Uncategorized

7 Cara Meraih Bahagia dalam Bisnis dan Kehidupan

Siapapun dari kita pasti ingin hidup bahagia. Bahkan, bisa dibilang semua dan apa yang kita lakukan saat ini merujuk pada satu hal, yaitu kebahagiaan. Otak kita hanya berpikir dua hal, bagaimana agar kita mendapat nikmat yang lebih banyak, atau menghindari kesengsaraan yang lebih besar, di mana semuanya itu adalah tentang kebahagiaan. Happiness.

Bertahun-tahun bertemu dengan berbagai macam relasi bisnis, saya sering sekali kaget dengan banyaknya relasi bisnis saya yang secara finansial sebenarnya sudah mapan, namun secara jiwa masih terus mencari apa yang namanya kebahagiaan. Mereka sering sekali bercerita, “Kenapa saya tidak bahagia? Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?” Wah, ternyata di zaman yang sekarang ini serba canggih dan membuat kita lebih mudah mendapat uang pun belum tentu membuat kita bahagia. Apakah Anda salah satunya? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk membuat bisnis dan kehidupan Anda lebih bahagia. Semoga dapat membantu untuk memunculkan kembali kebahagiaan Anda.

Cara #1: Melakukan Sesuatu sesuai dengan Passion

Hidup yang lebih menarik tentu jika kita melakukan segala aktivitas yang kita sukai (dalam artian positif). Banyak dari mereka yang begitu takut untuk jujur kepada diri sendiri terkait hal apa yang mereka sukai, sehingga pada akhirnya mereka disetir untuk melakukan apa yang orang lain suka. Temukan passion Anda, dan jalani. Saya menemukan passion saya ada dalam 3 hal, yaitu menulis, mengajar, dan pelatihan. Berkarir pun akan tidak jauh dari 3 bidang itu (trainer, dosen, penulis buku). Menulis artikel di blog ini pun adalah salah satu cara untuk terus menjaga kebahagiaan dalam diri saya. Bagaimana dengan Anda? Berikut tulisan yang bisa Anda baca: Menemukan Passion, Showing Your Passion, Why Not?, Finding Passion to Grow Your Business

Cara #2: Syukuri Hidup Anda

Bersyukur terhadap hidup ini, berarti mencintai apa yang Anda lakukan saat ini, berterima kasih atas apa yang Anda miliki, dan memiliki mental keberlimpahan. Seringkali kita terlalu fokus kepada apa yang dimiliki orang lain sehingga kita tidak bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Tetapi, bersyukur bukan berarti kita berhenti untuk berkembang. Bersyukur adalah tentang bagaimana kita berterima kasih atas apa yang sudah kita dapatkan saat ini, dan berkomitmen untuk menggunakannya agar hidup kita menjadi lebih baik dan bermakna.

Cara #3: Buatlah Tujuan yang Lebih Tinggi dari Sekedar Uang

Ini umumnya yang terjadi pada pebisnis mahasiswa pemula, studentpreneur yang memutuskan untuk memulai bisnis. Kenapa? Karena ingin mengejar kekayaan. Ada dua pendekatan bisnis yang bisa Anda gunakan, pendekatan yang berorientasi memberi atau pendekatan yang berorientasi menerima. Jika berorientasi memberi, berarti usaha Anda fokus dalam menciptakan nilai bagi pelanggan, walau terkadang biaya yang dikeluarkan lebih besar. Pendekatan menerima, berarti Anda fokus untuk menekan biaya sekecil-kecilnya dan mendapat uang sebanyak-banyaknya. Tujuan bisnis jangka panjang bukan sekedar uang, namun juga value apa yang bisa kita berikan. Define your higher purpose (other than profits).

Cara #4: Seimbangkan Hubungan

Saya punya pengalaman yang membuat saya tidak bahagia walaupun waktu itu bisnis saya sedang bagus-bagusnya: hubungan yang tidak harmonis dengan teman dan keluarga karena terlalu sibuk. Hingga saat ini, setiap Sabtu-Minggu selalu saya sediakan waktu untuk bersilaturahmi kepada keluarga dan teman-teman saya. Menyeimbangkan hubungan seperti ini membuat waktu kita dengan orang yang kita cintai semakin banyak. Hidup kita pun menjadi lebih bahagia.

Cara #5: Make Your Company Feel Like Your Family

Saya belajar dari salah satu mentor bisnis saya, Ibu Ita untuk membuat perusahaan yang kita bangun adalah rumah untuk keluarga kita. Dalam perusahaannya, Bu Ita mengatakan bahwa owner itu ibarat seorang kakak untuk adik-adiknya atau orang tua untuk anak-anaknya. Pemimpin tidak hanya di dunia, tapi juga bertanggungjawab setelah meninggal dunia. Yup, membentuk hubungan seperti keluarga akan lebih menarik untuk diterapkan daripada hubungan kaku dan mekanistik antara atasan dan bawahan. Namun, apakah yang seperti ini membuat kita jadi tidak boleh menegur? Tidak. Justru dengan membentuk budaya kekeluargaan membuat kita jadi saling peduli untuk menasihati dan menegur jika terjadi sesuatu yang salah.

Cara #6: Lead from The Heart

Memimpin dari hati adalah salah satu hal yang bisa jadi cukup sulit. Memimpin dari hati bukan hanya masalah menciptakan follower, tapi bagaimana membuat mereka kemudian menjadi next generation leader. Tunjukkan kepedulian kita sebagai pemimpin dalam bisnis kepada staf kita. Mereka bukan robot, mereka adalah garda-garda terdepan yang menentukan kemajuan bisnis kita atau tidak.

Cara #7: Do the Right Things!

Dalam menjalankan bisnis, seringkali kita mendengar bahwa banyak sekali ‘permainan’ di belakangnya. Saya sudah menyaksikan sendiri, bahwa pebisnis yang tidak memiliki integritas, tidak jujur, mengambil hak orang lain, cepat atau lambat kelak bisnisnya hanya tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Kebahagiaan kita seringkali tertutup oleh hal-hal buruk yang kita lakukan. Jadi, selalu lakukan perbuatan yang baik dan benar.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Bagaimana pendapat Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda. Bidang yang ditekuninya saat ini adalah metode pemodelan dan simulasi sistem untuk pengambilan keputusan di bidang transportasi, khususnya transportasi laut.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmwan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!