Business Model Canvas Entrepreneurship & Business Problem Solving and Decision Making

Cara Mengisi Blok Key Resources pada Business Model Canvas

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang cara mengisi blok key resources di Business Model Canvas (BMC). Artikel ini merupakan lanjutan dari seri pembelajaran blok – blok Business Model Canvas yang sudah saya tuliskan pada kesempatan sebelumnya.

Sebelum menjelaskan lebih jauh, berikut ini adalah letak Blok Key Resources pada Business Model Canvas,

Blok key resources pada BMC di atas adalah blok yang diwarnai

Lalu apa yang dimaksud dengan key resources di sini?

Berdasarkan buku Business Model Generation, key resources di sini maksudnya adalah aset – aset paling penting yang dibutuhkan bisnis untuk membuat model bisnis dapat bekerja dan menghasilkan keuntungan.

Blok Key Resources ini akan memudahkan pelaku usaha untuk memikirkan sumber daya apa yang memang benar – benar penting untuk membuat model bisnis berjalan. Tentu saja key resources atau sumber daya kunci untuk membuat bisnis berjalan itu berbeda – beda, tergantung dari jenis bisnisnya. Jika bisnis Anda adalah menciptakan produk (seperti tas) misalnya, maka sumber daya yang dibuthkan akan berbeda dengan mereka yang berbisnis berbasis aplikasi digital, seperti GoJek.

Lalu bagaimana contoh pengisian blok key resources ini?

Dalam workshop – workshop yang saya bawakan tentang business model canvas, biasanya blok key resources ini diisi dengan lima kategori sumber daya yang paling sering muncul.

Keempat kategori sumber daya tersebut adalah,

  1. Sumber daya fisik, mencakup segala macam aset fisik yang dibutuhkan agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Beberapa di antaranya adalah: kantor, toko, mesin produksi, kendaraan, dan aset-aset fisik lainnya.
  2. Sumber daya manusia, mencakup segala macam talenta manusia yang dibutuhkan untuk membuat bisnis berjalan. Perusahaan yang berbasis pengetahuan (seperti misalnya jasa konsultan atau pelatihan) akan sangat bergantung pada talenta manusia ini. Beberapa contoh sumber daya manusia yang kritikal dalam bisnis, misalnya: peneliti, surveyor, penasihat, tim ahli, dokter, insinyur, content creator, dan lain sebagainya.
  3. Sumber daya finansial, mencakup segala sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Sumber daya finansial ini bisa dari kantong pribadi pendiri bisnis (bootstrap), bisa dengan skema kerjasama, menarik investor, menggunakan dana inkubasi bisnis di kampus, dana dari venture capital, dan lain sebagainya.
  4. Sumber daya intelektual, mencakup segala sumber daya intelektual yang menjadi ‘senjata rahasia’ perusahaan untuk berkembang. Sumber daya intelektual ini dapat berupa paten, hak cipta, database pelanggan, dan lain sebagainya.
  5. Sumber daya teknologi, mencakup segala sumber daya teknologi yang dapat memajukan bisnis, seperti: internet yang kencang, lisensi perangkat lunak/software tertentu, dan sebagainya.

Setelah Anda mengetahui 5 kategori umum sumber daya (namun tidak hanya terbatas pada ini), selanjutnya Anda akan lebih mudah untuk mengisi sumber daya apa saja yang memang dibutuhkan agar Anda dapat menjalankan bisnis dengan optimal. Setidaknya untuk tahap memulai bisnis terlebih dulu.

Contoh pengisian Blok Key Resources pada Business Model Canvas

Untuk menunjukkan cara pengisian blok key resources ini, saya menggunakan model bisnis dari sebuah startup Maskr.id (bukan nama sebenarnya). Maskr.id memiliki konsep pembuatan masker kesehatan yang motifnya custom sesuai dengan setelan pakaian yang sudah kita miliki sebelumnya. Cara kerjanya adalah pelanggan diminta untuk memasukkan contoh motif dari setelan pakaian yang dimiliki, untuk kemudian Maskr.id akan membuatkan masker yang cocok dengan motif tersebut dan mengirimkannya kepada pelanggan.

Contoh pengisian key resources pada Business Model Canvas

Berdasarkan dari hasil pengalaman lapangan, ditemukan bahwa key resources yang diperlukan dari sisi keuangan dicover oleh bootstrapping atau berasal dari uang yang dimiliki para founder. Dari sisi sumber daya manusia, Maskr.id sangat memerlukan designer yang handal dan kreatif untuk menjamin kualitas. Dari sisi sumber daya teknologi, Maskr.id memerlukan e-commerce website sebagai gerbang untuk melakukan transaksi jual dan beli.

Contoh pengisiannya dapat dilihat pada gambar di atas. Ingat selalu bahwa cara mengisinya selalu berbasis pada 6 prinsip utama mengisi Business Model Canvas. Salah satu prinsip yang paling penting adalah: isilah hanya satu poin saja di setiap lembar sticky notes yang ada.

Demikian pembahasan kali ini tentang blok key resources pada Business Model Canvas, semoga dapat bermanfaat untuk Anda dalam memetakan model bisnis melalui BMC.

Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai instruktur untuk melakukan inovasi dengan menggunakan BMC ini, silakan hubungi via WhatsApp 0856 4087 9848 (Melinda) atau email langsung ke arry.rahmawan@gmail.com.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di seri tulisan business canvas series berikutnya.

Salam,
Arry Rahmawan

Untuk sahabat yang ingin mendapatkan tutorial lainnya, silakan subscribe, like dan share Channel youtube saya.

Bagi yang ingin berinteraksi dan mendapatkan update tentang aktivitas saya, silakan follow akun Instagram saya di @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar