Uncategorized

Belajar Perencanaan Keuangan dalam Investasi

Written by Arry Rahmawan

Hari ini beberapa adik angkatan saya ada yang menghubungi saya lewat BBM dan email. Hampir serentak, dan keperluannya sama. Mereka menawarkan kesempatan untuk investasi. Ada yang ingin ke luar negeri mengadakan expo dan bazaar, ada juga yang ingin membuat proyek social entrepreneur. Masing-masing presentasi tentang kesempatan dan keuntungan yang akan saya dapatkan sebagai investor. Jumlah yang diminta pun menurut saya tergolong kecil, masing-masing di bawah Rp10 juta.

Namun, izinkan saya sharing tentang alasan kenapa kemudian saya tidak menjawab “Ya!” kepada mereka. Padahal mereka memberikan presentasi istilah keuangan yang menurut saya cukup masuk akal dan mereka adalah orang-orang dekat saya. Kalau saya berorientasi mengembangbiakan uang, saya tanpa berpikir akan investasi kepada mereka. Namun, kali ini saya menjawab ‘tidak!’. Kenapa?

Investasi Membutuhkan Kecerdasan Finansial

Kita tidak bisa begitu saja menggelontorkan uang dan gampang percaya dengan orang bahwa investasi yang akan dilakukan nanti pasti berhasil dan menghasilkan keuntungan yang berlipat. Walaupun mungkin jumlahnya tidak banyak, tetapi sebagai investor kita perlu ‘cerdas’ dalam melihat peluang dan mengukur risiko yang akan kita hadapi.

Sebagai contoh, saya biasa berinvestasi dalam reksadana karena saya sangat paham betul bagaimana risikonya, terutama apabila diinvestasikan untuk saham. Risiko reksadana ini jika kita tidak tahu ilmunya akan membuat panik dalam short term karena bisa jadi nilai investasi akan turun dan kita ingin segera mencabutnya. Tetapi, jika kita tahu risikonya dan mengkalkulasi keseluruhan risiko, saya membiarkan dana investasi itu setidaknya 3-4 tahun yang pada akhirnya akan memberi keuntungan yang berlipat dan menguntungkan.

Inilah titiknya: sewaktu saya ditawari untuk berinvestasi bahkan oleh adik-adik saya, saya akan selalu mengkritisi terlebih dahulu faktor risikonya. Walaupun jumlahnya kecil, namun uang tetaplah lebih berharga dibelanjakan untuk sesuatu yang bermanfaat ketimbang loss dalam investasi dan hilang tak bersisa. Jika saya merasa bodoh dan tidak dapat mengukurnya, lebih baik saya investasikan ke sesuatu yang saya sudah pahami sebelumnya.

 Sumber Dana Investasi Pribadi

Kalau pertama membahas faktor risikonya, faktor kedua ini adalah hal yang lebih sering lagi membuat saya berkata tidak bagi mereka yang menawarkan investasi: Di luar perencanaan dan buffer investasi saya. Baik, Anda mungkin bingung, namun kali ini saya akan memberikan ilmu financial literacy yang jarang diketahui orang untuk berinvestasi.

Sebagai seorang entrepreneur, saya adalah orang yang menganut tidak menaruh semua keuntungan dan investasi di perusahaan tunggal, dalam hal ini CerdasMulia Training maupun Curriculum International Online LMS. Seperti layaknya menaruh semua telur dalam satu keranjang, jika keranjang jatuh maka semua akan hancur. Saya bukanlah tipe yang seperti ini. Ketika ada keuntungan lebih, agar mencegah rush dan collapse, saya memencar keuntungan itu ke dalam beberapa rekening dan investasi.

Di sinilah kuncinya,

Dalam perencanaan keuangan, yang paling penting adalah check-up keuangan. Check-up ini terdiri dari mengetahui berapa kondisi keuangan kita sekarang, berapa rata-rata pendapatan kita, dan berapa besar pengeluaran bulanan kita. Selanjutnya kita menetapkan rencana alokasi kemudian memecah rekening yang akan kita gunakan sesuai dengan tujuan. Rekening yang saya terapkan terdiri dari 4 jenis:

– Rekening Pendapatan
– Rekening Pengeluaran
– Rekening Investasi
– Rekening Emergency Fund

Rekening pendapatan adalah rekening yang khusus ditujukan untuk menampung pendapatan kita, bukan untuk belanja. Rekening pengeluaran adalah rekening yang khusus dibuat untuk menangani cash out jika kita memerlukan untuk keperluan konsumsi primer, sekunder, tersier. Rekening investasi adalag rekening yang dialokasikan untuk keperluan pembelian aset produktif, dan rekening emergency adalah rekening yang dananya tidak boleh diambil, kecuali memang kondisi keuangan Anda collapse alias bangkrut.

Rumus orang-orang kaya, biasanya mementingkan dulu terisinya rekening investasi, rekening emergency, baru kemudian rekening pengeluaran. Untuk yang lebih mengutamakan keamanan, urutannya umumnya terbalik. Terserah Anda. Untuk rekening pengeluaran, paling aman berisi 3 bulan total pengeluaran bulanan Anda. Untuk emergency fund, umumnya saya sisihkan 10% dari total pendapatan namun TIDAK BOLEH DIAMBIL. Untuk rekening investasi adalah sisanya. Jika outflow ketiga rekening tadi lebih kecil daripada inflow rekening pendapatan, maka rekening pendapatan Anda akan terus bertumpuk. Jika sudah begitu, deposito menjadi cukup baik untuk menjadi pilihan Anda. Jika impas, berarti Anda selamat. Jika defisit, umumnya Anda boros dalam konsumsi gaya hidup.

Jadi, pada saat kapan saya mengatakan TIDAK pada penawaran investasi? Betul, pada saat saldo rekening investasi saya KOSONG atau TIDAK BERENCANA menaruh investasi di situ! Hehe.. Berarti, saat rekening saya sedang kosong, pada bulan itu saya tidak memiliki rencana investasi. Jadi saya akan melakukan investasi minimal jika ada dua syarat: risikonya saya pahami dengan baik, dan saldo rekening investasi saya cukup dan memang direncanakan.

Makanya harap maklum jika ada rekan-rekan yang sering menyindir dompet saya tebel karena kartu. Itu bukan kartu kredit, tapi rekening-rekening itu tadi. Hehe.. Terus bagaimana dengan orang yang bilang, “bagaimana kalau investasi itu adalah kesempatan yang baik dan tidak perlu perencanaan?” Ya itu tadi, jika Anda paham risikonya, seluk beluknya, dananya cukup, ambil saja!

Bagaimana menurut Anda? Ini adalah contoh yang paling sederhana tentang perencanaan keuangan dalam investasi Anda. Semoga bermanfaat. Jika Anda tertarik mengundang saya untuk membahas financial literacy, silakan hubungi asisten saya.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar bisnis dan pengembangan diri di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!