Uncategorized

Job is About Happiness and Creation

Suatu saat saya pernah ditanyakan tentang apa makna ‘pekerjaan’ (job). Banyak teman saya yang setelah lulus kuliah segera berburu kerja di perusahaan-perusahaan mapan. Saya mungkin agak berbeda sendiri, waktu itu saya memutuskan untuk menjadi seorang trainer dan juga seorang penulis (sampai sekarang sebenarnya, hehe) lepas. Saya memilih dua hal tersebut karena saya suka dan senang sekali dengan pekerjaannya.

Memilih pekerjaan yang disukai memang kesannya seperti orang yang tidak tahu diri. Mendapat kerja saja sudah untung, eh ini malah sok-sokan yang harus sesuai dengan passion, hehe. Padahal setelah lulus kuliah, satu hal yang paling mengganjal adalah kita sudah harus bisa menghidupi kehidupan kita sendiri. Yup, inilah saatnya menjadi orang yang benar-benar ‘orang’, hehe.

Namun buat saya, sebuah pekerjaan bukanlah hanya sekedar rutinitas dan aktivitas mencari uang belaka. Job for me is about happiness and creation. Hidup kita hanya sekali, dan mungkin kita akan menghabiskan 2/3 kehidupan kita dengan bekerja ini. Sudahkah kita memastikan bahwa diri kita bahagia dan bisa menghasilkan karya-karya nyata dari pekerjaan kita?

Menjadi karyawan pun demikian. Bagi mereka yang bahagia dan bisa berkreasi dengan menjadi karyawan di perusahaan tertentu sangat patut disyukuri. Namun seringkali saya mendengar keluhan dari orang yang bekerja di perusahaan (atau teman saya juga) yang mengatakan bahwa diri mereka tidak fleksibel, terkekang oleh atasan, deadline yang membuat stress, teman kantor yang tidak enak dan boro-boro deh mau berkarya, lingkungannya saja tidak enak. Namun, mereka yang mengalami hal ini (mirisnya) banyak yang tidak berani mengambil keputusan untuk mengubah gaya hidup mereka. So, what are you looking for your job? Just only money? Kalau saya tidak, saya memilih untuk mengubah kondisi itu dari dalam, atau ya kembali lagi, menciptakan kerjaan sendiri dan saya menyebut itu dengan istilah passionpreneur.

Hal paling berat dari memilih menjadi passionpreneur adalah melawan pola pikir orang jadul yang menganggap bahwa yang namanya kerja dan meniti karir itu haruslah di kantor dan menghabiskan waktu dari pukul 8 pagi – 5 sore, atau bahkan 10 malam jika lembur. Padahal kalau diteliti kembali, belum tentu selalu berbanding lurus antara produktivitas dengan jumlah jam kerja, hehe. Hal ini pula yang membuat orang merasa tidak berdaya dan ‘nganggur’ jika tidak punya bos atau tidak bekerja di kantor. Padahal kita bisa kok menciptakan pekerjaan untuk kita sendiri.

Saya sering bertemu dengan passionpreneur lainnya di waktu-waktu luang saya. Banyak dari mereka yang bekerja di manapun mereka suka, mulai dari taman bunga, kafe yang nyaman, hingga coworking space untuk mengerjakan proyek-proyek mereka. Mereka juga bisa menyeleksi proyek apa yang mereka kerjakan. Mereka pun tidak terkungkung waktu dari 8 – 5 sore itu, yang penting mereka selesai mengerjakan proyek klien tersebut di waktu yang telah disepakati. Daaaan, masalah bayarannya juga tidak main-main. Seorang passionpreneur profesional bisa dibayar 20-100 juta per proyek, bahkan lebih tinggi. Saya pun dengan ‘hanya’ menjadi trainer dan penulis mendapatkan banyak tawaran job yang aduhai (walaupun pekerjaannya juga aduhai susahnya, hehe). Namun disinilah saya memperoleh kebahagiaan penuh karena saya benar-benar memilih pekerjaan tersebut dari hati. Karena dari hati itulah saya kemudian bisa memaknai arti pekerjaan saya dan menghasilkan karya-karya sebagai seorang trainer dan penulis berupa buku-buku, tulisan, dan banyak materi pengembangan diri lainnya.

Your job is your choice. I choose a job that can bring me happiness and creation.

Bagaimana menurut Anda?

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar