Uncategorized

Great Lessons from Tokyo Disneyland

Semua delegasi di sini sangat senang dan sumringah hari ini. Entah dari negara mana, bahkan Jepang sendiri sangat senang sekali karena hari ini kita semua akan bermain di Tokyo Disneyland! Ya, salah satu kegiatan dalam student exchange kali ini adalah dengan mengunjungi Tokyo Disneyland sebagai bagian dari team building. Saya tergabung dalam tim satu bersama Rista dan Ema dari Indonesia. Thao, Nga, dan Phat dari Vietnam. Ying, MaPrang, dan Tong dari Thailand. Serta Jumpei, Kosuke, dan Chisa dari Jepang.

Tokyo Disneyland seperti layaknya taman fantasi lain, kalau di Indonesia mungkin seperti Dufan tetapi Tokyo Disneyland menurut saya jauh lebih bagus. Saat masuk ke Tokyo Disneyland, tantangan pertama yang langsung dihadapi adalah satu: Crowded! Ramai banget! Bahkan untuk naik ke satu wahana saja harus mengantri hingga 1-2 jam lamanya. Luar biasa…

Ada beberapa pelajaran penting yang saya dapatkan di Tokyo Disneyland ini. Apa sajakah itu?

Cahaya Islam di Tokyo Disneyland

Saat di Tokyo Disneyland, ada satu hal menarik yang ingin saya ceritakan. Ada seorang mualaf di kelompok delegasi Jepang. Di antara 24 delegasi Jepang yang mayoritas tidak beragama, dia memilih masuk Islam dan menjadi muslimah yang taat. Namanya Iijima Akiko dan dia lebih suka dipanggil Jannah. Jannah tergabung di kelompok 5, sementara saya di kelompok 1. Mengambil studi ekonomi di Shiga University.

Singkat cerita, Jannah juga pastinya ikut ke Tokyo Disneyland. Semua wajah dari para delegasi sangat senang dan sumringah. Benar-benar bahagia sekali rasanya bisa ke mampir dan bermain ke Tokyo Disneyland. Tetapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk Jannah. Ya, justru dia merasa sedih.

“Saya terlambat mengerjakan shalat,” kata Jannah singkat. Kami melihat jam dan memang sudah lewat setengah jam. Bagi saya yang delegasi Indonesia, saya sudah tahu bahwa saya tidak bisa shalat tepat pada waktunya sehingga saya harus shalat jama’ qashar (disingkat) di bus waktu perjalanan ke TDL. Bagaimana dengan Jannah?

Di tengah keramaian, dia pun kemudian menggelar tempat untuk melakukan shalat. Di tengah populasi orang yang tidak beragama dan mungkin tidak tahu apa yang dia lakukan. Banyak mata yang tertuju kepadanya. Tidak sedikit juga yang mencibir bahwa dia agak sedikit gila. Tetapi ada pancaran kepuasan saat dia bisa dan telah selesai melaksanakan shalat.

Akan sangat luar biasa jika sahabat dapat melihat kondisi yang sebenarnya. Sungguh banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Kisah di atas adalah beneran kisah nyata. Nyata dan benar-benar membekas di hati. Terutama saya yang sama-sama seorang muslim.

I lost my Cellphone!

Oke guys, ini merupakan salah satu cerita yang cukup menarik. Saya sudah lama mendengar tentang kejujuran orang Jepang saat menemukan barang yang hilang. Dulu saya pernah mendengar bahwa ada teman yang tas berisi laptopnya ketinggalan di kereta dan sudah lewat 2 stasiun. Namun ternyata tas tersebut masih bisa diambil karena ada pada staf di stasiun pencarian barang hilang.

Saya tidak percaya pada awalnya, sampai saya akhirnya membuktikannya sendiri. Di Tokyo Disneyland, ada satu hal yang saya senang menyaksikannya yaitu Disneyland Electrical Parade!! Sebuah parade yang sangat unik menampilkan tokoh-tokoh Disney dengan menggunakan lampu berwarna warni dan juga suara yang musik yang melantun indah. Saya merekamnya dari awal sampai selesai. Sekitar 20 menit menggunakan ponsel BlackBerry saya. Sampai akhirnya ponsel saya dipinjam Rista untuk melihat hasil rekamannya.

Sampai kemudian setelah beli sedikit souvenir, kemudian keluar untuk kembali ke bis saya meminta Rista mengembalikan ponsel saya dan ponsel itu pun hilang.

Saya panik, saat mengingat ponsel itu memiliki banyak data penting di dalamnya.

Sampai akhirnya saya mengingat cerita teman yang tentang lost & found itu. Kami (saya ditemani Rista dan staff dari AEON) pun akhirnya menuju staf yang mengurus barang hilang. Staff dari AEON dan teman-teman Jepang dari team 1 terus menghibur saya bahwa di Jepang, pasti barang yang hilang akan mudah ditemukan.

I hope so.

Dan setelah menuju ke staff barang yang hilang, saya mengisi berbagai macam form. Rista mencoba mengingat waktu dan tempat kehilangan. Jeda waktunya sekitar 1 jam.

Saya sudah hopeless. Saya tidak yakin ponsel saya ditemukan. Pertama, Disneyland saat itu sangat-sangat-sangat ramai dan khawatir ponsel saya terinjak. Kedua, pada saat itu sudah malam dan BB saya warnanya gelap. Siapa yang bisa menemukan? Ketiga, saya sudah tidak bisa melakukan missed call. Jangan-jangan diambil orang?

Staff pun mengecek barang yang saya deskripsikan.

2 menit…

5 menit…

10 menit….

Staff pun akhirnya keluar sambil memegang sebuah ponsel yang sangat saya kenal. Alhamdulillah, ponsel saya ketemu!! Saya langsung dipeluk oleh staff dari AEON dan beliau sangat senang sekali saat tahu bahwa saya menemukan ponsel saya kembali. ^^

Integritas, kejujuran, dan respek terhadap orang lain. Sebuah budaya yang hebat dan semoga bisa diterapkan di Indonesia tercinta.

Disneyland Electrical Parade

Ini adalah bagian yang paling seru! Setelah puas seharian mengelilingi Disneyland dan sebelum ponsel saya hilang, kami semua menyaksikan Disneyland Electrical Parade!! Berikut adalah sebuah potongan opening dari TDL Electrical Parade versi christmas.

 

Tokyo Disneyland Electrical Parade Dreamlights X’mas Version 2012

Ladies and gentlemen, boys and girls
Tokyo Disneyland proudly presents
our most spectacular pageant of night time dreams and fantasy
in millions of sparkling lights and brilliant musical sounds
Tokyo Disneyland’s electrical parade Dreamlights

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar