Uncategorized

6 Trik Mendapatkan Modal Bisnis untuk Studentpreneur

Written by Arry Rahmawan

Setelah lama vakum menulis tips dan trik untuk studentpreneur, akhirnya saya menuliskannya kembali setelah mendapat banyak pertanyaan melalui email terutama terkait dengan permodalan. Yup, tidak bisa dipungkiri bahwa modal berupa dana atau fresh money merupakan salah satu modal paling penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis (walaupun bukan modal satu-satunya). Sebagai studentpreneur, kadang kita punya banyak kendala untuk mengakses permodalan uang karena usia kita yang masih muda. Jangankan meminjam uang di bank, meminjam di koperasi atau lembaga keuangan saja mungkin tidak bisa.

Tapi, let’s talk some creative ideas. Ada kendala bukan berarti menyerah. Kesulitan mengumpulkan modal untuk bisnis bukan berarti keinginan untuk membuat kerajaan bisnis raksasa mengendur. Asyiknya kita sebagai studentpreneur, ternyata banyak sekali peluang untuk mendapatkan modal bisnis secara cuma-cuma! Bayangkan, asyik bukan? Bagaimana caranya? Yuk silakan kepoin aja 6 trik mendapatkan modal bisnis untuk studentpreneur ini.

Presentasi ke Orang Tua

Saya bersyukur sekali melihat sudah semakin banyaknya orang tua yang memaklumi keinginan anaknya menjadi pengusaha. Dulu, umumnya orang tua hanya berpikir bagaimana menyekolahkan anaknya setinggi mungkin untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus, bukan berpikir bagaimana ‘menciptakannya’. Kesadaran itu mulai muncul ketika saat ini banyak anak-anak muda yang membuktikan bahwa jika kita terbiasa berpikir menciptakan pekerjaan dengan memanfaatkan peluang, maka sungguh kita akan jauh dari yang namanya menganggur.

Sebagai langkah pertama bagaimana mendapatkan modal gratis adalah dengan presentasi ke orang tua tentang bisnis Anda. Bisnis Anda harus bisa dijelaskan dengan singkat, padat, profesional, dan memiliki prospektif yang cerah. Orang tua umumnya akan sangat mendukung jika kita mampu menciptakan konsep yang menarik dan menjanjikan terhadap bisnis kita. Umumnya orang tua tidak setuju memberikan modal karena tidak tahu usaha apa yang kita geluti dan secerah apa prospeknya.

Saya berhasil mempresentasikan tentang model bisnis saya menggunakan business model canvas ke orang tua saya dan saat itu juga saya mendapatkan modal yang lumayan dalam juta rupiah. Padahal sebelumnya orang tua saya sangat tidak setuju dan cenderung keberatan jika saya menjadi seorang pengusaha.

Malu meminta kepada orang tua? Kenapa harus malu jika memang modal itu akan kita gunakan untuk kemandirian kita di masa yang akan datang? Jika gengsi, naikkan statusnya menjadi pinjaman lunak. Teman saya, Hamzah Izzulhaq sewaktu membutuhkan dana ratusan juta rupiah bahkan disupport oleh orang tuanya dalam permodalan hingga hampir separuhnya. Bayangkan jika ratusan juta rupiah itu dimulai dengan pinjaman dari bank, padahal belum tentu sobat studentpreneur belum pengalaman dalam pinjam meminjam modal. Apa yang terjadi? Ya, bisnis belum tentu jalan tapi malah depresi dikejar hutang.

Presentasi ke Dosen

Jika orang tua sebagai pihak yang paling dekat tidak mempan, kita bisa coba ke orang tua kita yang lainnya: dosen. Tahu ga sob, ternyata banyak loh dosen yang biasanya punya proyek-proyek besar dan kadang bingung jika punya uang banyak, ke mana uangnya akan dialokasikan? Nah, ini kesempatan bagi kamu untuk presentasi ke dosen untuk mendukung pengembangan usaha kamu.

Saya kagum dengan seorang dosen, Mr. @wisnudewobroto yang mengajar di Trisakti dan President University. Beliau sangat concern terhadap pengembangan bisnis mahasiswanya, bahkan sampai membuat inkubator bisnis! Tuh, sob! Dosen jaman sekarang kece-kece loh, termasuk juga dosen-dosen saya di jurusan.

Cara ini pernah berhasil dilakukan oleh teman saya Mas Andi Nata yang memiliki usaha aqiqah dan menjuarai WMM tahun 2011. Saat butuh modal yang besar, beliau keliling dari satu dosen ke dosen lain bahkan antar fakultas untuk presentasi tentang bisnisnya. Akhirnya banyak dosen tertarik dan akhirnya berinvestasi di dalamnya.

