Uncategorized

Kesalahan Fatal dalam Memulai Usaha Baru – Bagian 2

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang kesalahan-kesalahan fatal dalam memulai usaha baru, berikut ini adalah kesalahan lain yang seringkali ditemukan bagi pengusaha, khususnya pengusaha pemula. Tulisan ini sekaligus menjadi penutup dari dua seri artikel yang membahas tentang kesalahan dalam memulai usaha baru ini.

Artikel ini penting untuk dibaca bagi Anda yang memutuskan untuk mengubah hidup melalui jalan bisnis dan wirausaha dengan memiliki bisnis sendiri. Semoga kesalahan-kesalahan kali ini akan menjadi hikmah sehingga Anda tidak perlu lagi mengalami kesalahan yang sama.

Ikut-Ikutan Trend

Ini adalah hal yang paling sering dilakukan, khususnya mereka yang ‘latah’ melihat suksesnya orang lain. Apabila tren saat ini sedang masuk bisnis fashion, maka dia ikut-ikutan membuka itu. Apabila sekarang bisnis kuliner sedang naik daun, maka kita juga coba bisnis kuliner.

Salahkah berbisnis dengan berbasis pada trend? Selama Anda tahu caranya, maka tidak salah sama sekali. Bisnis berbasis trend memerlukan teknik peramalan yang tinggi, kapan permintaan akan naik dan kapan permintaan akan turun. Jika akan naik, persiapkan, jika turun, tinggalkan dan beralih ke tren yang lain.

Kesalahan pada umumnya orang adalah menjadikan bisnis berbasis trend menjadi bisnis yang fix dan tetap sepanjang tahun. Rekan saya pernah mengalami saat membuka booth capuccino cincau. 3 Bulan pertama antusias pembeli sangat besar, tetapi kemudian permintaannya terus-menerus merosot dalam 3 bulan selanjutnya dan hingga satu tahun tutup. Umumnya, dalam bisnis makanan dengan booth, pembeli Anda yang real bisa dihitung mulai bulan keempat.

TIPS: Perhatikan apakah bisnis utama yang ingin Anda geluti berbasis trend atau tidak. Jika iya, maka cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan take and run, take and run, bukan take and grow. Bisnis basis tren cocok untuk menabung modal yang bisa digunakan untuk menumbuhkan bisnis utama Anda. Bagaimana cara untuk memulai bisnis yang bukan basis tren? Ambil bidang di mana itu merupakan kebutuhan pokok atau sekunder dari masyarakat (pangan, sandang, papan, energi, pendidikan) di mana permintaannya akan selalu ada.

Tergiur Hutang

Bisnis sudah berjalan, saatnya kemudian ekspansi dan mengembangkan bisnis dengan lebih besar lagi. Bagaimana caranya? Ambil Hutang!

Banyak mentor bisnis yang menganjurkan dan mengajarkan teknik-teknik dalam pengambilan hutang untuk bisnis. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak juga yang kemudian merasa ‘sengsara’ karena ujungnya harus dikejar debt collector dan terjerat bunga hutang yang sangat tinggi.

Berhutang akan menjadi powerful bagi orang yang tahu tekniknya. Sementara bagi orang yang hanya membutuhkan dana segar dan gagal mengatur hutangnya, akan bangkrut. Anda perlu mengetahui konsep time value of money, interest, bahkan inflasi dan depresiasi.

Dalam seminar Financial Literacy saya seringkali hutang menjadi bahasan yang panjang dan menarik. Namun intinya yang ingin saya sampaikan adalah seperti ini:

Terkait hutang, ambillah hutang dengan cicilan maksimal 30% dari total pendapatan bulanan Anda. Ini akan membantu Anda untuk terus dapat melunasi hutang tersebut saat jatuh tempo karena Anda memiliki pendapatan. Oleh karena itu, jika Anda tidak memiliki pendapatan yang bagus dari bisnis Anda, hindari hutang. Tapi kalau Anda tetap ingin mengambilnya, itu sah-sah saja dengan risiko ditanggung sendiri.

Kedua, belanjakan pada aset produktif. Dalam hutang-piutang ini saya membagi aset menjadi dua, produktif dan konsumtif. Aset produktif adalah aset yang jika Anda beli saat ini, nilainya bisa terus naik atau mendatangkan pendapatan lagi hingga impas bahkan lebih. Contoh: membeli properti, atau mobil untuk disewakan, atau faktor produksi (mesin dengan kapasitas lebih besar dan menghasilkan harga pokok produksi yang lebih murah). Aset konsumtif adalah aset yang lebih condong untuk memenuhi lifestyle Anda, padahal tidak terlalu perlu. Seperti baju dan sepatu mewah, jam tangan berlian, handphone. Aset konsumtif adalah barang yang jika Anda keluarkan dari tokonya, mengalami depresiasi dan terus-menerus turun.

Masih banyak hal yang ingin saya sampaikan terkait hutang, yang nanti akan saya bahas di lain kesempatan. Namun jika Anda ingin mengetahuinya, silakan ikuti seminar financial literacy saya.

TIPS: Berhutang bukan masalah keberanian otak kanan, tetapi adalah bagaimana mengambil keuntungan dengan cermat dari hutang itu. Pelajari ilmu tentang hutang. Jika Anda belum memilikinya, hindari untuk berhutang.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar bisnis dan pengembangan diri di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda. Bidang yang ditekuninya saat ini adalah metode pemodelan dan simulasi sistem untuk pengambilan keputusan di bidang transportasi, khususnya transportasi laut.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmwan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!