Uncategorized

Judge a Book by Its Cover

Judul tulisan ini mungkin agak aneh bagi sebagian orang, terutama yang sudah sangat sering mendengar ungkapan, “Don’t judge a book by its cover.” Benarkah kita tidak boleh menilai sebuah buku dari covernya? Banyak orang sepakat dengan ungkapan ini. Buku itu yang paling penting adalah isinya, bukan cover atau tampilan luarnya.

Namun saya sebagai seorang penikmat buku, biasanya saat berjalan-jalan ke toko buku mencari buku dengan dua pertimbangan: penulis dan tampilannya. Penulis umumnya jika memang saya sudah mengenal kualitas buku-bukunya yang bagus. Tampilan umumnya jika saya belum mengetahui dengan jelas siapa penulis buku tersebut. Untuk yang cover bukunya biasa saja dan kurang menarik, umumnya saya lewati begitu saja karena memberikan kesan tidak profesional. Salah satu buku menarik yang saya beli karena tertarik dengan covernya adalah buku Dream Catcher tulisan Alanda Kariza. Terlepas dari isi bukunya mengenai gagasan mimpi itu menarik atau tidak, namun teknik pengemasan yang bagus ini menjadi salah satu daya tarik. Bahkan, pernah saya mendengar dari salah satu petinggi toko buku bahwa, sebuah buku tingkat penjualannya bisa naik secara signifikan hanya karena cover nya diganti!

Ungjapan don’t judge a book by its cover seringkali membuat kita mengesampingkan apa makna dan arti dari sebuah penampilan. Di era di mana saat ini sudah banyak sekali buku yang diterbitkan dengan mudah dan murah, maka penampilan menjadi salah satu aspek pentng dalam memenangkan persaingan. Oleh karena itu, memiliki penampilan yang unik dan berbeda menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kesuksesan sebuah buku.

Setelah dilihat-lihat, ternyata ini juga bisa berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Penampilan merupakan salah satu media paling cepat dan tepat untuk membuat kesan pertama terhadap diri kita. Seringkali walaupun kita memiliki gagasan-gagasan yang cemerlang, namun secara penampilan kita urakan, tidak diurus, dan berkesan negatif lainnya.

Maksud penampilan di sini bukan berarti kita harus bermewah-mewahan dan menggunakan barang yang mahal, namun bisa dimulai dengan memberikan senyuman, kehangatan dalam berbicara, pendengar yang baik, empati, kontak mata yang tidak mengintimidasi.

Pernah saya memiliki teman seorang yang sangat pintar dan jenius, namun dia kurang pandai dalam ‘membungkus dirinya’. Orangnya pendiam, tidak suka bersosialisasi, orangnya kaku. Kalau sudah seperti ini, ibarat sebuah buku dengan gagasan bagus tapi covernya sembarangan akibatnya tidak dilirik orang. Di lain kesempatan saya juga melihat seorang yang sangat pandai untuk ‘membungkus’ dirinya dengan cover yang baik dan akhirnya dia banyak dipercaya untuk menangani proyek besar. Namun, ternyata kinerjanya tidak sesuai dengan image yang dia tampilkan. Ibarat sebuah buku, buku tersebut memiliki cover yang sangat bagus namun isinya sangat buruk dan berantakan. Akibatnya cepat atau lambat buku ini tidak akan dilirik lagi dan akan menjadi omongan banyak orang, “Jangan beli buku itu, cuma bagus cover nya doang.”

Memang lebih baik untuk bagus di keduanya, baik secara penampilan maupun secara isi. Jika kita adalah orang yang berilmu, pandai, cerdas, maka berpenampilanlah yang elegan dan menarik untuk mendukung hal tersebut. Jika selama ini kita hanya jago berbicara, namun ternyata kapasitas dalam diri kita belum sesuai dengan apa yang kita gembar-gemborkan ke orang, maka segeralah untuk banyak belajar, belajar, dan terus belajar untuk mengimbanginya. Just deliver on what you promise.

Jadi, memang buku yang bagus adalah buku yang bagus isinya dan bagus juga cover nya, bukankah begitu? Bagaimana menurut Anda?

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang saat ini sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki hobi menulis dan blog ini adalah tempatnya untuk berbagi terkait pengalamannya di baik di dunia akademik, entrepreneurship, dan juga pengembangan diri.

Arry berpengalaman dalam menjadi pembicara/konsultan di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait dengan tulisan - tulisannya di blog ini.

Untuk menghubungi saya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!

JOKER123
JUDI SLOT
POKER ONLINE
JUDI ONLINE
JOKER123
JOKER123
SLOT ONLINE
SLOT GACOR
JOKER123
JOKER123
SLOT
SLOT ONLINE
JOKER123
SLOT ONLINE
SLOT ONLINE
JOKER123
JUDI BOLA
JUDI SLOT
JOKER 123
SLOT
SITUS SLOT
JOKER123 APK
JOKER123
SLOT ONLINE