Uncategorized

Connectivity with Sincerity

PERBANYAK jaringanmu seluas-luasnya, karena jaringan itu sangat penting! Begitu kata orang. Terinspirasi dari Nabi Muhammad saw, yang bersabda bahwa beruntunglah bagi mereka yang menjaga silaturahmi dengan para kerabat. Selain memperpanjang usianya, juga dipermudah rezekinya.

Kutipan kalimat di atas bisa dibuktikan, kok. Orang akan jauh lebih beruntung mempunyai banyak kenalan karena dia otomatis akan dapat belajar banyak hal dari pengalaman orang-orang yang dikenalnya sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, kita juga bisa menyerap ilmu dan bahkan mendapatkan rezeki (baca: proyek) dari orang-orang yang kita kenal. Tahukah kebanyakan orang masih salah kaprah dalam membangun jaringan?

Pertanyaannya selanjutnya, sudah kita membangun jaringan positif, istilahnya connectivity with sincerity? Membangun jaringan dengan ketulusan, atau selalu ada udang di balik batu alias keinginan tertentu? Saya memiliki beberapa orang teman yang sangat senang sekali menjalin hubungan silaturahmi, kenalannya banyak. Bisa dibilang relasinya ada di mana-mana. Di setiap acara atau kegiatan yang diikuti, pasti ada orang yang sudah dikenalnya.

Sedikit-sedikit berkata “hallo”, sedikit-sedikit “apa kabar?”, dan lain sebagainya. Oke kenalannya memang banyak, jaringannya memang luas. Tetapi ikatan emosionalnya? Belum tentu. Kebanyakan dari kita hanyalah membangun jaringan secara luas. Luas dalam arti ke kiri dan ke kanan. Tapi kadang kita lupa membangun jaringan ke dalam, yang benar-benar dalam sampai ke akar-akarnya. Kita berusaha untuk menyebarkan bibit pertemanan, tetapi lupa untuk merawatnya.

Walaupun relasi tersebut banyak, berapa orang yang akan menangisi kepergian dia ketika dia mati? Berapa orang yang akan menjenguk dia ketika dia sakit? Berapa orang yang akan selalu mengenangnya sebagai seorang yang luar biasa? Tergantung dari seberapa banyak yang ia tanamkan dalam hidup tentunya.

Kita kadang lupa merawat dan membangun hubungan ke dalam karena dalam menjalin pertemanan atau silaturahmi, kebanyakan orang pasti ada maunya sehingga yang menjadi fokus adalah ‘jaringan’ sebanyak-banyaknya. Saya sering sekali melihat orang bergabung di suatu komunitas atau milis populer hanya untuk iklan dan keuntungan dirinya sendiri saja. Dia hanya berpikir, “kalau saya bergabung di komunitas ini, saya dapat apa?” atau “kalau saya bisa berteman dengan orang ini, apa yang saya dapatkan?” akhirnya hubungannya menjadi tidak ikhlas.

Saya punya sahabat-sahabat terbaik di mana saya sangat merasakan hubungan yang tulus, ikhlas, tidak ada syarat apapun. Sebagai akibatnya, kami senantiasa membantu sama lain untuk saling meningkatkan kapasitas diri dan pertemanan itu benar-benar mengikat kuat. Saat kami menjalin persahabatan, kami berpikir, “apa ya yang bisa saya berikan untuk sahabat saya ini?” Hal ini persis sama ketika saya bergabung dan diamanahkan menjadi ketua Komunitas TDA Kampus dan CEDS UI. “Apa ya yang bisa saya berikan untuk komunitas ini?”, bukan semata-mata “Apa yang bisa komunitas ini berikan untuk saya. Ingat, Connectivity with sincerity akan memberikan kualitas hubungan yang sangat menyenangkan, supportive, dan bertahan lama karena dibangun dengan ketulusan. Rezeki itu hanyalah dampak, bukan tujuan dalam memperluas relasi yang kita miliki. Semakin banyak kita memberi manfaat, semakin banyak pula kita menerima dan jauh lebih banyak kita menerima dibanding apa yang kita berikan.

Hanya orang yang bermental keberlimpahanlah yang menurut saya bisa melakukan itu. Apakah kita salah satu dari orang tersebut?

Selamat menebar jaringan, selamat membangun connectivity with sincerity. Ingin tips untuk membangun jaringan? Silakan baca Tips Sukses Membangun Networking.

Ingin mengobrol dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!