High Performance Me

Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan?

Written by Arry Rahmawan

Your future has been set in stone by God. Trust Him and don’t be afraid to obey, because his plans are perfect, and everything will turn out more beautifully than you can ever imagine. You have your own life, just be yourself.

Hampir selalu setiap hari saya mendapatkan berbagai macam pelajaran yang berharga dari kehidupan ini. Banyak hal yang ingin saya ceritakan, salah satunya adalah kejadian menarik ini.

Saya beberapa kali diundang dalam sebuah sesi seminar dan diskusi interaktif bersama teman-teman mahasiswa. Ada yang bertanya, “Apakah seorang Arry Rahmawan pernah mengalami masa jenuh? Masa titik terbawah? Atau bahkan sebuah masa di mana saya kehilangan orientasi dan tidak ingin melakukan apapun?”

Saya hanya menjawab, “tentu saja pernah.” Saya pernah mengalami sebuah masa di mana saya tidak tahu mau ngapain dalam hidup ini. Bahkan, ketika saya sudah menjadi seorang yang menurut banyak orang sukses di usia muda. Saat saya lulus dari universitas terbaik negeri ini dengan predikat cum laude, memiliki jaringan bisnis yang luas, bisnis yang berjalan lancar, penghasilan yang lumayan, memiliki banyak mentee yang unyu dan lucu, memiliki berbagai capaian prestasi semasa kuliah, mendapatkan kesempatan meneruskan magister tanpa bayar sepeserpun. Kurang apa? Namun justru dalam kondisi seperti ini, saya pernah bertanya dalam hati, “sebenernya gue di dunia ini mau ngapain sih?” Pertanyaan itu adalah gejala dari sebuah pertanyaan dasar yang tidak terjawab, “apa sih sebenarnya yang saya inginkan dalam hidup ini?”

Bagaimana saya menemukan jawaban ini, menurut saya adalah sebuah perjalanan yang menarik.

Saya bisa menjawab soal-soal kalkulus dengan cepat, soal-soal pemasaran industri, manajemen stratejik, ergonomi kognitif, psikologi industri, bahkan permodelan sistem dengan singkat. Saya bisa membuat sebuah materi pelatihan sophisticated dalam beberapa pekan, menulis modul dalam beberapa hari, menulis artikel dalam beberapa menit. Namun, saya tidak pernah belajar untuk menjawab soal, “Apa yang saya inginkan sebenarnya dalam kehidupan ini?” Yang bahkan saya memerlukan waktu sekian lama untuk menjawabnya.

Maka saya juga mengajak pembaca semuanya untuk ikut berpikir bersama saya, “Sebenarnya apa sih yang kita inginkan di dunia ini?”

Coba kita renungkan sejenak… Apa yang kita inginkan… Apa yang kita inginkan… Setelah itu, Anda bisa share tentang apa yang Anda inginkan melalui kotak komentar di bawah.

Jika Anda seperti kebanyakan orang yang lain, maka jawabannya tidak akan jauh dari apa yang namanya hidup bahagia. Yap, saya, beserta kita semua ingin sekali apa yang namanya hidup bahagia. Semua yang sedang kita lakukan saat ini, pastilah kita persiapkan agar kelak kita bisa hidup bahagia. Kita sekolah, kuliah, kerja, beli ini dan itu, semata-mata karena kita ingin hidup kita bahagia, bukan?

Namun, saya masih saja pernah merasa sedang benar-benar berada di bawah dan tidak tahu lagi harus ngapain dalam hidup ini, saat semua sudah tercapai. Sampai – sampai saya jadi tidak produktif, karena saya tidak tahu apa yang saya kejar. Saya tidak tahu mengapa saya berprestasi. Saya benar-benar sedang merasa di sebuah dasar sumur yang gelap di tengah hidup saya yang menurut banyak orang menyenangkan. Ternyata yang saya capai itu benar-benar bukan yang saya inginkan.

Jawaban itu saya temukan saat membaca buku Business & Beyond Pak Roni Yuzirman yang nama chapter nya pas banget dengan pertanyaan saya, “apa sebenarnya yang kita mau?”. Ada sebuah highlight menarik yang saya garisbawahi saat kita tidak berhasil menyentuh dasar esensi mengapa kita hidup, maka pertanyaan apa yang kita mau tidak akan pernah menjawab.

Maka, saya kembali lagi bertanya mengapa kita hidup di dunia ini? Tentu jawaban paling klasik adalah, “untuk beribadah kepada Tuhan.” Karena ini adalah alasan kita ada, maka saya pun mengganti doa saya, dari sebelumnya saya ingin dapat ini saya ingin dapat itu, saya ingin bisa beli ini dan itu, menjadi:

“Ya Tuhan, apa yang Engkau mau untuk aku lakukan agar kebahagiaan selalu menyelimuti diriku?”

