Keterampilan Komunikasi Pengembangan Diri

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Menulis?

Bagaimana ya caranya mendapatkan uang dari menulis?

Pertanyaan di atas sangat sering saya temukan di berbagai email dan akun sosial media yang saya miliki. Selain karena memang banyak orang yang memiliki hobi atau passion menulis, ada juga yang bertanya karena saat kondisi pandemi ini jadi lebih sering di rumah. Berhubung waktu banyak dihabiskan di rumah, salah satu aktivitas produktif yang bisa dihasilkan adalah dengan menulis. Tentunya lebih menarik lagi kalau kita bisa menghasilkan uang dari tulisan yang kita hasilkan selama work from home ini.

Pertanyaan yang masuk ke inbox terkait menghasilkan uang lewat tulisan

Pertanyaannya, bagaimana ya caranya agar kita bisa mendapatkan uang dari menulis?

Sebenarnya sudah banyak di internet beredar berbagai macam tips untuk menghasilkan uang dari menulis. Saya sendiri sudah menulis tentang 5 tips bagaimana membuat tulisan Anda menghasilkan uang. Namun, artikel – artikel yang ada saat ini lebih bersifat sebagai tips teknis. Tips teknis maksudnya adalah jalur – jalur praktis untuk menghasilkan uang melalui menulis, seperti:

  1. Menulis buku di penerbit mayor, mendapat uang dari royalti umumnya 10 – 15% dari harga buku
  2. Menulis buku secara self-publishing, mendapat uang dari keuntungan menjual buku
  3. Menulis e-book lalu menjualnya
  4. Menuils blog, lalu memasang iklan seperti Google Adsense
  5. Menjadi penulis konten website atau blog untuk perusahaan
  6. Menjadi penulis konten website atau blog lepas (freelance)
  7. Mengirim tulisan ke kolom majalah berbayar
  8. Mengirim tulisan ke kolom koran
  9. Menjadi copywriter untuk alat pemasaran produk
  10. Membuat makalah atau artikel ilmiah
  11. Membuat tulisan tentang ulasan suatu produk atau jasa (review)
  12. Dan masih banyak lagi yang lainnya…

Jika Anda mencari tips tentang bagaimana menghasilkan uang, maka isinya adalah daftar di atas atau tidak berbeda jauh..

Baik, sekarang Anda sudah tahu tentang bagaimana caranya menghasilkan uang lewat tulisan, namun bingung bagaimana cara memulainya? Apa yang harus saya lakukan? Atau, saya sudah menulis tetapi kenapa sampai saat ini tidak ada yang mau membacanya, apalagi membayarnya?

Berbeda dengan apa yang saya sampaikan di atas terkait dengan tips teknis, pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit membahas tentang hal fundamental yang harus dimiliki oleh para penulis, termasuk Anda yang saat ini ingin menghasilkan uang lewat tulisan.

Sebelum berbagi tentang tips fundamental ini, saya ingin cerita sedikit terkait pengalaman saya menghasilkan uang lewat tulisan

 Pengalaman saya Mendapatkan uang dari menulis

Perlu diketahui bahwa saya menulis ini dari perspektif seorang penulis lepas dan (part-time). Artinya, saya tidak bekerja di perusahaan tertentu yang mengharuskan saya menulis dengan target tertentu. Saya menulis karena passion dan untuk memenuhi panggilan hidup saya di dunia sebagai pengajar serta peneliti.

Walaupun saya bukan seorang penulis profesional, saya belajar bagaimana prinsip untuk bisa menghasilkan uang dari menulis. Alhamdulillah, selama 10 tahun terakhir, berikut adalah beberapa contoh penghasilan yang saya dapatkan dari menulis.

Royalti buku Studentpreneur Guidebook 10%

Saya adalah penulis dari buku Studentrperenur Guidebook yang terbit pada tahun 2013. Dari cetakan pertama, alhamdulillah yang saya terima kurang lebih sebesar 26 juta rupiah. Untuk bulan – bulan berikutnya penjualan melalui e-book di Google PlayStore di mana alhamdulillah juga menghasilkan royalti yang cukup bagus hingga saat ini. Oh ya, perlu diketahui juga bahwa promosi saya terhadap buku Studentpreneur Guidebook itu “sangat biasa saja”, karena saya menjadi buku itu sebagai kartu nama kalau saya ada di forum – forum bisnis untuk berkenalan dengan pebisnis lainnya (pada waktu itu).

Pendapatan royalti dari GagasMedia untuk Studentpreneur Guidebook

Pendapatan Google Adsense

Di blog arryrahmawan.net, saya memasang beberapa spot iklan untuk Google Adsense. Google Adsense adalah platform iklan di internet dari Google. Untuk saat ini, tiap bulannya saya bisa mendapatkan besaran fluktuatif US$90 – 110. Perlu diingat juga bahwa upaya saya mengoptimasi Google adsense adalah seadanya. Saya bukan ‘mastah’ google ads, jadi besaran itu murni saya taruh – taruh saja ads nya di blog saya. Saya bersyukur setidaknya untuk biaya hosting dan maintenance blog ini sudah terbayar dengan sendirinya.

