Pengembangan Diri Produktivitas Hidup

Bagaimana Mengambil Keputusan yang Sulit dalam Hidup?

Selamat pagi waktu Belanda, sahabat pembaca semuanya. Saya senang sekali rasanya hari ini bisa kembali berbagi kepada sahabat semua. Bagaimana kabarnya? Saya berdoa walaupun di tengah pandemik yang masih cukup tinggi angkanya, sahabat semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugasnya.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tentang salah satu tips menyelesaikan masalah dalam hidup kita, terlebih di saat munculnya pandemik seperti ini. Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu membuat banyak orang kaget dan bertanya – tanya: kapan pandemi ini selesai? Kapan semua kembali normal? Bagaimana jika ini terus terjadi hingga 1 – 2 tahun ke depan? Intinya, kita semua saat ini sedang berada dalam masa yang tidak pasti dan bingung menanganinya karena hal seperti ini belum pernah kita rasakan dalam hidup kita sebelumnya.

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi ini, secara langsung maupun tidak juga akan mempengaruhi hidup kita. Salah satu pengaruhnya, antara lain adalah pandemi ini seringkali membuat kita menghadapi keputusan – keputusan sulit. Pada April 2020, salah satu teman saya yang membuka usaha di bidang catering curhat: omzet anjlok, perilaku beli masyarakat berubah, lalu munculah beberapa pilihan: menutup bisnis seluruhnya, melanjutkan namun dengan melakukan PHK ke beberapa karyawan, atau beralih ke bisnis baru yang sama sekali belum familiar dengan bidangnya.

Keputusan sulit lain juga banyak dirasakan oleh mahasiswa atau mereka yang baru lulus kuliah tahun ini. Lesunya ekonomi mengurangi lowongan pekerjaan di berbagai sektor. Lalu pilihannya adalah: ingin tetap terus mencari kerja, ingin melanjutkan kuliah lagi, atau mulai dengan berwirausaha? Ketiga pilihan itu seringkali merupakan keputusan sulit untuk banyak orang.

Lalu, di mana masalahnya? Toh pilihan sudah ada, bukankah kita hanya tinggal memilih?

Di sinilah titik kritisnya: banyak orang yang takut bahwa keputusannya akan salah dan menyesal di kemudian hari. Contohnya banyak. Misalnya, mereka yang memilih berwirausaha bukannya mendapat untung malah buntung, asetnya bukan berkembang namun malah habis. Kondisi ini semakin parah jika kita membandingkan keputusan kita dengan orang lain yang berhasil. Diri kita pun akan semakin drop.

Michael Owens dalam sebuah narasinya di Lifehack mengemukakan bahwa salah satu kunci untuk melejitkan produktivitas hidup adalah kita benar – benar paham terhadap keputusan yang diambil, kemudian “total” dalam menjalankannya. Ketika memang hasil dari keputusan tersebut tidak sesuai ekspektasi, tidak ada penyesalan karena toh kita sudah tahu bahwa itu merupakan keputusan terbaik dalam hidup kita.

Baiklah, sepertinya pembukaannya sudah terlalu panjang… Hehe…

Intinya, pada artikel blog kali ini saya ingin berbagi bagaimana caranya mengambil keputusan atau peluang di tengah opsi yang sulit. Materi ini adalah bagian dari materi pengayaan ProductiveME! Academy Online, sebuah platform online course yang saya buat di tahun 2016 lalu.

Konsep 4B dalam menentukan keputusan

Salah satu alat bantu yang ingin saya perkenalkan kepada sahabat pembaca tentang bagaimana cara mengambil keputusan sulit dalam hidup kita adalah dengan menggunakan konsep 4B. Apa itu 4B? 4B adalah kepanjangan dari 4 kriteria pengambilan keputusan, yaitu: Bermakna, Bertumbuh, Berdampak, dan Bertambah. Secara umum, gambarnya dapat dilihat seperti berikut ini.

Konsep 4B dalam pengambilan keputusan yang sulit

Saya akan jelaskan satu per satu, singkat saja.

