High Performance Me

Berprestasi dengan Rendah Hati

Saya terinspirasi dengan sebuah kisah yang diceritakan oleh Mbak Shiwy di Grup FB Komunitas TDA Kampus tentang kesombongan seseorang yang menurut saya seringkali terjadi di lingkungan kita sehari-hari.

Di cerita itu dikisahkan ada seorang manajer yang baru diangkat di sebuah perusahaan multinasional. Hari pertama kerja sebagai manajer, dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan yang terbaik. Mulai dari pakaian, wewangian, sampai kendaraan mobil barunya yang baru dia beli. Gengsi, jika seorang manajer hanya menggunakan sepeda motor.

Selanjutnya, si manajer itu pun berangkat ke kantor pada pagi harinya. Di perjalanan, tanpa sengaja ada sebuah sepeda motor yang nyaris saja tertabrak karena ngerem mendadak. Sontak si manajer ini pun kemudian memarahi habis-habisan si pengguna sepeda motor. Dimaki-maki, dibilang tidak hati-hati, bahkan sampai menyebut-nyebut dirinya sebagai seorang yang memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan ternama.

Satu jam kemudian, sampailah dia di kantor perusahaan besar itu. Dia pun berjalan dengan gagah. Menunjukkan statusnya yang tinggi dan tidak sembarangan. Sampai ketika rapat manajer dengan direksi, si manajer baru ini keluar keringat dingin. Kenapa? Orang yang dimaki-makinya tadi adalah bosnya sendiri!

Pernahkah kita melihat kemiripan cerita di atas dengan kehidupan kita sehari-hari? Banyak. Sungguh. Misalnya saya selama ikut di Komunitas TDA dan TDA  Kampus, saya tidak pernah tahu dan mengenal nama-nama pendiri Komunitas TDA itu. Tapi, ternyata mereka adalah pengusaha-pengusaha sukses luar biasa, mendapat penghargaan di mana-mana, bahkan sampai luar negeri. Mereka berprestasi dalam ketenangan, keserderhanaan, dan sangat bersahaja. Tapi banyak juga kita temukan mereka yang belum ada apa-apanya sudah mengklaim diri mereka sebagai seorang expert yang sukses. Ternyata? Tidak ada isinya.

Begitu pula dengan sahabat-sahabat di sekeliling saya. Mereka juara olimpiade internasional, mereka baru saja memenangkan lomba dan kompetisi di luar negeri, mereka baru saja mendapatkan penghargaan tingkat nasional atas prestasi mereka, tapi mereka masih sangat terbuka dan mengakar dengan orang-orang sekitarnya, bahkan awal ketemu mereka kita menganggap mereka adalah orang kampung yang sangat biasa! Padahal ada juga di sisi lain orang yang tidak pernah menghasilkan prestasi apa-apa, tidak punya karya, tetapi merasa sudah melakukan kontribusi yang optimal dengan sekelilingnya.

Saya sendiri pun masih malu jika orang-orang bilang saya hebat atau apa yang serupa itu. Saya selalu berkaca bahwa masih banyak sekali mereka yang jauh lebih hebat dari saya, tapi mereka sangat rendah hati. Maka, tidak pantaslah diri ini sombong. Sangat tidak pantas. Jika memang emas diukur karat dan manusia diukur manfaat, saya merasa belum memberikan apapun untuk bangsa saya ini.

Semoga tulisan ini bisa menggugah kita untuk terus memperbanyak prestasi dan capaian-capaian hidup kita dengan tetap membuat kita merasa belum ada apa-apa. Baca catatan saya yang lainnya tentang, Jika Kita Kecil, Kenapa Masih Bisa Sombong atau Ingin Menjadi Seperti Seperti Penyu atau Ayam?

“Orang-orang yang hebat tidak perlu berkoar untuk memberitahu orang akan kehebatannya, karena kehebatannya itulah yang akan berbicara sendirinya tentang siapa mereka sebenarnya”

Bagaimana pendapat sahabat semua? Pernah mengalami kejadian serupa? Ditunggu sharing nya di kotak komentar di bawah ya.

Ingin ngobrol lebih panjang? Yuk silkakan Follow aja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!