Uncategorized

Living Like a Puzzle

Catatan: Artikel ini saya tulis di tahun 2009 dan dipublikasikan kembali tahun 2013.

Tulisan ini bermula ketika saya sedang melihat satu set rangkaian puzzle 1000 keping yang dijual di sebuah toko buku. Saya berpikir, tampaknya dibutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa sekali untuk memainkan puzzle ini, apalagi puzzle ini memiliki kepingan yang sangat imut. Namun para pemain puzzle ini dapat memperoleh kepuasan tersendiri, karena setelah semua kepingan puzzle sukses terangkai, akan terpampang sebuah pemandangan indah dengan latar sebuah kota di Eropa. Benar-benar elegan!

Hidup itu Seperti Puzzle

Hidup ini begitu singkat! Begitu kata banyak orang, dan ternyata bukan hanya kita, Tuhan pun melalui firman Nya di kitab suci menyatakan bahwa kita ini hanya sekedar lewat saja hidup di dunia. Lantas untuk apa sebenarnya kita ada di dunia? Dalam Islam, dijelaskan di surat Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa Tuhan (Allah) menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepadaNya. Ibadah di sini tentunya adalah ibadah yang sempit dan ibadah yang luas.

Sekarang kita bermain analogi, yuk! Bayangkan sebelum kita lahir, kita memiliki banyak sekali jenis puzzle ‘sempurna’ yang dibuat oleh Tuhan kita. Puzzle-puzzle ini ada puzzle agama, puzzle keluarga, puzzle pendidikan, puzzle harta, puzzle jabatan, puzzle persahabatan, puzzle karir, dan lain sebagainya. Tuhan itu amat sangat adil. Dihamburkan semua puzzle yang telah jadi tersebut menjadi banyak kepingan-kepingan. Dan tugas manusia adalah mencari, merangkai puzzle-puzzle tersebut dengan sebaik-baiknya, dan kalau Anda berhasil menyelesaikan semua Puzzle tersebut sesuai dengan waktunya, dan hasil puzzle Anda membuat Tuhan tersenyum bahagia, selamat! Anda mendapatkan grand prize berupa surga karena puzzle Anda sesuai dengan yang dikehendaki olehNya.

Jadi, bagaimana pendapat Anda dengan analogi tersebut?

Dalam bahasa kerennya, analogi di atas disebut dengan Vision. Visi ini dapat berupa cita-cita, keinginan, kemauan yang ingin diwujudkan. Dan uniknya, kita diberikan kebebasan untuk memilih kepingan mana yang ingin kita rangkai dalam puzzle kehidupan kita. Nah, banyak sekali manusia membuat sebuah puzzle yang hanya memberikan manfaat untuk orang tersebut di dunia saja. Sehingga karena Tuhan begitu sayang sama kita, terkadang bentuk puzzle atau kepingan yang kita pilih diganti dengan kepingan pilihaNya, sehingga puzzle kita terlihat lebih cantik dan sempurna. Pertanyaan saya, bagaimana bentuk puzzle-puzzle Anda? Saya harap Anda tidak berkata, ‘Saya belum punya’.

Contoh Bentuk Puzzle

Puzzle Agama : Pada usia 23 tahun akan menghafalkan 5 juz Al-Quran dan menjadi ahli Fiqih

Puzzle Keluarga : Pada tahun 2012 mengajak (bahkan membiayai) keluarga untuk naik haji dan umrah; tahun ini mentraktir keluarga makan malam di luar 3 kali

Puzzle Harta :  Tahun 2015 mempunyai sebuah rumah megah dan aset kekayaan 20 milyar lebih, dan 20% disumbangkan untuk kepentingan sosial

Puzzle Pendidikan : Tahun 2010 saya menjadi mahasiswa terbaik tingkat satu Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Puzzle Karir : Tahun 2015 saya menjadi seorang dosen mata kuliah Teknik Industri dan menjadi pembicara motivasi tingkat internasional

Dan lain sebagainya. Silakan Anda menetapkan puzzle Anda sendiri. Tapi hati-hati, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi dalam membuat puzzle ini. Yaitu puzzle ini harus bermanfaat dan berdampak positif pada 3 hal, diri sendiri, orang di sekitar dan masyarakat banyak, serta Tuhan Anda. Buatlah puzzle yang seimbang dengan berpijak pada norma-norma kebenaran.

Notes : Setelah membaca artikel ini, buatlah masing-masing 3 macam puzzle kehidupan Anda di bidang yang berbeda (agama, keluarga, persahabatan, kesehatan, pendidikan, dsb), secara jelas (bentuknya), spesifik (detailnya), terukur (kapan mengerjakan dan mewujudkannya), serta memberikan manfaat pada 3 hal yang telah saya sebutkan di atas. Selamat menetapkan puzzle Anda.

Anda bisa share apa yang Anda tulis dengan mention Twitter saya @ArryRahmawan dengan tagar #LivingPuzzle

Ingin berkomunikasi lebih lanjut dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Leave a Comment