Uncategorized

Bahaya Curhat Colongan di Twitter

BANYAK Bahayanya jika kita menggunakan Twitter sebagai ajang curhat. Twitter sebagai sebuah ajang social media memang dikhususkan untuk menceritakan atau update status kita sepanjang 140 karakter. Tapi, untuk curhat? Sebaiknya pikirkan kembali baik-baik.

Seringkali saat saya sedang mengecek TL, ada orang-orang yang curhat melalui Twitternya. Sebenarnya hal ini tidak masalah, selama masih berada dalam ambang batas kewajaran. Tapi jika sudah keterlaluan maka bisa menyebabkan banyak masalah.

Saya banyak belajar dari seorang pakar social media yang menyebutkan curhat colongan yang berbahaya di Twitter meliputi poin sebagai berikut:

  • Menggunakan kata-kata kasar dan bahasa kebun binatang, seperti “Bre*ngs*k memang, gue lagi santai begini tiba-tiba ada hal yang bikin gue bete!”
  • Curhat sindiran dengan menggeneralisir objek dan no mention, seperti “Cih, ternyata banyak prestasi ga menjamin karakter orang. Gue kecewa. #noted #nomention
  • Curhat dengan menembak langsung objek, seperti “Ngakunya angkatan paling tua di kampus, tapi gabisa ngasih teladan yang baik.”

Masih banyak lagi bentuk lainnya, tapi bentuk tiga di atas adalah paling umum. Curhat adalah salah satu hal yang bisa menjadi senjata ampuh kita untuk mengurangi kekesalan. Tapi ingat, lihat tempat dan lihat waktunya. Orang yang kesal, seringkali tidak sadar terhadap apa yang dibicarakannya. Jika kita merasa masih melakukan hal seperti di atas, ada beberapa resiko yang harus siap ditanggung, seperti

1. Dicap sebagai orang labil

Percaya atau tidak, jika kita sudah memasuki usia dewasa dan bisa berpikir lurus namun di Twitter kita isinya hanya kegalauan dan curhatan-curhatan colongan, hal tersebut bisa berakhir dengan dicapnya kita sebagai orang yang labil. Apalagi jika penilaian itu merupakan kesan pertama.

2. Menurunkan kredibilitas dan trust level

Bisa jadi saat ini kita sedang menjalin hubungan kerjasama strategis dengan mitra kita. Suatu saat ternyata mitra kita melihat isi tweet kita dan melihat di sana kita sedang curhat dengan tendensi memojokkan seseorang. Seandainya mitra tersebut adalah saya, saya berpikir jangan-jangan jika suatu saat saya mengecewakan dia saya akan dimaki-maki di Twitter. Level trust saya terhadap dia menurun dan otomatis juga akan menurunkan kredibilitasnya.

3. Memperpanjang Masalah

Ini pernah ada suatu kejadian nyata masalah menjadi panjang karena salah paham di Twitter. Misalkan si A memiliki masalah terhadap si B dan sudah saling memaafkan. Ternyata si A melihat ada Tweet curhatan si B di masa lalu terhadap si A yang terus memojokkan dia. Baguslah kalau si A bisa mengerti, kalau tidak? Bisa jadi masalah yang seharusnya bisa selesai saat itu malah semakin panjang.

4. Menurunkan daya Saing

Saya pernah diminta untuk menjadi panitia penerimaan beasiswa dan juga pegawai di beberapa instansi pendidikan. Saat mencari kandidat, selain mempertimbangkan aspek CV dan wawancara, ternyata sekarang atasan juga memeprhatikan apa yang mereka tulis di Social Media mereka! Kamu mungkin bisa tertawa dan mengatakan tidak percaya, tapi saya punya daftar orang yang harusnya bisa mendapatkan beasiswa pendidikan tapi tidak jadi hanya karena isi dari social media mereka seolah menunjukkan mereka tidak berpendidikan sama sekali.

5. Terkena Jerat Hukum

Walaupun kadang hukum di negeri ini terbilang aneh dan susah dimengerti terkait dengan ITE, tetapi banyak pembelajaran terkait dengan apa yang terjadi di masa lalu. Terutama pencemaran nama baik. Jadi, hati-hati saja menggunakan social media, terutama Twitter karena sudah ada payung hukum yang mengaturnya.

6. Beradu di Arena TwitWar

Ini nih yang saya paling malas melihat di TL saya ketika ada dua orang yang sedang TwitWar alias perang dan saling serang di dunia Twitter. Berawal dari curhat colongan, menuju ke TwitWar, akhirnya terjeratlah ke ranah hukum dengan tuduhan mencemarkan nama baik.

Beberapa pertanyaan saya untuk orang yang suka curhat colongan di Twitter, apakah mereka tidak malu untuk menceritakan masalah pribadinya di depan publik? Apakah mereka tidak punya sahabat dekat atau kerabat untuk berbagi cerita? Atau apakah mereka memang tidak punya materi bagus untuk dibagi ke Twitter yang akhirnya mereka isi dengan curhatan?

Semoga kita bisa memanfaatkan Twitter dengan lebih baik lagi. Bagaimana menurut sahabat semuanya?

Ingin mengobrol dengan saya lebih lebar? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!