Uncategorized

Kesalahan Fatal dalam Memulai Usaha Baru – Bagian 1

Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang pebisnis dan membuka bisnis sendiri dengan harapan dapat merubah nasib. Membuka usaha dan menjadi pengusaha bisa dikatakan gampang-gampang susah. Membuka dan memulai mungkin mudah, namun menjalankan, mempertahankan, dan menumbuhkannya membutuhkan tantangan tersendiri.

Artikel saya yang berisikan tips bagaimana membuka usaha baru, mendapat banyak respon dan tanggapan positif. Namun, banyak juga yang masih takut dan bertanya apa yang menyebabkan seorang pengusaha pemula yang baru membuka bisnis bisa jatuh. Berikut ini akan saya beberkan hal-hal yang seringkali membuat mereka yang memilih jalan menjadi pengusaha jatuh dan hancur. Jadilah salah satu pengusaha cerdas yang tidak perlu mengulangi kesalahan-kesalahan yang nyaris selalu dilakukan pengusaha yang baru membuka bisnis.

Separuh Otak

Banyak orang bilang bahwa modal paling penting dalam bisnis adalah otak kanan, kanan, dan kanan. Otak kanan identik dengan langsung action, kreatif, dan berani. Sampai di sini saya setuju hingga kemudian menjadi gelisah saat keberadaan otak kiri menjadi disempitkan. Kesalahan pertama adalah, berpikir hanya dengan separuh otak.

Otak kiri bertugas dalam mengukur sesuatu dengan logis, membuatnya menjadi sistematis, dan merupakan pemikir yang baik. Banyak dari pengusaha pemula yang hanya menggunakan separuh otak tanpa menggunakan belahan otak yang satu lagi. Akibatnya, yang penting ada ide, langsung action, ambil hutang tanpa tahu bagaimana mengelolanya, tidak tahu bagaimana membuat laporan keuangan, tidak tahu pengelolaan aset konsumtif dan produktif. Akhirnya, bisnis pun tutup dengan cepat pula.

Tips: Bisnis dengan langsung action adalah sangat baik. Namun perlu diketahui bahwa peranan otak kiri juga sama baiknya. Jika Anda memutuskan berbisnis sekarang juga, maka imbangi dengan nutrisi ilmu dan strategi bisnis secara taktis dan teknis, seperti pengembangan produk, inovasi, optimasi keuangan dan pemasaran, manajemen SDM, semua itu ada ilmunya, tidak langsung asal nyebur saja.

Salah Niat

Pengalaman saya yang lebih sering memberi seminar dan sharing ke mahasiswa membuat saya semakin jelas melihat adanya salah niat pada pengusaha pemula: Ingin menjadi kaya raya dengan cepat dan sekejap! Berbagai seminar motivasi selalu menjanjikan betapa ‘nikmatnya’ menjadi pengusaha yang digambarkan seperti orang yang uangnya tidak ada habisnya. Siapa yang tidak mau hidup seperti itu?

Niat menjadi kaya itu tidak salah sepenuhnya, namun ada hal yang perlu Anda tanyakan kembali dalam diri Anda. Setelah saya kaya, selanjutnya apa? Mengapa saya harus kaya? Apakah memang bisnis saya hanya untuk membuat saya menjadi pribadi yang kaya harta? Punya mobil dan rumah banyak, serta uang berlimpah hanya untuk diri sendiri?

TIPS: Sebaik-baiknya niat dalam bisnis adalah untuk mengabdi kepada Dzat yang menciptakan Anda. Jadikanlah bisnis Anda semakin mendekatkan Anda dengan sang Pencipta. Bisnis yang seperti ini, akan langsung dibantu oleh Sang Pencipta itu sendiri untuk tumbuh dan berkembang, jika Anda percaya.

Keberkahan

Ada seorang mahasiswa yang mendatangi saya dan bercerita terkait dengan perjalanan bisnisnya yang dalam setahun bisa mengalami 3-5 bangkrut. Umumnya, saya akan mengajukan dua pertanyaan terlebih dahulu:

Apakah sumber modal untuk menjalankan bisnis itu diambil dari yang bukan hak kita?

Untuk apa keuntungan bisnis yang didapat digunakan?

Jika dua pertanyaan di atas dapat dijawab dengan baik, barulah kemudian saya bertanya ke dalam aspek teknis dan strategis. Namun justru seringkali banyak pengusaha muda yang ‘kepentok’ dalam menjawab pertanyaan itu. Mulai dari modal usaha yang didapat dari menjual tanah orang tua tanpa izin, hingga menggunakan keuntungan hasil usaha yang bukan haknya untuk diri sendiri. Jadinya? Tidak berkah. Pembicaraan jadi lebih seru jika dalam bisnis Anda memperkerjakan orang-orang yang tidak memperbolehkan orang menunaikan kewajiban agama sebagaimana mestinya. Semakin sulit lagi nantinya untuk berkembang, hanya tinggal menunggu waktu untuk jatuh.

TIPS: Banyak orang bingung mengapa bisnis yang berisi orang-orang terbaik di bidangnya justru tidak berkembang. Mudah, silakan cek apakah bisnis yang dijalankan itu berkah atau tidak. Bisnis yang tidak diiringi keberkahan akan mudah rapuh.

Menunggu Peluang atau Pemberian

Sebagai salah satu orang yang diamanahkan sebagai ketua komunitas TDA Kampus, saya sering melihat pebisnis pemula yang hanya menunggu peluang. Dalam menjalankan bisnisnya, mereka sering sekali menunggu, menunggu, dan menunggu. Entah menunggu untuk mendapatkan ilmu, menunggu untuk mendapatkan modal, dan menunggu untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkannya.

Jika kita berbicara pengusaha, maka pola pikir menunggu perlu diganti menjadi pola pikir jemput bola. Sebagai contoh, banyak dari mereka yang ingin TDA Kampus memfasilitasi pembuatan direktori bisnis, namun sering sekali orang ini hanya sekedar menuntut, namun tidak bersedia membantu.

Hal ini akan berdampak menjadi kebiasaan dalam bisnis. Seperti misalnya jika kita ingin belajar sesuatu, kita menunggu orang untuk datang kepada kita. Jika kita ingin membuka reseller, menunggu orang lain yang juga datang kepada kita.

TIPS: Peluang itu banyak, tersebar. Tidak perlu ditunggu, yang ada hanya perlu dijemput.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat. Selanjutnya akan saya teruskan di artikel selanjutnya yang akan membahas tentang faktor lain yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis Anda.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputarbisnis dan pengembangan diri di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!