Uncategorized

Kita Dibentuk dari Kebiasaan Kita

Beberapa tulisan saya tentangPersonal Branding di blog ini menekankan betapa pentingnya untuk membangun brand sebagai pembeda antara diri kita dengan yang lainnya. Dalam bisnis yang baru dibangun, brand utama yang dibawa seringkali tergantung dari bagaimana personal branding si owner. Banyak orang bekerjasama dengan bisnis baru bukan karena brand bisnis tersebut namun karena percaya dengan personal brand pemiliknya, entah mungkin karena expert, atau berkarakter jujur sehingga dapat lebih mudah dipercaya.

Personal branding dalam karir pun demikian. Semakin spesifik justru akan semakin bagus. Saya memiliki teman yang bekerja di sebuah perusahaan tambang dan hanya dia yang mengerti tentang seluk beluk bidang teknologi tambang untuk mineral tertentu yang pada akhirnya dia mendapatkan career securities karena personal branding nya sebagai seorang expert.

Masalah personal branding ini akan mulai berabe pada saat apa yang ingin kita persepsikan berbeda dari yang ditangkap oleh orang lain. Misalnya kita adalah seorang yang ingin dikenal sebagai penyanyi (singer), namun banyak orang mengenal kita sebagai seorang stand up comedian (padahal kita tidak bermaksud dikenal sebagai itu).

Bagaimana cara agar kita bisa ‘dikenal’ sebagai seseorang yang kita inginkan? Cara paling ampuh adalah dengan menanamkan habit atau kebiasaan. Banyak dari kita tidak sadar bahwa sebenarnya diri kita ini merupakan akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan yang kita miliki. Jika kita terbiasa marah, orang akan mengenal kita sebagai pemarah. Jika kita terbiasa menghibur orang dengan gaya jenaka, maka orang akan mengenal kita sebagai komedian. Jika kita terbiasa menghasilkan karya kreatif visual, maka kita akan dikenal sebagai seorang visual creator yang kreatif.

Saya dikenal menjadi seorang penulis dan trainer karena kebiasaan menulis saya dan membawakan pelatihan di berbagai tempat. Teman saya dikenal sebagai seorang pianist karena kebiasaannya untuk berlatih dan mengadakan show untuk beberapa kota.

Membentuk habit ini mencakup dengan bagaimana gaya hidup kita, buku apa yang kita baca, dengan siapa kita berteman, dalam forum apa kita hadir, bidang apa yang kita banyak berlatih, dan sebagainya.

Saya menggunakan perangkat lunak bernama LIFT – Goal Tracking saat saya ingin menanamkan kebiasaan baru untuk memperkuat branding. Inti dari membentuk kebiasaan adalah melakukan hal secara berturut-turut (streak) tanpa putus. Menggunakan lift goal tracking itu dapat membantu saya untuk menanamkan kebiasaan dan mengontrol streak yang saya ciptakan. Bagusnya lagi, apa yang saya lakukan bisa di share dan dikomentari oleh teman-teman.

Jadi jika Anda ingin dikenal sebagai seseorang sesuai dengan keinginan Anda, bentuk dan arahkan kebiasaan Anda menuju ke sana.

Bagaimana pendapat Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips pengembangan bisnis, karier dan pencapaian hidup di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!