Life Skills

Kepada Siapa Kita Meminta Nasihat?

Written by Arry Rahmawan

Kepada Siapa ya Kita Meminta Nasihat?

Sabtu kemarin, saya marathon menghadiri dua kondangan sahabat saya yang melangsungkan pernikahan mereka. Pertama adalah Bagus, yang melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Pondok Indah di waktu pagi hari hingga siang. Setelah itu adalah pernikahan Aby, yang diselenggarakan di taman Wiladatika Cibubur.

Saya berdoa, semoga kedua sahabat saya mampu menjadi suami yang baik. Mampu membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amiiin.. ūüôā

Namun, di tulisan kali ini bukan pernikahan mereka yang ingin saya ceritakan. Melainkan adalah kejadian yang saya alami di dalam perjalanannya.

Setelah saya menghadiri pernikahan Bagus, saya bergegas dari Masjid Raya Pondok Indah ke Taman Wiladatika Cibubur. Bagi banyak orang, mungkin jarak antara Masjid Raya Pondok Indah ke Taman Wiladatika itu dekat. Tidak terlalu jauh.

Begitu pun bagi saya, sebenarnya sudah tahu dekat. Tetapi karena saya jarang lewat daerah situ, saya pun memutuskan untuk menggunakan GPS. Istri juga tidak terlalu hapal jalan, padahal dia adalah alumni Forum Indonesia Muda yang biasanya mengadakan acara di Taman Wiladatika Cibubur.

GPS diset, kemudian saya pun meluncur ke tempat yang dituju. Di sana tertulis saya akan sampai dalam waktu 45 menit saja. Wah, tidak terlalu jauh. Oke deh.

Dalam perjalanan naik mobil, sesekali saya ‘mengintip’ GPS yang terpasang di dashboard mobil saya, apakah saya berada di jalur yang benar atau tidak. Sampai kemudian saya melihat GPS menunjukkan arah bahwa saya harus ambil kiri di percabangan jalan tol depan. Padahal, kiri itu ke Cawang. Sementara, kalau mau ke Cibubur itu harusnya ke kanan ke arah Bogor.

Nah, bingung kan?

Tapi, saya berpikir positif aja. Ah, mungkin GPS ini sedang mencari rute yang lebih lancar dan tidak padat.

Saya pun ambil Cawang dengan PD nya.

Hingga kemudian saya melihat ada yang aneh dengan GPS saya.

Ternyata GPS saya tidak dapat sinyal! Hal ini membuat GPS saya terhenti beberapa saat, dan disitu pula saya sadar bahwa saya salah jalan. Dari sana kemudian saya putar balik lewat Taman Mini. Anda pasti tahu sendiri betapa macetnya daerah Taman Mini untuk masuk ke Tol Jagorawi.

Perjalanan yang tadinya bisa saya tempuh 45 menit, menjadi kurang lebih 1 jam lebih 45 menit. Sepanjang jalan, istri saya menghibur saya agar bersabar. Haha, untunglah ada istri jadi saya ada teman ngobrol.

Kisah GPS ini mengingatkan saya akan pentingnya kepada siapa kita meminta nasihat terkait dengan arah hidup kita.

Jangan pernah meminta nasihat kepada seseorang yang justru dapat menghambat hidup kita. Orang – orang seperti ini bisa terdiri dari teman – teman yang negatif, atau mereka yang sering menghabiskan waktu mereka tidak jelas. Saat kita bersahabat atau meminta saran kepada mereka bagaimana cara mencapai impian, bisa jadi mereka malah menghambat perjalanan kita seperti GPS yang error tadi.

Jika kita meminta nasihat kepada GPS yang error, walaupun kita bahkan sudah tahu mana jalan yang benar, bisa jadi kita malah memilih jalan yang salah. Dan, konsekuensi dari kesalahan itu bisa jadi justru malah menjauhkan diri kita dengan impian – impian kita.

Saya sendiri sangat selektif memilih orang untuk saya mintai nasihat untuk kehidupan saya. Orang yang saya mintai nasihat ini biasa saya beri nama GPS Prestasi

Seperti apa kriterianya?

Pertama, orang itu haruslah orang yang menjadi role model. Maksudnya adalah dia sedang atau sudah melakukan apa yang dia katakan. Jadi, tidak asal memberi nasihat saja, namun juga dia bersedia bertanggungjawab atas nasihat yang diberikannya. Misalnya dia bilang agar kita harus disiplin, tetapi dia tidak disiplin. Maka orang seperti ini bukanlah seorang role model.

Kedua, orang itu haruslah positif. Maksudnya adalah berpikiran terbuka dan tidak menghakimi impian yang kita miliki. Hindari orang yang saat mendengar impian kita, justru mengatakan, ‘ah lo ga mungkin bisa’, atau ‘eh impian lo ketinggian’.

Ketiga, mendorong untuk fokus. Saya punya beberapa mentor, namun ada satu kesamaan yang saya temui di semua mentor saya : kalau mau berhasil pilih sedikit tetapi fokus. Sama seperti kalau kita set tujuan di GPS, tidak mungkin kan kita mau langsung tiba di dua tujuan sekaligus? Sampai dulu di tujuan yang satu, baru sampai di tujuan yang lain.

Keempat, jika nasihat itu untuk bidang tertentu maka pastikan kita memintanya dari seorang ahli (expert). Kita memang wajib belajar kepada siapa saja, tetapi tetap nasihat seorang expert itu jauh lebih berharga daripada orang biasa. Seorang expert dapat kita ketahui dari knowledge, skill, dan attitude yang mumpuni.

Kelima, peduli dengan orang lain. Mintalah nasihat kepada mereka yang memang peduli untuk mengembangkan Anda. Jangan sedikit – sedikit bayar, tetapi nasihatnya tidak seberapa. Saya banyak menemukan mentor yang ilmunya kadang lebih hebat dari yang berbayar dan memberikan impact lebih besar dalam hidup saya. Misalnya, salah satu mentor saya Dr. Arief Munandar yang peduli untuk melahirkan pemimpin masa depan Indonesia. Saya belajar banyak tentang kepemimpinan dari beliau dan memberi banyak dampak ke diri saya tanpa harus bayar sepeser pun. Membayarnya justru dengan KOMITMEN.

Jadi, pastikan kita dikelilingi oleh orang – orang yang menjadi GPS Prestasi dalam meminta saran dan arah bagaimana mencapai goals dalam hidup kita.

Pertanyaan yang perlu direnungkan,

Apakah hidup kita masih banyak dikelilingi GPS Error? Jika iya, siapa saja? Apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindar atau menjauhinya?

Sudahkah saya dikelilingi oleh GPS Prestasi dalam hidup kita? Jika sudah, siapa saja? Apa yang bisa Anda lakukan untuk mendekat dan lebih banyak intens kepadanya?

Silakan jawab pertanyaan itu dalam kotak komentar yang tersedia.

Silakan dishare kembali tulisan ini jika bermanfaat di social media Anda.

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!