“Ya Tuhan, apa yang Engkau mau untuk aku lakukan agar keberkahan selalu mengiringi hidupku?”

“Ya Tuhan, apa yang Engkau mau untuk aku lakukan agar kebermanfaatan selalu menjadi derap langkahku?”

Saya benar-benar berdoa, minta dituntun sebenarnya apa yang Allah ridhoi untuk saya lakukan. Sampai akhirnya saya dituntun pertama kali untuk bersyukur atas apa yang saya dapatkan. Saya banyak sekali melihat orang-orang yang tidak seberuntung saya, mulai dari nikmat fisik yang tidak lengkap, kekurangan materi, kelainan mental, dan sebagainya. Saya benar-benar merasa malu.

Doa pertama saya terjawab, bahwa untuk meraih kebahagiaan tidak perlu kita menunggu kaya, terkenal, atau bagaimana. Kebahagiaan adalah saat kita bisa berterima kasih atas kehidupan yang kita jalani.

Doa agar kehidupan saya berkah, saya mendapatkan pelajaran penting tentang apa makna kejujuran dan menjaga janji. Berlakulah jujur dan jagalah janji yang pernah kita lontarkan, maka hal tersebut akan membuat hidup kita menjadi berkah. Inilah dasar penting dari integritas, di mana jika kita menerapkan ini, tidak hanya penduduk bumi yang senantiasa merindukan kita tetapi juga penduduk langit.

Lantas inilah yang ketiga, bagaimana agar kebermanfaatan selalu mengiringi saya adalah dengan cara menuliskan dan menyebarkan ilmu yang saya tahu. Allah banyak memberikan tanda kepada saya, bahwa seorang Arry dilahirkan untuk menjadi seorang penulis tangguh yang dapat mempengaruhi orang melalui rangkaian kata. Menusuk tajam pikiran dengan goresan pena, atau ketikan keyboard mac nya. Jika memang Allah menginginkan saya menjadi seperti itu, maka saya berkomitmen bahwa menulis akan menjadi salah satu amalan unggulan saya sepanjang saya hidup di dunia ini.

Saya ingat bahwa di kelas 6 SD saya sudah bisa menghasilkan naskah novel fiksi ratusan lembar. Di SMP, saya menjadi satu-satunya siswa yang paling banyak publikasi tulisan-tulisan ilmiah. Di SMA, saya memiliki menjadi penulis dan kontributor ilmu-ilmu dasar komputer.

Saya tertegun, bahwa selama ini saya hidup tidak menjadi diri saya sendiri. Saya banyak bergaul dengan pebisnis, saya banyak bergaul dengan akademisi, saya banyak bergaul dengan aktivis, namun saya tidak bergaul dengan penulis. Saatnya kembali menjadi diri sendiri lagi. Menulis, menulis, dan menulis.

Alhamdulillah, saya kembali bersemangat dan bahagia sepanjang tarikan nafas hidup saya. Terlebih, isyarat Allah itu semakin jelas saat saya mendapatkan Pena Emas Award dari PPSDMS Nurul Fikri, diminta menerbitkan buku oleh beberapa penerbit, saya sudah menulis lebih dari 800 artikel pengembangan diri yang membantu banyak orang lebih baik.

Saya selalu terharu saat membaca email dengan isi, “terima kasih banyak mas Arry atas tulisannya yang menggugah dan dapat merubah hidup saya…..”

Kembali ke pertanyaan awal, tentu saya pernah merasa lesu, down, dan tidak bersemangat. Namun apa yang saya lakukan adalah, saya meminta petunjuk sebenarnya Tuhan ingin saya seperti apa. Saya ikuti, dan itu jauh lebih membahagiakan diri saya. Sehingga aktivitas yang saya lakukan saat ini bukan semata-mata apa yang saya inginkan, tetapi juga bisa menjadi amalan unggulan dalam hidup saya. Asyiknya lagi, saya bisa dengan total menjadi diri saya sendiri.

Semoga bermanfaat yaaa…. Maaf sekali kalau jadinya kepanjangan, hehe…

Life is Beautiful Everyday. Just live happily whatever it takes

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan.

Ingin Memulai Bisnis sejak Pelajar atau bahkan Kuliah? Dapatkan panduan wajibStudentpreneur Guidebook dengan membeli di toko buku Gramedia terdekat di kota Anda, atau memesannya di sini.

Datang dan saksikan perhelatan kewirausahaan terbesar tahun ini di Pestawirausaha TDA 2014. Informasi dan pendaftaran silakan klik informasi berikut ini.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!