Pendapatan google adsense pada bulan Maret 2020

Untuk saat ini karena saya aktif sebagai dosen dan peneliti, banyak insentif penelitian dari hibah yang saya dapatkan melalui publikasi ilmiah yang saya terbitkan bersama kolega di Universitas Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir, saya banyak sekali belajar bagaimana menulis ilmiah dalam bahasa Inggris di mana hal itu tidak mudah buat saya, makanya agak jarang menulis di blog ini, hehe.

Baik, sekarang kita beralih ke tips fundamental nya. Apa sih tips fundamental yang saya terapkan hingga bisa menghasilkan uang melalui tulisan? Untuk saya yang bukan penulis profesional saja, alhamdulillah atas izin Allah SWT bisa sampai di titik ini. Bagaimana jika Anda benar – benar menekuninya? Pastilah akan lebih dahsyat!

Tips Fundamental untuk Menghasilkan Uang Melalui Tulisan

Berbeda dengan tips teknis, tips fundamental ini adalah tips yang saya dapatkan ketika saya banyak belajar dari penulis – penulis dan blogger top. Catatannya masih ada nih dulu waktu saya masih menjadi mahasiswa. Inilah yang kemudian mau saya bagikan kepada Anda semua. Siapapun Anda, jika menerapkan prinsip ini insyaAllah bisa menghasilkan uang melalui tulisan.

Tips #1 – Menulis Bukan untuk Uang

Ternyata tips pertama agar kita bisa mendapatkan uang justru bukan meletakkan niat utama mendapatkan uang. Saya, dan banyak penulis lainnya meniatkan menulis dengan misi yang sedikit lebih mulia: menginspirasi pembaca, mengajarkan pembaca, menggerakkan pembaca, membawa pembaca untuk berpikir lebih dalam, atau bahkan untuk memberi ilmu yang bermanfaat dalam rangka beramal jariyah.

Karena diniatkan seperti itu, kami sebagai penulis dapat lebih ‘sabar’ dan tahan banting jika tulisan – tulisan awal kami tidak ada pembacanya sekalipun.

Namun, apakah tidak boleh jika dari awal diniatkan mencari uang?

Ya tentu saja boleh. Tetapi, pastikan keinginan kita mendapatkan uang dari menulis tidak menabrak prinsip – prinsip kebaikan. Sebagai contoh, saking inginnya kita mendapat uang akhirnya kita membuat sebuah artikel clickbait yang sebenarnya isinya tidak berguna, memfitnah orang, atau menggiring ke arah opini yang tidak benar agar tulisan menjadi viral.

Buat saya, penulis itu adalah profesi mulia.

Penulis bukanlah hanya sekedar tukang ketik, viral, dapat duit.

Penulis adalah salah satu garda terdepan untuk memajukan dan menginspirasi Indonesia.

Jadi, ini tips fundamental pertama yang saya harap juga bisa diterapkan sahabat pembaca semuanya.

Tips #2 – Mulai Menulis Sekarang Juga

Setelah menata niat, maka cara paling ampuh untuk menjadi penulis ya dengan segera menulis sekarang juga. Saya ingat betul di tahun 2011, saya bingung bagaimana mulai untuk menulis. Saya mencoba menulis beberapa naskah buku dan saya kirim ke penerbit, ditolak. Saya pernah mengirim beberapa artikel ke media massa, ditolak juga.

Saya pernah merasa menjadi orang yang tidak bisa menulis.

Namun, kunci menulis adalah memulai. Memikirkan struktur menulis penting, tapi yang paling penting adalah mulai menuliskannya.

Maka dari itu di 2011 saya membuat sebuah blog gratis dengan Blogger, dengan alamat http://coretan-rahmawan.blogspot.com. Cukup daftar sebentar, pasang template lalu tulis apa yang ingin kita tulis.

Apakah ada pembacanya? Ya ada, alhamdulillah walaupun cuma satu atau dua. Hingga sebulan blog itu muncul, saya hanya punya 10 pengunjung blog.

Mulai patah semangat? Iya, saya patah semangat. Tapi saya senang karena sudah mulai menulis, dan saya sudah menjadi blogger. Hehe…

Tips #3 – Menjaga Konsistensi Menulis

Walaupun saya mulai patah semangat, saya punya teman yang terus mengingatkan pada waktu itu: “yakinlah apa yang kamu lakukan sekarang akan berdampak di masa depan, walaupun yang kamu lakukan itu kecil.”

Di situlah saya kemudian mulai merutinkan menulis blog. Minimal seminggu sekali.

Saya mulai menulis dari cara paling sederhana: menceritakan pengalaman pribadi.

Saya berpikir, “bagaimana caranya agar pengalaman saya ini ada manfaatnya untuk orang lain?”

