Uncategorized

Kenapa Tuhan Tidak Menolong Saya?

SERINGKALI kita melihat, atau terjadi dalam kehidupan kita sendiri kadang kita menyalahkan Tuhan atas segala apa yang terjadi dalam hidup kita. “Padahal saya kan sudah mengabdi dan beriman kepada Tuhan, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa-doa saya?”

Saya menjadi teringat sebuah cerita saat saya masih SMA dulu. Ada sebuah kisah tentang kakek yang yakin bahwa dia akan ditolong oleh Tuhan, tapi kemudian dia merasa bahwa Tuhan sama sekali tidak menolongnya.

Cerita berawal di sebuah desa yang makmur dengan panen yang berlimpah. Di sana hidup seorang kakek tua yang sudah lama sekali tinggal di desa itu. Pada suatu saat terjadi sebuah fenomena alam yang tidak pernah terjadi di desa itu sebelumnya. Hujan mengguyur desa itu dua hari dua malam panjangnya, sehingga penduduk desa itu pun panik karena desa mereka tergenang setinggi mata kaki.

“Ayo kita pindah ke desa sebelah yang lebih tinggi. Di sana mereka tidak mengalami banjir,” kata seorang warga. Akhirnya pergilah hampir separuh warga desa itu ke desa sebelah. Kakek dan beberapa warga lainnya masih berharap keajaiban dan yakin bencana tidak akan jauh lebih besar sehingga mereka masih tinggal di desa.

Dua hari kemudian, ternyata banjir mencapai setinggi lutut. Warga kemudian mulai panik dan dari desa sebelah datang kiriman perahu karet untuk evakuasi. Si kakek tetap ngeyel dan memilih tinggal karena dia yakin bahwa akan ada keajaiban, Tuhan akan menolongnya.

Sampailah akhirnya kakek itu di atap rumahnya. Banjir sudah merendam seluruh rumah warga. Tinggal kakek itulah yang tersisa. Lantas kemudian ada sebuah helikopter dari Tim SAR yang menyisir daerah untuk memastikan tiada warga yang tertinggal sampai akhirnya si kakek ini ditemukan. Kakek itu masih bersikeras bahwa dengan keajaibanNya, Tuhan akan menyelamatkannya.

Akhirnya jadilah kakek itu tenggelam. Sewaktu di akhirat pun si kakek itu protes, “Ya Tuhan aku beriman kepadaMu, mengapa Engkau tidak menolongku di peristiwa banjir besar itu?”, kemudian malaikat pun berkata, “Kami sudah mengirimkanmu peringatan dari warga desa sekitar, kami sudah mengirimkan perahu karet, bahkan kami sudah megirimkan helikopter untuk menyelamatkanmu, tapi semua itu engkau tolak.”

Mungkin dalam kehidupan ini kita masih sama dengan si kakek itu. Begitu banyak Tuhan menyebarkan kasih sayangnya dengan membuka berbagai macam pintu kesempatan, membuka jalan dengan berbagai pelajaran, hanya saja kita sebagai manusia kadang hanya mempedulikan apa yang kita inginkan saja.

Maka pantaslah bahwa Allah itu akan sesuai dengan prasangka hambaNya, jika hambaNya berprasangka baik maka pasti Allah itu baik. Begitu pula sebaliknya.

Tuhan pasti menolong Anda, hanya saja apakah Anda menyadari dan menyambut pertolongan itu atau tidak. Tetaplah optimis, tetaplah tersenyum, karena Tuhan akan selalu bersama Anda.

Bagaimana pendapat Anda?

Ingin mengobrol lebih banyak? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar