat 70. Jika sudah mendapatkan 70, teruskan target hingga menjadi 100.

4. Target yang Baik itu Memiliki Batas Waktu

Sebagai penulis, hidup saya dipenuhi target bahwa dalam 1 bulan setidaknya saya menghasilkan 1 draft buku. Jika saya hanya menulis ingin mencapai 1 draft buku dalam bulan Agustus 2014, maka kapanpun tanggalnya tidak masalah. Namun seringkali, saya akan menyelesaikan naskah buku saya pada bulan Agustus akhir saat sudah mendekati deadline. Tidak jarang saya merasa tertekan hebat karena naskah yang ada sudah diminta editor. Oleh karena itu, saya memberikan batas waktu pada target saya menjadi, “menyelesaikan 1 naskah buku pada tanggal 24 Agustus.” Dengan memiliki batas waktu yang lebih jelas, saya dapat mencicil naskah buku saya dengan lebih baik dan bisa selesai dengan lebih tepat waktu.

5. Target yang Baik Memiliki Aspek yang Seimbang

Saran terakhir dalam membuat target adalah menyeimbangkan berbagai aspek dalam kehidupan. Sekurang – kurangnya mencakup hal – hal berikut ini:

  • Career
  • Health
  • Relationships / Familiy
  • Personal growth
  • Fun / Leisure
  • Finances
  • Spiritual

Sekarang saatnya Anda mempraktikkan sendiri betapa dahsyatnya memiliki target hidup untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

Silakan mention hasil yang Anda dapatkan ke @ArryRahmawan dengan hashtag: #ProductiveME!

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda ingin menambahkan prinsip – prinsip di atas? Silakan sampaikan pendapat Anda melalui kotak komentar di bawah.

 

—————-

Jika menurut Anda tulisan ini bermanfaat, maka SAYA JAMIN Anda akan mendapatkan manfaat lebih lewat Twitter dan BBM saya . Silakan Follow @ArryRahmawan atau Invite PIN BB saya di 25A97FAF.

—————-

* Puluhan ribu orang telah saya latih untuk mendapatkan hidup dan pertumbuhan bisnis yang lebih baik. Kontak  CerdasMulia Training and Coaching (085717529985) sekarang juga untuk mengundang saya memberikan pelatihan di tempat Anda.

** Anda bisa mendapatkan buku Best Seller saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOK dengan harga Jauh lebih Murah dan Jauh lebih Mudah. Caranya beli langsung di Google Play, atau di Toko Buku Online. Anda juga bisa mendapatkannya langsung di Toko Buku Gramedia terdekat di kota Anda.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

1 Comment

Leave a Comment