Itulah yang mendasari setiap tulisan saya di blog. Saya menulis di blog bukan hanya sekedar menulis, tetapi menyaring mana pengalaman saya yang sekiranya bermanfaat untuk dibaca oleh pengunjung blog saya. Bahkan sampai tulisan ini dibuat pun, masih menggunakan prinsip ini.

Sebelum menulis, saya pun mencoba mengingatkan diri saya sendiri, “Saya harus menghargai waktu pengunjung blog saya yang sudah meluangkan 5 – 10 menit waktunya untuk membaca tulisan ini. Maka dari itu saya ingin memastikan bahwa setelah selesai mengunjungi blog saya, orang bisa membawa pulang manfaat yang besar.”

Logikanya, jika apa yang kita tuliskan bermanfaat, orang pasti akan berkunjung lagi ke blog kita dan menantikan tulisan – tulisan berikutya.

Maka saya menetapkan untuk menulis minimal sepekan sekali.

Akhirnya, setelah 2 tahun menjadi blogger, saya memindahkan alamat blog saya ke arryrahmawan.net. Seiring berjalannya waktu, blog ini dikunjungi 80,000 – 100,000 orang per harinya dari yang hanya 2 – 10 orang per bulannya. Sekali lagi, saya membiarkan proses ini terjadi secara organik dan tidak melakukan pemasangan iklan apapun.

Konsistensi adalah kunci!

Tips #4: Meminta Umpan Balik / Feedback

Untuk menjadi penulis yang lebih baik, saya belajar bahwa mendapatkan feedback dari seorang pakar itu sangat penting. Di awal – awal saya blogging, tidak terhitung berapa banyak masukan dari ‘mastah’ blogger terhadap konten blog saya. Mulai dari judul, isi tulisan, gambar, dan sebagainya. Kadang masukannya ya perih juga, bikin down dan ngerasa diri kita tidak bisa menulis.

Namun, tujuan mereka baik. Mereka ingin kita menjadi lebih baik.

Sampai sekarang, saya pun masih sering meminta feedback atas tulisan yang saya buat. Terakhir, saya mendapat revisi tulisan sebanyak 564 butir yang harus saya perbaiki ketika menulis sebuah makalah ilmiah dalam Bahasa Inggris walaupun saya sudah (sedikit) berpengalaman menulis dalam bahasa Inggris.

500 lebih revisi dari artikel ilmiah berbahasa Inggris yang saya buat

Kalau dibawa baper, tentu saja mendapatkan revisi sebanyak 500 lebih membuat kita merasa ‘goblok’ dalam menulis. Tapi ya itu hanya masalah sudut pandang saja. Bahkan ketika saya tahu ada orang – orang yang native Bahasa Inggris juga banyak kesalahan dalam menulis, saya jadi lega. Semua orang selalu memiliki ruang perbaikan dalam tulisan yang dihasilkan.

Apa kesimpulannya?

Secara singkat, tulisan ini mengajak sahabat pembaca semuanya yang ingin menghasilkan uang dari aktivitas menulis untuk berpikir sejenak tentang hal fundamental apa yang diperlukan agar tulisan kita dihargai.

Silakan jawab pertanyaan ini:

  1. Sudahkah saya memiliki tujuan mulia dalam menulis? Untuk apa?
  2. Sudahkah saya memulai menulis? Sejak kapan?
  3. Sudahkah saya konsisten menulis? Seberapa konsisten?
  4. Sudahkah saya menerima feedback? Dari siapa?

Jika semua pertanyaan di atas jawabannya YA, maka insyaAllah Anda sudah lebih dekat menuju ke arah penulis profesional.

Jika Anda ingin tips lainnya, silakan cek artikel yang ditulis oleh mentee saya tentang apa saja tantangan yang dihadapi oleh penulis profesional.

Semoga tulisan ini dapat membantu Anda untuk menulis dengan lebih produktif, serta membantu Anda menghasilkan uang lewat menulis.

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen milenial di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net karena percaya bahwa softskill juga sangat penting dimiliki seseorang dibandingkan hanya menguasai hardskill. Informasi pengembangan diri yang dibagikannya antara lain mengenai keterampilan akademik (belajar dan mengajar), manajemen waktu, entrepreneurship, blogging dan public speaking.

Arry berpengalaman sebagai narasumber pengembangan diri di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

  • Wah, ini dia yang paling ditunggu-tunggu, rasa dan inspirasi yang didapat dari tulisan ini tetap sama seperti pertama kali saya membaca buku Studentpreneur.

    Saya sangat setuju sekali opini kak Arry “menukar 5 – 10 menit pengunjung dengan konten yang bermanfaat”. Makanya saya upayakan menulis sebaik mungkin, nggak mau receh, wkwk.

    terima kasih kak Arry. sukses studi S3-nya.
    pulang ke Indonesia, bikin karya bareng. 😀

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!