Uncategorized

Ingin Rezeki Tanpa Batas? Jadilah Pengusaha MudaMulia!

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk membaca buku yang ditulis oleh MasMono, yaitu ‘Rezeki Diantar’. Buku ini menurut saya buku yang menarik dan bagus membahas mengenai konsep rezeki secara utuh dan berbeda. Apa yang mau saya sharing di sini adalah sebuah konsep yang mungkin membantu kita memudahkan dalam memahami cara kerja rezeki dan juga cara menjemputnya tentu saja.

Konsepsi Rezeki

Kalau dalam bukunya MasMono itu disebutkan bahwa sebagai manusia, apalagi seorang muslim tidaklah layak jika kita mengharapkan rezeki kepada selain Allah. Kenapa kita tidak langsung mencari rezeki kepada Tuhan kita yang Maha Kaya? Bukankah rezeki Tuhan itu bersifat kekal dan tidak terbatas? Konsep rezeki ini kemudian sudah diatur dalam firman Allah di QS. Al-Baqarah: 212. Bunyinya seperti apa? Ayo, buka qurannya lagi. Intinya, Allah menjamin rezeki yang tidak pernah ada batasnya bagi orang-orang yang dikehendaki.

MasMono mencoba mengibaratkan rezeki itu seperti air yang mengalir di sungai-sungai. InsyaAllah akan selalu terus dan terus menerus mengalir tanpa batas. Hanya saja bagaimana nih agar rezeki itu bisa selalu kita nikmati tanpa takut kehabisan sedikitpun? Jawabannya kita harus menjadi pengusaha (yang jika pembaca masih muda ^^), dengan formula pengusaha MudaMulia.

Formula Pengusaha MudaMulia ini saya tuangkan bersama teman-teman untuk melandasi berdirinya Komunitas TDA Kampus, sebuah komunitas kewirausahaan untuk mahasiswa yang alhamdulillah saat ini sudah nasional dan mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Formula Pengusaha MudaMulia

Kalau formula ini, saya nih yang merumuskan. Formula ini saya ambil berdasarkan pengalaman saya menjadi praktisi bisnis dan membuka usaha selama 4 tahun. Juga saya ambil dari pelajaran-pelajaran langsung dari teman-teman saya di Komunitas TDA Kampus. Ternyata, usaha teman-teman saya yang menerapkan pola pengusaha MudaMulia ini usahanya berkembang cukup drastis. Lalu, apa sih formulanya? Secara umum bisa dipahami dengan konsep seperti ini:

Pengusaha MudaMulia:
Kompetensi x Aksi x Berbagi

Sedikit tentang penjelasannya ya..

Kompetensi diibaratkan seperti ember¬†untuk menampung dan membawa ‘air rezeki’ kamu. Tentu saja untuk membawa air yang mengalir di sungai rezeki itu, kamu harus memiliki wadah agar bisa kamu nikmati airnya. Kompetensilah jawabannya. Menjadi pengusaha MudaMulia harus memiliki kompetensi yang baik terkait bisnis dan wirausaha. Pelajari bagaimana cara menjual, menjalin relasi, negosiasi, pengembangan produk, riset pasar. Semakin banyak kompetensinya, semakin banyak pula ember dan ukuran embernya pun semakin membesar.

Aksi diibaratkan usaha kita untuk mengisi ember itu dengan air. Apakah mungkin ember yang kering tiba-tiba terisi air dengan sendirinya? Nah, oleh karena itu dibutuhkan usaha dan aksi nyata untuk mengisi ember-ember itu. Makanya, jangan punya kompetensi aja dalam bisnis, tapi buktikan juga dong dengan aksi.

Berbagi diibaratkan sebagai musim penghujan. Oke, saya sudah punya ember dan saya sudah usaha untuk mendapatkan air. Tetapi kalau kemudian tiba-tiba air di sungai menjadi kering, mau berkata apa? Maka inilah yang dimaksud Allah akan memberikan rezeki tanpa batas sesuai dengan siapa yang dikehendakiNya. Mereka yang bertakwa dan senang berbagi insyaAllah akan dijamin musim hujannya oleh Allah. Membicarakan hal ini memang butuh keyakinan dan hanya berlaku untuk orang-orang yang yakin. Saya sendiri sudah merasakannya di mana usaha saya semakin lama alhamdulillah semakin berkembang karena senang berbagi. ūüôā

Nah, sahabat jadi sekarang sudah tahu kan bagaimana cara menjadi pengusaha MudaMulia? Menjadi pengusaha MudaMulia itu sederhana, tetapi memang aksinya yang susah, hehe.. InsyaAllah rezeki akan dijamin dan terus mengalir tanpa batas. Asalkan kita memang mau jadi Pengusaha MudaMulia. Bagaimana menurut kamu?

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Leave a Comment