Uncategorized

Benarkah Ide itu Mahal?

Written by Arry Rahmawan

Suatu hari saya pernah berdiskusi dengan seorang teman sesama trainer dan masuk dalam sebuah sesi pembicaraan yang seru. Pada waktu itu hal yang kami bicarakan adalah bagaimana agar kita bisa mengumpulkan dan menjalin silaturahim yang erat dengan sesama trainer muda. Pembicaraan ini cukup serius, karena kita sama-sama ingin sekali bisa berkumpul dan saling menyemangati sesama trainer muda. Umumnya trainer itu didominasi oleh bapak-bapak tua. Nah, sekarang kita ingin agar anak muda pun bisa menjadi seorang trainer profesional.

Saya pada waktu itu mencetuskan sebuah program bernama Young Trainer Academy, sementara teman saya ini kemudian memberikan ide untuk membuat social media khusus untuk para trainer muda. Memang kesannya kocak sih, belum pernah tuh saya lihat ada social media semacam itu. Paling juga grup-grup facebook.

Ide itu kemudian saya tindaklanjuti bersama dengan tim, dan teman saya itu (sebagai pencetus ide socmed) trainer saya ajak untuk mengerjakan proyek social media nya. Namun, apa kata dia? “Aduh sorry, gue sibuk banget. Kayaknya gabisa ikutan nih. Bikin socmed kaya begitu kan susah.” Lalu, apakah yang terjadi selanjutnya?

Ya sudah, karena dia tidak mau akhirnya saya teruskan dua proyek ini. Alhamdulillah, pada tanggal 1 – 2 Maret 2014, 2 program pengembangan trainer muda – Young Trainer Academy dan Young Trainer Circle (socmed nya trainer muda) diluncurkan! Hal yang berawal dari sebuah ide dan cetusan-cetusan dalam kepala, sekarang sudah bisa dilihat bentuknya dan dirasakan manfaatnya.

Saat saya memperkenalkan dua program ini kepada teman saya, untunglah teman saya ini mengapresiasinya secara positif. Teman saya ini baik. Namun, belum tentu semua orang seperti itu. Bisa jadi, kita dituduh menjiplak ide yang ada di kepala mereka dan kita harus membayarkan upeti atau ‘royalti’ kepada mereka. Alasannya? Ide itu mahal.

Benarkah ide itu mahal? Bagi saya, ide itu murah, ide yang mahal adalah apabila ide itu diteruskan menjadi sebuah karya nyata. Menghasilkan ide dan mengubahnya menjadi karya adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Membuat karya nyata dari sebuah ide memerlukan perencanaan, dedikasi, kegigihan, dan kerja keras agar karya itu bisa lahir. Bahkan tidak jarang menggunakan banyak sekali uang atau modal-modal yang lain. Sehingga tidak bisa seseorang mengklaim bahwa itu adalah idenya apabila yang menciptakan karyanya adalah orang lain. Kecuali, jika karya kita yang sudah jadi itu dijiplak, dibajak, atau diklaim. Namun jika semua masih dalam kepala, bagaimana mungkin kita mengklaim kerja keras orang lain sebagai bentuk dari ide kita?

Menurut saya, ide yang masih tertanam dalam pikiran hanyalah sebuah ide. Titik. Ide, selama masih belum berwujud dalam karya nyata, adalah sebuah hal yang murah. Mengapa? Karena dia tidak memiliki nilai tambah. Ide yang hanya ada di dalam kepala, mungkin maksimal hanya membuat orang tercengang sambil mengatakan, “oh iya ya, gue ga kepikiran sama ide itu.”

Banyak orang yang ingin dirinya disebut kreatif dalam menghasilkan ide, namun mereka tidak mau menuntaskan ide tersebut menjadi karya nyata. Ironisnya, banyak sekali orang-orang seperti ini yang kemudian merendahkan karya orang lain dan bahkan mengaku-aku bahwa itu adalah ide miliknya, “ih, itu kan ide gue dulu! Dia ngebajak ide gue!”

Kalo misalkan memang itu ide lo, kenapa ga lo bikin jadi karya secepat-cepatnya sih? Seringkali saya bergumam begitu dalam hati. Namun, inilah pelajaran paling penting untuk kehidupan kita.

“Apabila kita mendapatkan, memiliki, atau menghasilkan ide yang positif, maka segeralah tuntaskan sebelum dituntaskan oleh orang lain.”

Memang sebuah ide itu mahal menurut beberapa orang, namun jauh lebih mahal nilai dan manfaatnya setelah ide dalam kepala itu bisa diwujudkan menjadi sebuah karya yang nyata.

Bagaimana menurut Anda?

Ikuti informasi tentang Young Trainer Academy dengan follow @YTAcademy_ID

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan. Untuk mengundang seminar, workshop, dan pelatihan silakan hubungi 087776388330 (Nurin) atau PIN 25A97FAF.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen milenial di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net karena percaya bahwa softskill juga sangat penting dimiliki seseorang dibandingkan hanya menguasai hardskill. Informasi pengembangan diri yang dibagikannya antara lain mengenai keterampilan akademik (belajar dan mengajar), manajemen waktu, entrepreneurship, blogging dan public speaking.

Arry berpengalaman sebagai narasumber pengembangan diri di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!