Bermakna, maksudnya pilih opsi yang jika menjalankannya, maka akan memberikan MAKNA, SEMANGAT, dan PASSION dalam mengerjakannya. Pilih opsi yang sesuai dengan cita – cita jangka panjang kita serta peran besar apa yang kita emban di dunia ini. Sebagai contoh, peran yang saya ambil di dunia ini adalah sebagai ‘pendidik’ dan ‘peneliti’. Maka, pilihan yang condong untuk mendukung peran hidup saya sebagai pendidik dan peneliti inilah yang akan saya ambil. Setiap orang punya peran uniknya masing – masing di dunia ini. Temukanlah peran itu dan pilih opsi – opsi hidup kita yang bisa memberikan makna keberadaan kita di dunia.

Bertumbuh, maksudnya pilihlah opsi yang jika Anda menjalankannya, walaupun pahit, bisa meningkatkan kapasitas, ilmu, dan keterampilan yang Anda miliki. Seringkali kita sudah cukup nyaman di satu ilmu, sehingga tidak mau memilih opsi yang membuat kita harus belajar kembali dari awal. Padahal, pilihan untuk mempelajari sesuatu yang baru tidak sepenuhnya buruk karena dapat menumbuhkan kapasitas dan kapabilitas kita.

Berdampak, maksudnya pilihlah opsi yang memberikan kita kesempatan untuk bisa berkontribusi positif dengan lebih banyak dan lebih luas.

Bertambah, maksudnya pilihlah opsi yang secara rasional memberikan timbal balik yang sepadan atau bahkan lebih dari apa yang kita kerjakan. Timbal balik ini nantinya dapat berupa aset yang sangat bermanfaat buat kita, seperti misalnya uang atau jaringan sosial.

Dengan menggunakan konsep 4B ini, saya mengajukan gagasan kepada sahabat semua untuk mempertimbangkan keputusan setidaknya berdasarkan 4 hal penting ini. Mengapa? Karena seringkali kita memutuskan sesuatu hanya dari satu kriteria saja. Umumnya kriteria yang digunakan adalah B keempat, atau Bertambah. Seseorang melihat peluang atau ingin melakukan sesuatu karena melihat timbal balik yang dia dapatkan dari apa yang akan dia lakukan tersebut. Ini adalah pendekatan paling rasional dan sangat wajar dilakukan oleh orang waras. Apa yang ingin saya tambahkan di sini cobalah untuk berpikir lebih melingkar dan holistik, di mana aspek “Bertambah” bukanlah satu – satunya kriteria yang menentukan keputusan kita.

Sebagai contoh, kita mungkin tergiur dengan sebuah pilihan karir yang menjanjikan gaji sangat tinggi. Namun, sebagai akibatnya dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk keluarga. Semua waktunya habis dipakai untuk bekerja. Bahkan, dia merasa bahwa pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang sesuai dengan tujuan hidupnya. Di sinilah letak mengapa 4B ini menjadi penting untuk digunakan sebagai pertimbangan sebelum mengambil sebuah keputusan yang sulit.

 4B adalah konsep pelengkap

Dalam pengambilan keputusan sulit yang saya lakukan secara pribadi, 4B adalah konsep pelengkap dalam hidup saya. Loh, kenapa pelengkap? Ya, karena ada konsep yang lebih utama yang harus mendahuluinya. Pertama, niat yang lurus bahwa keputusan yang diambil adalah untuk melakukan hal baik dan mencari ridha Allah. Kedua, sudah mendahului dengan berdoa yang sungguh – sungguh, ditambah dengan shalat istikharah untuk mengundang Allah membantu memutuskan apa yang terbaik untuk diri kita. Jika dua itu sudah dilakukan, maka konsep 4B ini bisa digunakan untuk memudahkan teknis pengambilan keputusannya.

Worksheet untuk mengambil keputusan

Seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya di ProductiveME! Academy Online, saya menyediakan worksheet yang bisa didownload atau digunakan oleh sahabat pembaca untuk melakukan penilaian terhadap pilihan yang ada dalam hidup Anda. Berikut ini adalah tampilan dari worksheet yang saya sediakan:

Worksheet 4B untuk mengambil keputusan sulit

 

Bagi yang ingin mengunduhnya dalam format pdf, maka silakan klik tautan berikut ini.

Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk sahabat semuanya. Bagi yang ingin bertanya atau memberi masukan/saran, dipersilakan meninggalkan pesan melalui kotak komentar di bawah ya.

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen milenial di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar akademik, entrepreneurship, dan pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net.

Arry berpengalaman sebagai narasumber pengembangan diri di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!