Uncategorized

Bukan Tidak Bisa, Namun Belum Sempat Menulis

Beberapa tahun lalu, saya tidak membayangkan sedikit pun bahwa kelak saya akan menjadi seorang penulis. Saat ini, selain menjadi seorang Personal Empowerment Coach, di sela – sela kesibukan saya memberikan pelatihan dan coaching, saya juga berkarir sebagai penulis untuk beberapa penerbit di Indonesia. Jujur, saya jatuh hati pada dunia tulis – menulis setelah membiasakan diri menulis di blog pribadi saya, arryrahmawan.net 3 tahun yang lalu. Awalnya saya merasa bahwa saya tidak bisa menulis dengan baik. Namun, saat saya coba untuk menulis bebas, ternyata asyik juga. Berawal dari blog itu, akhirnya saya diminta untuk menulis di beberapa media dan penerbit, hingga sekarang ini.

Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan menulis rutin. Menjadi penulis memaksa kita untuk terus – menerus membaca dan belajar, sehingga dengan menjadi seorang penulis kita tidak akan pernah ketinggalan informasi yang aktual karena kita akan ‘dipaksa’ untuk membaca. Menulis juga meningkatkan konsentrasi dan kemampuan kita dalam berpikir kreatif, karena dengan menulis kita berusaha untuk menceritakan sesuatu dari sudut pandang kita, yang berbeda dari orang lain. Berdasarkan penelitian dari James W. Pannebaker (1980), disebutkan bahwa menulis bisa menjadi salah satu bentuk terapi yang menjaga kestabilan emosi karena menulis bisa digunakan untuk mengekspresikan perasaan penulis dengan leluasa. Dalam tingkat paling tinggi, menulis bisa juga menjadi sarana untuk aktualisasi diri, membuat hidup kita lebih bermakna, karena tulisan – tulisan kita banyak mengubah orang. Awalnya saya pikir ini klise, namun silakan cek comment box di blog saya, di mana pembaca terus – menerus mengucapkan terima kasih karena tulisan – tulisan saya mampu menginspirasi mereka. Komentar seperti itu walaupun singkat namun ternyata memberikan makna tersendiri bagi saya. Saya senang jika tulisan saya bisa bermanfaat buat orang lain.

Makanya saya kadang heran jika ada seseorang yang tidak suka menulis.

“Heloooo, Arryyy… Gue gabisa nulis karena gue bukan penulisss… Sementara lo kan penuliss… Beda doonggg…”

Sebelum saya mulai menulis, saya juga bukan penulis. Menurut saya, setiap orang adalah penulis, yang membedakan hanyalah waktu memulainya saja. Mengapa saya bilang setiap orang adalah penulis? Karena menurut saya, untuk menjadi seorang penulis itu (minimalnya) hanya perlu memenuhi 3 syarat ini:

  1. Bisa membaca (tidak buta huruf)
  2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang bisa dibagi
  3. Menyampaikan tulisan dengan cara yang unik (tidak plagiat)

Sekarang bagi Anda yang masih protes bahwa Anda tidak bisa menulis, saya yakin Anda semua yang membaca ini sudah lolos poin nomor 1. Saya tantang lagi, sepanjang hidup Anda, pasti Anda memiliki pengetahuan atau setidaknya pengalaman yang berbeda dari orang lain, bukan? Berarti Anda memenuhi syarat nomor 2. Logikanya, jika Anda memiliki pengetahuan atau pengalaman unik yang berbeda dari orang lain, pastilah Anda bukan plagiator di mana itu memenuhi syarat nomor 3.

Bagaimana dengan kaidah penulisan dan ejaan yang baik? Biarkan editor yang bekerja, atau biarkan pembaca kita yang memberikan masukan tentang detil ejaan dan sebagainya. Esensi dari menulis adalah meninggalkan jejak tentang apa yang Anda pelajari atau Anda alami selama hidup Anda, sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain. Mereka yang tidak menulis, membiarkan pengetahuan dan pengalaman mereka yang berharga terkubur seiring habisnya usia yang mereka miliki.

Maka, saat ini saya bilang kepada banyak orang, “Anda bukan tidak bisa menulis, namun hanya Anda tidak sempat untuk menulis.” Setiap orang itu sebenarnya penulis, hanya saja lebih banyak dari mereka yang tidak meluangkan waktunya untuk menulis. Salah satu penulis yang saya belajar banyak darinya adalah Pak Hasnul Suhaimi, seorang CEO perusahaan telekomunikasi terkemuka yang masih sempat untuk menulis di blognya untuk berbagi inspirasi dan pengalaman, bahkan menerbitkan sebuah buku berjudul Everyone Can Lead. Bayangkan, orang yang kesehariannya bekerja sebagai CEO masih menyempatkan diri untuk menulis! Lah kita?

Jadi, tunggu apalagi? Bring meaning to the world by your writing

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar