Uncategorized

Milikilah Impian yang Otentik

Sebagai seorang trainer pengembangan diri, tugas saya yang paling utama umumnya adalah membantu individu untuk mencapai impian yang telah mereka tetapkan. Misalnya saja ada yang ingin menjadi lebih berprestasi di sekolah atau kuliahnya, memiliki bisnis yang lebih berkembang, memiliki blog yang banyak pengunjungnya, dan lain sebagainya.

Saya yakin, Anda pun memiliki beragam impian yang ingin Anda wujudkan. Kalau bisa sesegera mungkin, secepat mungkin.

Namun, saya pernah mendapatkan nasihat dari seorang mentor saat saya belajar tentang bagaimana mewujudkan impian.

Mentor saya mengatakan, untuk mewujudkan impian, hal pertama yang perlu kita pastikan adalah bahwa impian kita tersebut membuat kita ‘antusias’ untuk mengejarnya. Pastikan impian tersebut membuat kita bersemangat, menggebu – gebu, dan membuat kita penuh energi saat menceritakannya serta berupaya mewujudkannya.

Sementara, impian yang membuat kita antusias umumnya adalah impian yang sifatnya otentik (asli) dari dalam diri kita sendiri. Beda dengan orang yang memiliki impian karena melihat orang lain, iri dengan orang lain, atau ingin meniru sepenuhnya orang lain. Hal ini membuat mereka menjadi mudah jenuh dalam mengejar impian itu.

Impian yang tidak otentik (asli) dari dalam diri kita sendiri akan membuat kita menjadi tidak antusias dalam mengejarnya.

Lalu, bagaimana caranya agar memastikan bahwa impian kita otentik?

Sebagai contoh, dulu saya memiliki impian untuk dapat “menerbitkan sebuah buku entrepreneurship best seller untuk pelajar Indonesia di tahun 2011. Impian tersebut kemudian tercapai di tahun 2013 dengan menerbitkan buku Studentpreneur Guidebook. Selisih antara impian dengan tercapainya sekitar 2 tahun. Apa yang membuat saya selalu antusias sehingga impian tersebut tercapai?

Karena saya mampu menjawab 3 pertanyaan berikut ini untuk memastikan impian saya otentik.

Pertanyaan pertama:
Apa alasan yang membuat impian Anda tersebut HARUS TERJADI di dalam hidup Anda?

Contoh:
Mengapa menerbitkan buku HARUS TERJADI dalam hidup saya? Karena waktu itu saya melihat banyak fenomena bahwa mahasiswa yang membangun bisnis memiliki prestasi akademik yang kurang bagus, atau bahkan terancam drop out. Waktu itu, memiliki pengalaman bagaimana cara membangun bisnis saat masih mahasiswa dengan tetap mempertahankan IPK saya saat lulus (3.79). Maka dari itu, saya memutuskan bahwa impian tersebut HARUS TERJADI dalam hidup saya.

Pertanyaan kedua:
Apa saja yang membuat Anda yakin bahwa impian tersebut dapat terwujud dalam kehidupan Anda?

Contoh:
Mengapa SAYA YAKIN bahwa menerbitkan buku tersebut akan terwujud? Karena pada waktu itu saya adalah seorang blogger yang sudah terbentuk kebiasaan menulisnya. Saya juga sudah pernah menerbitkan buku beberapa kali dalam bentuk self publishing. Selain itu, saya juga merupakan ketua umum Komunitas TDA Kampus, di mana di sana saya memiliki banyak kesempatan dn network yang luas untuk mempelajari bagaimana teknik melatih kewirausahaan terbaik untuk pelajar dan mahasiswa tanpa harus mengorbankan aspek akademik mereka.

Pertanyaan ketiga:
Apa saja kriteria yang membuat saya dikatakan ‘sukses’ untuk mencapai impian saya tersebut?

Contoh:
Saya dinyatakan sukses dalam mewujudkan impian ini ketika diterbitkan secara nasional (didistribusikan ke seluruh Indonesia), diterbitkan oleh penerbit mayor (GagasMedia) dan terjual lebih dari 3,000 eksemplar ke seluruh Indonesia.

3 pertanyaan itulah yang membantu saya untuk memastikan bahwa impian yang saya miliki bersifat otentik. Dengan memiliki impian otentik, yang asli dari dalam diri kita sendiri, maka kita pun akan senantiasa semangat untuk meraihnya.

Hingga saat ini, 3 pertanyaan tersebut masih saya gunakan untuk membedakan mana yang hanya sekedar impian karena ikut – ikutan orang lain, dan mana yang kemudian merupakan impian otentik saya. Hasilnya, dari sekian banyak impian yang saya miliki, maka impian otentiklah yang paling banyak saya capai dengan perasaan gembira serta penuh antusias.

Bagaimana dengan Anda?

Apakah saat ini impian yang Anda kejar merupakan impian yang otentik atau asli dari dalam diri Anda sendiri?
Saya tunggu pendapat Anda di kotak komentar di bawah.

Salam,
Arry Rahmawan
Hiduplah dengan antusias, bertumbuh, dan berdampak

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Leave a Comment