Akademik Tips Beasiswa

Daftar Pertanyaan Wawancara dari Profesor Akademik LPDP Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) 2018 Beserta Jawabannya (Bagian 2)

Written by Arry Rahmawan

Sahabat pembaca semuanya, setelah kemarin saya menulis tentang pengalaman saya saat mengikuti wawancara Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LPDP 2018 dari psikolog LPDP, pada tulisan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya saat ditanya oleh Interviewer kedua dari akademik. Untuk membaca tulisan saya sebelumnya yang menceritakan pengalaman diwawancara oleh psikolog LPDP, silakan klik di sini.

Sayangnya, pada saat saya melakukan wawancara, para interviewer tidak memperkenalkan diri jadi saya juga tidak tahu namanya, hehe. Namun dari pengamatan saya, pewawancara yang kedua ini adalah seorang Profesor. Hal ini dikarenakan dua pewawancara lainnya memanggil beliau dengan sebutan “Prof”.

Namanya juga dari kalangan akademisi, seputar pertanyaannya adalah tentang penelitian atau riset yang ingin kita lakukan ketika kita sekolah nanti. Namun, sebelum Anda membaca tentang pertanyaan – pertanyaan yang diajukan, Anda juga bisa melihat contoh proposal S3 yang telah saya buat dan bisa diunduh di sini. agar bisa mengetahui konteks pertanyaan yang diajukan.

Berikut ini adalah pertanyaan yang diajukan dari interviewer 2 yang kesemuanya dilakukan dalam Bahasa Inggris.

Disclaimer: Pertanyaan ini dalam kerangka saya mendaftar untuk beasiswa BUDI LPDP untuk melanjutkan studi doktoral, jadi porsi pertanyaan riset juga cukup banyak.

PERTANYAAN INTERVIEWER 2

  1. Why did you choose this topic as your research?

Thank you, Professor. My research proposal is about creating serious simulation gaming for supporting policy maker for when planning in port cluster development. As we know, Indonesia has priority nowadays to develop its maritime strength, one of the strategies is to develop port. I hope that my research can help Indonesian Stakeholders to make better decision when developing port infrastructure (pelabuhan). By using Serious Simulation Games, the stakeholder can make decision experiments and understand comprehensively what should or shouldn’t do when developing port in Archipelagic State (i.e Indonesia). By understanding comprehensively about the port cluster itself, I expect my research can help policy making and our government to enhance the sustainable and equitable economic growth.

Tips: Sebisa mungkin kita jelaskan kepada interviewer bahwa riset yang kita lakukan ini adalah sejalan dengan program prioritas yang sedang dilakukan oleh pemerintah atau selalu ceritakan dari sisi manfaat untuk negara.

  1. Have you obtained the Letter of Acceptance?

Thank you very much, Sir. Of course, I have obtained one, from Delft University of Technology with unconditional statement. If you don’t mind, this is my LOA. (Saya mengambil berkas dari map yang sudah saya siapkan, kemudian memberikannya kepada Profesor tersebut. Dalam beberapa menit, profesor tersebut membaca LOA saya, tersenyum sebentar, kemudian mengembalikan lagi ke saya).

  1. Why did you choose to apply at the Delft University of Technology?

I apply to Delft University of Technology because of several reasons. First of all, TU Delft is the pioneer of serious games development for complex system analysis, especially for port infrastructure planning. Second, the professor and supervisor who accepted me as their PhD students are one of the most prominent researcher in that field. Third, TU Delft is one of the oldest and reputable University in Netherland. TU Delft has abundant resource and infrastructure to support my study. Based on those three reasons, I am grateful that TU Delft has accepted me as PhD Student.

  1. Have you published journal or proceeding article?

(Pada bagian ini, untungnya saya sudah mempersiapkan printout mengenai profil penelitian saya yang telah dipublikasikan di SCOPUS).

Fortunately, I have published several (specificly 7) paper publications which have indexed on SCOPUS in my 2 years research experience. Three of them are about serious simulation games and the rest of my papers are about industrial sustainability. This is the print out of my paper list which indexed by SCOPUS (kemudian saya menyerahkan lembar printout SCOPUS yang telah saya siapkan sebelumnya, sehingga memudahkan saya menjelaskan kepada interviewer. Setelah beberapa detik melihat dan mengamati lembar yang saya berikan, interviewer pun kemudian tersenyum dan mengembalikannya kepada saya. Saya mengartikan hal tersebut sebagai suatu tanda – tanda positif, hehe).

  1. How can you become a productive author?

I feel grateful that in my 3 years experience as a full-time researcher, there are many opportunities that opened for me to boost my productivity in research through various grants in my university. I actively involved in 3 grants for supporting my research productivity. So, because of those grants, I can publish many scientific papers In 2 years of experience as a researcher,

  1. How long you have become a lecturer?

I become a lecturer since the end of 2014 as a junior lecturer intern. I’ve officially become a full-time lecturer in 2016 At Industrial Engineering Department, Universitas Indonesia. So far, I’ve officially had 4 years of experience as a researcher and lecturer.

Okay, I think its enough from me. Bapak itu pun kemudian menutup dan tersenyum kepada saya untuk selanjutnya menyerahkan wawancara ke yang lainnya.

Demikianlah daftar pertanyaan yang saya dapatkan dari interviewer 2, dengan latar belakang seorang profesor. Tentu menjadi sangat wajar apabila daftar pertanyaannya adalah seputar akademik dan publikasi. Apalagi, saya ingin menempuh studi doktoral yang tentu saja portfolio menulis dan meneliti akan menjadi sangat penting.

Berikutnya saya akan menceritakan pengalaman saya diwawancara oleh interviewerbeasiswa BUDI LPDP yang ketiga, di mana pertanyaannya adalah tentang wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman – teman dosen khususnya yang ingin mengambil beasiswa jalur BUDI LPDP di tahun 2019.

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

2 Comments

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!