Uncategorized

Giving Without Expect to Take

“Memberi dan berbagi tidak akan membuatmu jatuh,
Memberi dan berbagi tidak akan membuatmu bangkrut,
Memberi dan berbagi tidak akan membuatmu kekurangan,
Justru hal itu akan menambah keberkahan dan manfaat hidup,
Jika tidak percaya silakan dibuktikan.”

Sedikit orang yang percaya dan yakin bahwa dengan memberi kita justru akan semakin kaya. Kita terbiasa dididik sejak kecil untuk mementingkan diri sendiri terlebih dahulu, baru mementingkan orang lain. Kita terbiasa diajari untuk saling bersaing satu sama lain. Kita diajari bahwa yang namanya rezeki itu sempit dan tidak cukup bagi semua orang, sehingga semua orang berlomba-lomba menyimpannya, menumpuknya, dan menikmatinya.

Sampai akhirnya tiba di suatu masa saat hidup menjadi jenuh, hidup terasa hampa, padahal seluruh kekayaan dan kelimpahan sudah dimilikinya. Ternyata, hal itu disebabkan karena dalam hidup ini kita hanya memikirkan tentang “aku, aku, dan aku”. Sehingga pada saat semua tercapai justru bingung apa yang saya lakukan selanjutnya.

Hidup bukan hanya tentang aku. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Hidup juga menyangkut orang lain. Bahkan rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya.” Maksudnya sudah jelas, hidup bukan hanya untuk diri kita, tetapi bagaimana kita memberikan manfaat dan kebaikan kepada orang-orang di sekeliling kita. Hanya saja, keyakinan bahwa rezeki dan kelimpahan itu terbatas justru membuat orang sungkan untuk berbagi. Apakah memang demikian?

Hidup bukan hanya diukur dari materi semata. Hidup itu bukan hanya diukur dari gengsi, jabatan, serta uang yang kita miliki. Hidup juga bukan hanya tentang keshalehan pribadi, tetapi hidup juga tentang kebermanfaatan apa yang kita bisa berikan kepada lingkungan kita, orang-orang di sekitar kita.

Banyak orang yang sudah membuktikan, saat kita mencoba memberi tanpa meminta balasan atau giving without expect to take banyak sekali keajaiban terjadi. Ini memang sudah menjadi hukum alam, bahwa segala yang baik akan dibalas dengan kebaikan. Berlaku pula sebaliknya, segala hal yang negatif yang kita lakukan akan kembali lagi kepada diri kita di mana hal tersebut bisa jadi menjadi jauh lebih besar.

Berapa sedekah terbesar yang pernah Anda masukkan ke kotak amal di masjid? Rp10.000? Rp20.000? Atau bahkan Rp100.000? Alhamdulillah jika nominalnya semakin besar. Tetapi saya pernah memang benar-benar mencoba dan entah bagaimana selanjutnya hidup saya seperti banyak sekali diberikan kemudahan seperti saat sedang ujian kuliah, saat sedang menjalankan bisnis, bahkan peluang pun datang dari berbagai penjuru untuk diberikan pelatihan CerdasMulia.

Itu baru salah satu contoh dan memberi itu tidak hanya melulu tentang uang. Bisa juga tentang ilmu, pengalaman, waktu, nasihat, pertolongan, dan lain sebagainya. Energi positif yang kita lepaskan ke semesta, walaupun kita tidak memintanya, pasti akan kembali lagi ke diri kita dalam bentuk yang lebih besar. Setidaknya itu yang saya yakini dan memang itulah yang saya alami. Berbagi tidak membuat kita semakin miskin. Berbagi tidak membuat kita semakin kekurangan, dan berbagi tidak membuat kita semakin susah. Justru dengan berbagi dan memberi, alam bawah sadar kita merekam bahwa kita seolah adalah orang yang berlimpah dan kemudian semesta pun akan mendukung bahwa Anda memang benar orang yang berlimpah.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!