Uncategorized

Coba Tebak, Mana Yang Lebih Kaya?

Written by Arry Rahmawan

Sekarang di Indonesia, apalagi menjelang diberlakukannya MEA 2015, isu entrepreneurship semakin hangat diperbincangkan. Berbagai macam persiapan dan upaya dilakukan dalam rangka mempersiapkan Indonesia ‘diserang’ secara ekonomi oleh negara – negara tetangga. Tahun ini, bahkan tahun depan kita mungkin akan banyak melihat tenaga – tenaga kerja asing menjamur di negeri ini. Tidak hanya tenaga kerja, tetapi juga gempuran – gempuran produk asing.

Apa yang saya nilai, proses penyadaran bangsa Indonesia akan entrepreneurship saat ini sudah cukup tepat dan layak diapresiasi. Daripada tidak sama sekali. Bagaimana tidak? Susah lho merubah mindset sebuah bangsa yang menganggap bahwa entrepreneur itu tidak lebih layaknya seorang pengangguran berpenghasilan tidak jelas. Bangsa Indonesia, masih jauh menghargai status – seperti Pegawai Negeri Sipil, ataupun status pegawai, daripada memiliki anak yang berstatus entrepreneur.

Maka, mindset yang terjadi di Indonesia itu sebagian besar masih menganggap bahwa yang namanya ‘kerja’ ya kita harus jadi karyawan, pegawai, atau PNS. Menjadi entrepreneur? Makhluk macam apa itu. Penghasilannya tidak jelas, jaminan hidupnya juga tidak jelas.

Lucunya, coba lihat bangsa – bangsa yang besar ditopang oleh apa? Ekonomi. Dan tahukah bangsa yang ekonominya maju? Cek. Pasti karena banyak entrepreneur di situ.

Bangsa yang banyak entrepreneur nya, walaupun di masa awal perjuangan memang berat – namun mereka memiliki orientasi untuk menjadi bangsa pencipta. Mereka memiliki visi untuk menaklukkan bangsa lain melalui produk yang mereka miliki. Bayangkan, jika sebuah bangsa sudah fanatik atau tergantung akan sebuah produk dari negara lain, maka mereka akan mudah manut ke si negara entrepreneur ini.

Sementara, bangsa yang masih berorientasi pegawai atau pekerja, akan selalu senang dengan menjadi bangsa pengguna. Mereka tidak berpikir untuk mencipta, yang penting gunakan saja. Toh sudah ada juga kan? Bahkan di Indonesia itu lucu. Mereka lebih suka menggunakan produk – produk luar negeri, dibandingkan dengan produk negeri sendiri. Mungkin ini ya yang membuat tumbuhnya entrepreneur di Indonesia menjadi sulit?

Kasian banget Indonesia.

Mana yang Lebih Kaya?

Saya punya cerita tentang dua orang teman saya yang menurut saya menarik. Pertama, dia yang kerja sebagai karyawan dengan gaji Rp10,000,000 per bulan. Ya ditambah – tambah semuanya anggaplah total Rp20,000,000. Yang satu lagi teman saya adalah entrepreneur, di mana penghasilannya adalah Rp6,000,000 per bulan bersih.

Pertanyaannya, mana yang lebih kaya?

Tentu yang lebih kaya adalah yang karyawan lah! Rp20,000,000 per bulan.

Eh, ternyata ada tapinya nih. Si entrepreneur yang saya ceritakan tadi dia hanya kerja 8 jam setiap minggu. Sementara si karyawan itu kerja 8 jam sehari, 40 jam dalam seminggu. Kalau apes, ya bisa 48 jam seminggu alias lembur.

Jadi, kalau dihitung pakai logika : Rp20,000,000 / 40 jam = Rp500,000 per jam untuk PNS

Dan Rp6,000,000 / 8 jam = Rp750,000 per jam untuk entrepreneur

Si entrepreneur ini kerjanya ngapain? Jadi, dia kerjanya setiap minggu adalah membuat video tutorial. Dia shooting di rumahnya sendiri, lalu membuat tutorial itu bisa diakses di Youtube oleh mereka yang ‘bayar’ akun aksesnya. Waktu sisanya dia gunakan untuk berjalan – jalan, bercengkrama dengan keluarga, liburan, dan makan – makan. Kalau dia mau rajin sedikit, anggaplah menggunakan 16 jam waktunya, bisa jadi dia akan menghasilkan Rp20,000,000. Sama mungkin dengan karyawan.

Sementara si karyawan, dengan gaji yang besar itu merasa jenuh dan bosan dengan kehidupan kantornya. Berulang kali dia mengeluh ingin keluar. Tapi sayang dengan gajinya. Tapi ya uangnya juga ga bisa dia nikmati. Jadi maunya apa nih karyawan? Hehe…

Saya pernah mencoba teknik di atas. Bukan dalam bentuk video, tapi lebih ke arah material tertulis (misal : buku). It works. Saya punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal – hal lainnya dengan pendapatan yang lumayan.

Gimana? Enak kan jadi entrepreneur? Ga perlu desak – desakan di commuter line pula! Semua bisa dikerjakan dari rumah bahkan.

Ayo Menjadi Bangsa Pencipta

Saya menceritakan hal di atas, bukan untuk memojokkan bahwa menjadi karyawan itu tidak boleh. Penting loh, bahkan saya pernah menjadi karyawan di beberapa perusahaan dan akhirnya saya bisa belajar banyak dari sana. Tapi, yang saya tidak suka adalah kita menyerahkan diri kita hanya untuk jadi karyawan. Padahal, kita punya potensi menjadi seorang entrepreneur. Dan, menjadi entrepreneur itu berarti kita menuju bangsa yang mencipta, dan dengan mencipta kita bisa menjadi bangsa penguasa.

Setujukah Anda dengan pendapat saya?

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang saat ini sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki hobi menulis dan blog ini adalah tempatnya untuk berbagi terkait pengalamannya di baik di dunia akademik, entrepreneurship, dan juga pengembangan diri.

Arry berpengalaman dalam menjadi pembicara/konsultan di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait dengan tulisan - tulisannya di blog ini.

Untuk menghubungi saya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!

JOKER123
JUDI SLOT
POKER ONLINE
JUDI ONLINE
JOKER123
JOKER123
SLOT ONLINE
SLOT GACOR
JOKER123
JOKER123
SLOT
SLOT ONLINE
JOKER123
SLOT ONLINE
SLOT ONLINE
JOKER123
JUDI BOLA
JUDI SLOT
JOKER 123
SLOT
SITUS SLOT
JOKER123 APK
JOKER123
SLOT ONLINE