Uncategorized

Dari Penikmat Menjadi Pencipta (Writing Challenge #18)

Halo sobat muda! Sudah ikutan #30DWC belum? Itu lho, program sosial untuk menantang diri kita sendiri dengan membuat blog dan menulis selama 30 hari berturut – turut. Belum tahu informasinya? Wah pasti kamu kelewat membaca tulisan saya yang berjudul “Menginspirasi dengan Cara yang Sederhana.” Pada tulisan tersebut, kamu bisa mengetahui bagaimana caranya kalau ingin ikut #30DWC. 2 hari terakhir ini, yang ikut gerakan ini sudah cukup banyak. Beberapa tulisan tentang perjuangan para peserta #30DWC ini juga sudah diposting oleh Rezky yang bisa kamu baca di sini.

Gerakan #30DWC ini semula tidak terpikir oleh saya, karena pada awalnya hanya program untuk ‘memaksa diri’ kembali untuk menulis. Namun, salah seorang penulis kreatif, Rezky kemudian menggagas kepada saya tentang program ini. Menurut saya, idenya cukup brilian.

Kalau saya sendiri melihat gerakan #30DWC ini bukan hanya sekedar ajang mendisiplinkan diri dengan menulis. Tetapi menggeser posisi anak muda yang biasa menjadi penikmat tulisan, beralih menjadi seorang pencipta. Ya, semangat ini jauh lebih besar untuk ditanamkan kepada anak muda ketimbang hanya menulis, dari penikmat menjadi pencipta.

Sebagai dosen di Universitas Indonesia, semangat ini juga coba saya tularkan melalui program dan perancangan kurikulum kewirausahaan di universitas. Berwirausaha, juga merupakan salah satu cara bagaimana mengubah seseorang dari penikmat menjadi pencipta. Saat memberikan soal ujian pun, saya lebih sering menggunakan studi kasus agar mahasiswa bisa berkreasi dengan jawaban mereka (bukan pilihan ganda yang fixed answer).

Mengapa kita perlu beralih dari penikmat menjadi pencipta?

Logika dasar saja, seorang penikmat tentu tidak perlu berpikir panjang tentang apa yang nikmati. Yang penting dia enjoy dengan apa yang sedang dia pakai. Sementara, seorang pencipta ditantang untuk terus berpikir kreatif, inovatif, dan selangkah (bahkan beberapa langkah) di depan orang kebanyakan. Orang yang kreatif adalah mereka yang memiliki perspektif dengan nilai tambah, sementara penikmat tidak berkewajiban memberikan nilai tambah dalam hal apapun. Sudah jelas, para penikmat akan kalah dengan para pencipta apabila berkompetisi untuk menghasilkan karya.

Saya jadi ingat sewaktu saya SMA dulu. Guru bahasa Indonesia saya pernah memberikan tebakan,

“Berapa hasil perkalian antara 8 x 9?”

Setiap murid langsung menjawab, “72 bu!” Tidak ada 3 detik, semua murid di kelas bisa menjawabnya.

“Oke, sekarang ibu mau minta kalian bikin puisi tentang BUNGA!” Langsung deh semua kelas kicep, alias diam. Pertanyaan itu perlu dijawab bermenit – menit, belum termasuk mengumpulkan kepercayaan diri untuk bisa menjawabnya di depan kelas.

Mungkin selama ini kita terlalu banyak menghapal dan menikmati rumus, hingga lupa bahwa kita harus bisa menciptakan sesuatu. Bagi pemuda seperti kamu, coba deh mulai geser pola pikir untuk menjadi seorang pencipta. Yes! You’re creator! Salah satu caranya, bisa dengan ikut #30DWC ini.

Untuk para guru / dosen, sekedar masukan saja mungkin bisa dibuat penugasan atau ujian yang menantang daya pikir mahasiswa untuk ‘menciptakan’ solusi baru, ketimbang hanya menggunakan rumus – rumus atau teori yang sudah ada.

Bagaimana menurut Anda?

Salam,

Arry Rahmawan
Youth Development Trainer
Founder CerdasMulia Institute

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar