Uncategorized

Autumn in Japan, the Best Season for Travelling

Judul di atas kesannya kayak saya sedang travelling di Jepang, hehe.. Ga kok, saya ke Jepang dalam rangka student exchange for environmental forum. Di sini saya punya misi pribadi untuk belajar tentang budaya Jepang, terutama kesadaran dalam penyelamatan lingkungan yang semoga bisa diterapkan di Indonesia.

Delegasi Indonesia tiba di Narita International Airport pada pukul 05.10 waktu setempat. Sebuah perjalanan panjang di pesawat. Waktu di Jepang lebih maju 2 jam dari waktu Indonesia bagian barat. Selama di pesawat yang seharusnya saya tidur, malah asyik menonton film tentang Shogun Tokugawa selama penerbangan menggunakan Japan Airlines (JAL). Akibatnya saya ngantuk setengah mati dan capek sekali rasanya begitu tiba di Narita.

Dinginnya Tokyo

Begitu tiba di Narita, cek imigrasi dan customs (bea cukai) tidak memiliki kendala berarti. Lebih mudah juga karena kami datang atas nama grup, students, dan perwakilan negara jadi semua serba dimudahkan. Kami kemudian langsung dijemput dengan menggunakan shuttle bus oleh pihak AEON untuk kemudian ke Tokyo.

Saya yang di Indonesia masih pakai selembar jaket tipis lupa kalau sudah diingatkan bahwa Tokyo itu dingin (sekitar 11 derajat). Tak disangka, saat pintu utama Narita Airport terbuka, udara dingin langsung menyerbu. Saya tidak memperkirakan waktu hujan. Saat itu sedang hujan dan ternyata suhunya lebih kecil dari yang seharusnya.

Hembusan nafas saya langsung berasap. Haha… Dingiiiiin…. Udaranya kaya di gunung! Langsung saya pakai sweater dan sarung tangan. Tampaknya tubuh ini perlu beradaptasi dengan dinginnya udara Tokyo. ^^

Buat kamu yang ingin ke Jepang di musim gugur seperti sekarang ini, siapkan baju hangat tapi juga tidak perlu terlalu lebay karena tidak sedingin musim dingin kok (Desember). Terendah 4 dan tertingginya 11 derajat. Tidak perlu panik karena seperti rata-rata udara gunung di Indonesia (kalau pernah naik gunung, hehe).

Wrong Destination for Backpacker

Saya punya hobi travelling murah ala backpacker. Saya memang bukan ahli travelling seperti Trinity dengan naked-travellernya. Tetapi yang saya tahu seorang backpacker adalah mereka yang ingin jalan-jalan dengan harga murah meriah tetapi dapet pengalaman yang maksimal.

Tokyo adalah wrong destination for backpacker.

Ya, saat keluar dari Narita ke Tokyo saya melihat harga-harga yang terpampang di sekitar Tokyo dan itu sangat mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia. Memang sangat tidak enak jika kita membandingkan kurs yen dengan kurs rupiah (dan mungkin itu haram ya dilakukan jika ingin travelling kita nikmat), hehe.. Tapi, itulah kenyataannya. Harga di Tokyo bisa lebih 3 kali – 5 kali lipat dibandingkan dengan harga di Indonesia.

Jadi, bagi kamu yang ingin kuliah di Jepang atau ingin travelling ke Jepang siapkan uang yang lebih ya. Lebih baik lagi jika ada yang menanggung semua biayanya, misalnya dapat scholarship. Pastikan mendapatkan scholarship yang mengcover semua kebutuhan kamu. Selama saya di sini, semua biaya saya ditanggung oleh AEON, sebuah perusahaan retail terbesar di Jepang. Bahkan untuk makan siang saya diberi 1000 Yen sekali makan. Sekitar Rp120.000, standar makanan yang sehat dan layak di Jepang.

Best Part of Autumn in Japan

Saya datang ke Jepang mungkin di waktu yang sangat tepat untuk menikmati keindahan alamnya. Ya, itu tepat di minggu ketiga Autumn dan tepat sebelum Winter. Ini merupakan waktu terbaik di mana Jepang sedang mengalami indah-indahnya pemandangan di sekeliling kotanya, selain momen di mana Sakura sedang berbunga dan berguguran.

Jadi, jika kamu ingin ke Jepang dalam rangka menikmati keindahan pemandangan alamnya, saya merekomendasikan untuk datang di saat Autumn, terutama di bulan terakhir beralih ke musim dingin.

Saya cukup kaget karena ternyata sebelum ke hotel untuk melaksanakan welcoming party, kita diajak untuk ke Tokyo Tower! Di Tokyo Tower itulah saya benar-benar bisa melihat pemandangan yang indah yang tidak saya lihat di Indonesia. Tokyo Towernya sendiri sih biasa saja, kalah sama Monas apalagi Candi Borobudur. Tapi dari Tokyo Tower ini kamu bisa melihat kota Tokyo secara keseluruhan. Biayanya untuk naik sambil observasi bisa mencapai 350 Yen.

Saya mengabadikan beberapa foto saat Autumn ini dan itu memang indah.. 🙂 Beberapa foto lainnya silakan llihat di Facebook saya.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!