Uncategorized

7 Habits of Unhappy People

Are you happy now? Are you live your life happier? Mungkin untuk menjawab pertanyaan tersebut kita bisa merenung dan benar-benar berpikir. Apakah memang benar saya selama ini sudah menjalankan hidup dengan kebahagiaan? Apakah saya sudah menjalankan kehidupan dengan senang? Atau saya termasuk salah satu dari banyak orang yang menjalankan hidupnya dengan ketidakbahagiaan? Berikut ini adalah 7 habits of unhappy people, 7 macam kebiasaan yang paling sering ditemukan pada diri orang-orang yang tidak bahagia. Berdasarkan versi Prinsip CerdasMulia™, inilah ketujuh kebiasaan yang sering dilakukan mereka yang tidak bahagia.

1. Selalu Mengejar Kesempurnaan
Tidak ada yang salah dengan mengejar kesempurnaan, tetapi seringkali orang yang mengejar kesempurnaan menaruh kebahagiaan hidupnya pada kesempurnaan itu. Sehingga, selama kesempurnaan itu belum dicapai maka dirinya tidak dapat bahagia. Sementara ketika kesempurnaan itu sudah dicapai, dia hanya merasakan kebahagiaannya sebentar saja karena sibuk mengejar kesempurnaan selanjutnya. Tips untuk lebih bahagia bukanlah mencapai kesempurnaan, tetapi be the best version of you dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.

2. Membanding-Bandingkan Hidup dengan Orang Lain
Membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain adakalanya malah membuat hidup susah untuk dinikmati karena kita tidak pernah merasa puas dan selalu menetapkan standar sesuai dengan standar dari orang lain. Ini berbeda dengan menjadikan orang lain sebagai role-model. Membanding-bandingkan hidup dengan orang lain maksudnya adalah selalu merasa iri terhadap hidup orang lain.

3. Sering Bergaul dengan Lingkungan Negatif
Mereka yang tidak bahagia seringkali bergaul dengan mereka yang negatif dan tidak bahagia pula. Jika membaca buku lebih suka membaca buku-buku negatif, jika menonton TV atau radio lebih sering menerima informasi negatif, begitu pula jika bergaul dan memilih teman maka lebih senang bergaul dengan mereka yang negatif.

4. Terjebak di Masa Lalu; Tidak Menikmati Hidup Saat Ini
Banyak dari mereka yang terjebak dalam masa lalu. Merasa diri ini menjadi seorang yang gagal dan selalu menghubungkan hidup saat ini dengan kegagalan masa lalu mereka. Padahal, tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah feedback bahwa apa yang dilakukan masih perlu diperbaiki. Masa lalu adalah pelajaran, sementara masa kini adalah hari yang baru, spirit yang baru, dan untuk menggoreskan tinta sejarah-sejarah baru. Enjoy your life and make your life happy.


5. Berfokus pada Masalah dan Hal Negatif
Kebiasaan selanjutnya yang membuat orang sulit untuk bahagia adalah karena seringkali berfokus pada masalah. Selalu berfokus pada kata ‘mengapa, mengapa, dan kenapa?’. Tidak berfokus pada solusi yang lebih identik dengan ‘bagaimana, bagaimana, dan bagaimana?’. Berfokus pada masalah dan hal negatif akan menjadi sangat berbahaya jika larut terlalu dalam karena selain membuat diri tidak  bahagia kita juga tidak menciptakan produktivitas apapun.

6. Berprasangka Negatif Terhadap Orang Lain
Kekuatan prasangka dapat mengubah sikap dan perilaku. Mereka yang berprasangka negatif dapat dengan mudah ditebak akan menjadi lebuh sulit untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Padahal, kita memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur prasangka dan pikiran kita terhadap orang lain. Mengapa harus negatif jika bisa berprasangka positif?

7. Tidak Mensyukuri Hidup
Cara mencapai kebahagiaan hidup yang paling mudah adalah dengan mensyukuri hidup, dan kebiasaan inilah yang tidak dimiliki oleh unhappy people. Bayangkan ketika kita bangun tidur, kita mendapatkan nikmat kesehatan untuk menorehkan karya terbaik di hari itu. Cuma seringkali kita lupa untuk bersyukur sehingga sulit untuk mencapai bahagia. Cobalah untuk mensyukuri mulai dari yang kecil, seperti nikmat sehat, nikmat harta, nikmat makanan, dan hal-hal kecil lain di sekitar hidup kita.

Arry Rahmawan, adalah Inspirator CerdasMulia,  Direktur Penerbit Granada, wakil ketua Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia, sekaligus praktisi pengembangan SDM. Telah mengantongi ribuan jam terbang sebagai pembicara, motivator, dan konsultan khususnya untuk pelajar dan mahasiswa. Direktur Pengembangan Bisnis Permata CerdasMulia Indonesia ini dapat dihubungi via email di arry.rahmawan@gmail.com atau follow twitternya di @arry2201

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan Blog Kak Arry sebagai sumbernya

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!