Uncategorized

Ingin Gagal dalam Berbisnis? Berikut ini Caranya!

Siapa ingin gagal dalam berbisnis? Tentu jika dihadapkan dengan pertanyaan ini, kita sebagai seorang entrepreneur tidak ada yang mau untuk mengalami kegagalan tersebut. Jika bisa langsung berhasil, mengapa kita harus gagal? Kesan yang ada di kepala kita juga semakin mendukung saat tahu bahwa yang namanya gagal dalam berbisnis itu benar-benar sangat tidak enak.

Walaupun tidak ada yang mau gagal dalam berbisnis, saat saya perhatikan berbagai macam entrepreneur, masih banyak sekali praktik-praktik yang dilakukan di mana justru itu malah mendekatkan sebuah bisnis pada kegagalan. Apa saja praktik-praktik itu? Jika Anda ingin gagal, maka berikut ini cara-caranya.

Melahap Semua Peluang yang Ada

Dulu saya pribadi memiliki pengalaman dalam memulai bisnis untuk bisa memiliki ‘kerajaan bisnis’ dalam bentuk group seolah terlihat bahwa bisnis kita besar karena memiliki unit bisnis yang banyak. Waktu itu saya memulai untuk bisnis pelatihan, pengembangan website, dan membuat sebuah penerbitan. Tiga-tiganya menguntungkan namun saat itu saya sadar bahwa konsentrasi saya terpecah tiga, kekuatan saya untuk mengurus setiap bisnis itu adalah sepertiga, sementara kompetitor saya yang lain mengurus bisnis mereka di bidang yang sama dengan kekuatan berjumlah 1 atau bahkan 2. Tentu saja pada akhirnya ketiga bisnis ini tidak ada yang berkembang. Penerbitan dan pembuatan website saya tutup, untuk bisa fokus ke bisnis pelatihan yang sekarang berkembang menjadi CerdasMulia Leadership and Training Center.

Sok Jalan-Jalan Padahal Bisnis Belum Jalan

Ada sebuah kredo terkenal dalam banyak seminar bisnis, “kita disebut sebagai pebisnis apabila bisnis kita tetap jalan sambil orangnya bisa jalan-jalan.” Masalahnya, kredo ini ditelan mentah-mentah bagi mereka yang ingin memulai sebuah bisnis. Baru berusia 1 tahun, bisnis sudah ditinggal dan tidak dimonitor dengan alasan bahwa sudah dapat berjalan sendiri. Padahal menurut banyak penelitian, sebuah bisnis memiliki masa krusial di 5 tahun pertama, masa kritis pada 3 tahun pertama, dan paling kritis di 1 tahun pertama. Intinya, 5 tahun pertama bisnis Anda perlu yang namanya pengawasan.

Melalaikan hal yang Wajib

Hal yang paling mudah dilihat misalnya dari ibadah yang biasanya rajin dan rutin dilakukan. Semenjak kita memiliki bisnis, sekarang kita sibuk sekali sehingga lupa dan lalai dalam melakukan ibadah seperti biasanya. Banyak sekali yang sudah mengalami dan cerita tentang hal-hal seperti ini. Bahkan sekelas Aa Gym pun mengakui bahwa bisnisnya pernah melalaikan dirinya sehingga pada akhirnya Allah ‘menyentuh’ bisnisnya dan tutup dalam waktu yang singkat

Hard Money Oriented

Walaupun setiap bisnis tidak mungkin bisa berkelanjutan tanpa adanya uang, namun mereka yang terlalu money oriented juga bisa menjadi sebuah masalah karena menganggap bahwa uang adalah tujuan, padahal sebenarnya uang adalah alat yang bisa digunakan untuk hal lain. Pebisnis yang umumnya berorientasi terhadap uang ini bisa menghalalkan segala cara dan menjadi pelit. Akibatnya harta menjadi tidak berkah karena disimpan sendiri, hidup pun menjadi tidak tenang, hutang sana-sini agar bisa kaya dengan cepat, dan banyak lagi contoh lainnya.

Jika Anda merasa bahwa tulisan di atas bermanfaat, maka jangan sungkan untuk mengungkap semua rahasia membuka bisnis sejak masih muda dalam buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik di sini untuk memesan, atau Anda dapat membeli langsung di toko buku terdekat di kota Anda.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!