Meraup Modal dari Lomba yang Berlimpah

Salah satu keuntungan menjadi mahasiswa adalah: berlimpahnya peluang-peluang untuk memenangkan lomba-lomba dengan hadiah yang sangat menggiurkan. Mulai dari lomba berbasis akademik, seni, olahraga, keterampilan, karya tulis, dan muasiiiiih banyak lagi. Cari tahu lomba-lomba apa yang memiliki peluang besar untuk kamu menangkan. Persiapkan diri kamu, kejar hadiahnya untuk bisa jadi tambahan modal. Selain itu asyiknya ikut lomba selain berpeluang menang juga akan terus meningkatkan kapasitas dan daya saing kita sebagai mahasiswa. Sebagai contoh, dulu sewaktu saya butuh modal usaha saya segera memasukkan beberapa tulisan saya ke lomba karya tulis. Blog ini pun tidak lupa saya lombakan? Hasilnya alhamdulillah saya memenangkan beberapa di antaranya dan beberapa di antaranya saya pakai buat memutar bisnis.

Teman saya, Ibnu Abdul Aziz business owner dari GudangBinder benar-benar memanfaatkan peluang ini. Sudah tak terhitung lagi banyaknya lomba yang dia menangkan, mulai dari kategori business plan hingga memang kompetisi bisnis. Hasilnya? Selain mendapatkan banyak suntikan modal, dia juga dapat prestise karena produknya memenangkan beberapa award.

Mengajar Privat/Bimbel atau Menjadi Asisten Dosen/Lab

Mengajar merupakan salah satu alternatif favorit mahasiswa untuk mencari uang. Begitu pula untuk para studentpreneur. Banyak teman-teman saya yang kemudian mencari modal bisnis dengan cara menjadi pengajar privat atau bimbel. Loh, bukannya bayarannya kecil? No! Itu tergantung dari target market kamu. Banyak teman saya yang bermain di privat menengah atas (untuk anak-anak orang kaya) yang keuntungannya bisa 3-5 kali lipat dari privat yang biasa padahal durasi waktunya sama. Kamu juga bisa mulai apply untuk menjadi asisten dosen atau laboratorium di jurusan atau fakultas.

Magang/Internship

Ini juga pilihan favorit studentpreneur untuk mencari modal bisnis. Magang di tempat atau perusahaan lain. Magang ini artinya memang benar-benar magang secara profesional. Saya dan beberapa teman saya kadang menggunakan cara ini karena memiliki dua keuntungan: pertama karena bayarannya lumayan (jika di perusahaan multinasional yang bagus), kedua karena kita bisa mempelajari kultur perusahaan dalam menciptakan dan menyalurkan nilai yang siapa tahu bisa sangat berguna untuk bisnis kita ke depannya.

Orientasi Investasi, Bukan Konsumsi

Berapa uang sakumu dalam sebulan? Rp750.000,00, Rp1.500.000,00, atau bahkan lebih dari Rp2.000.000? Berapapun nominalnya yang paling penting sesungguhnya adalah bagaimana cara kita mengelola keuangan yang kita punya. Nah, umumnya hanya ada dua mindset bagaimana orang memandang uang. Pertama memang untuk dibelanjakan demi memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup (konsumsi) atau yang kedua adalah untuk menjadikan uang sebagai sumber arus kas yang lebih besar (investasi). Trik terakhir kali ini adalah menghimbau untuk mengubah paradigma terhadap uang saku menjadi fokus pada investasi. Bagaimana caranya? Alokasikan terlebih dahulu untuk investasi (membangun/modal bisnis), baru sisanya kemudian dibelanjakan. Sebagai contoh, saya mendapat uang saku Rp1.000.000,00 per bulan. Tentukan berapa persen yang akan kamu investasikan sebagai modal bisnis? 30%? Baik, potong terlebih dahulu untuk investasi baru kemudian digunakan untuk konsumsi. Bukan terbalik, konsumsi dulu baru sisanya untuk investasi (yang bisa dijamin sangat kecil nilainya).

Okeee… Sekian tulisan tentang studentpreneur kali ini. Tidak terasa sudah lebih dari 1000 kata. Semoga tidak pusing yang membacanya karena kebanyakan tulisan, hehe…

Bagaimana pendapat kamu? Bagaimana menurutmu trik-trik unik lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan modal bisnis?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!