Could create table version :No database selected Membuat Timeline Penelitian untuk Tugas Skripsi, Thesis, atau Disertasi | Arry Rahmawan
Akademik Tugas Akhir

Membuat Timeline Penelitian untuk Tugas Skripsi, Thesis, atau Disertasi

Written by Arry Rahmawan

Pengalaman menempuh studi doktoral selama 6 bulan terakhir, memberikan banyak pembelajaran baru buat saya. Salah satu pembelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan adalah tentang bagaimana cara membuat timeline penelitian agar saya bisa menyelesaikan studi doktoral ini dengan tepat waktu yaitu 4 tahun. Sejak awal, daily supervisor saya mengatakan bahwa memiliki timeline penelitian sangat penting untuk mengetahui arah penelitian kita. Dengan memiliki timline yang jelas, diharapkan kita akan lebih fokus dan bisa mengatur prioritas kerja kita. Sebaliknya, memiliki timeline yang tidak jelas merupakan salah satu penyebab mengapa proyek penelitian, entah itu skripsi, thesis, maupun disertasi tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Terlebih lagi, disertasi / studi doktoral sangat berbeda dengan skripsi dan thesis yang waktu dulu saya lakukan di UI sehingga memiliki timeline penelitian yang jelas menjadi sangat penting. Pada artikel kali ini, saya ingin membagikan pembelajaran yang saya dapatkan dari supervisor saya dalam membuat perencanaan atau timeline riset disertasi saya.

Ngomong-ngomong, apa sebenarnya perbedaan antara disertasi atau riset doktoral dibandingkan penelitian skripsi dan thesis? Jika penelitian skripsi dan thesis umumnya kita memiliki rentang waktu 4 – 8 bulan, maka di penelitian doktoral ini memiliki waktu 3 – 10 tahun lamanya, tergantung bidang yang diteliti. Lamanya waktu penelitian ini karena di penelitian doktor, kita harus bisa memberikan kontribusi yang orisinil di bidang keilmuan kita. Kontribusi yang orisinil ini tentunya harus ditemukan dengan hati – hati dan teliti, memastikan bahwa belum ada orang lain yang juga melakukannya. Sehingga dapat dibayangkan penelitian di tingkat doktoral adalah penelitian yang sifatnya marathon: melakukan tinjauan literatur, menulis artikel jurnal, menulis artikel untuk konferensi, mengikuti beragam course, dan terus-menerus seperti itu hingga kita dapat menyelesaikan disertasi di ujung waktu mempertahankan tesis yang kita buat.

Maka dari itu, ketika hari Kamis kemarin saya dapat kesempatan untuk bimbingan dengan daily supervisor baru saya, saya langsung mengajukan pertanyaan ke beliau “bagaimana caranya agar saya bisa lulus tepat waktu? Bagaimana caranya agar saya dapat fokus dan mengerjakan riset yang terarah, sehingga tidak membuang waktu dengan percuma?”

Selayaknya sekolah di Eropa, bukan jawaban yang saya dapat namun saya justru ditanya balik, “rencana dari kamu sendiri bagaimana?” Pertanyaan tersebut membuat saya harus berpikir sendiri bagaimana rencana atau timeline yang baik menurut saya. Sehingga di bimbingan tersebut, saya dan supervisor pun melakukan workshop bareng untuk menentukan timeline penelitian saya. Supervisor saya menyiapkan sticky notes, kertas flip chart, dan spidol. Teknik ini sengaja dipakai agar kami bisa dengan mudah melepas pasang rencana yang sudah kami buat.

Jadlah kemudian saya mulai menuliskan berbagai macam rencana timeline yang ada di kepala saya: mulai dari kapan saya mau menulis draft artikel untuk conference pertama, kapan mau maju sidang proposal (GO/NO-GO meeting) agar saya resmi menjadi kandidat doktor di TU Delft, kapan ingin mencari data dan membuat model perhitungan, kapan ingin mengambil kelas pemrograman Python, dan kapan mau menulis disertasi.

Setelah saya membuat timeline versi saya, tibalah saatnya untuk sesi feedback. Di sesi feedback ini, timeline yang telah saya buat dikritisi dengan sangat detil oleh Daily Supervisor saya. Sejak awal, supervisor saya sudah mengatakan bahwa dia akan mengkritisi dengan sangat detil agar timeline yang saya buat itu setidaknya: (1) Feasible untuk dicapai; dan (2) “Sehat” secara kerja, memperhatikan aspek Work Life Balance.

Jadi, apa saja pembelajaran penting yang saya dapatkan?

BUATLAH WAKTU BERSIH YANG TERSEDIA UNTUK MENGERJAKAN RISET (NET TIME AVAILABLE)

Hal pertama yang saya pelajari dalam membuat timeline riset ini adalah memastikan kembali berapa waktu bersih yang saya punya untuk mengerjakan riset ini. “Waktu Bersih” di sini adalah waktu efektif yang memang bisa digunakan untuk riset secara riil.

Satu kesalahan asumsi yang saya pakai dalam menyusun timeline penelitian ini adalah saya berasumsi memiliki waktu sebanyak 48 bulan untuk mengerjakan riset. Padahal, 48 bulan itu belum dikurangi waktu yang saya gunakan untuk libur lebaran, libur musim panas, dan libur musim dingin. Di sinilah dailiy supervisor saya meminta agar saya memiliki waktu libur yang layak, dan meminta saya benar – benar memikirkan waktu bersih yang saya punya. Jadi, jika saya mengasumsikan bahwa waktu libur saya setahun kurang lebih 6 minggu, maka secara bersih saya punya waktu bekerja hanya kurang lebih 3,5 tahun untuk menyesuaikan semuanya. Waktu bersih ini bisa jadi belum dikurangi dengan izin sakit atau agenda – agenda insidental lain.

Pelajaran pertama, sebelum membuat timeline rencana riset, maka kita perlu memastikan dulu waktu bersih yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek. Buatlah asumsi yang lebih akurat, salah satunya dengan menambah pertimbangan untuk hari – hari libur. Ketika kita memiliki mengetahui dengan pasti net time available yang kita miliki, maka rencana yang kita buat akan lebih realistis.

MULAI DARI HASIL AKHIR (BEGIN WITH THE END)

Dulu, ketika saya masih menjadi seorang trainer pengembangan diri, salah satu buku bacaan yang saya suka adalah 7 Habits of Highly Effective People. Buku yang membahas 7 kebiasaan yang dimiliki orang sukses ini menceritakan, salah satu yang membuat orang sukses adalah ketekunan dan fokus, sementara fokus berasal dari “jelasnya hasil akhir yang ingin dicapai”. Dengan kata lain untuk menjadi sukses: mulailah dari yang akhir.

Hal itu pula yang menjadi perhatian supervisor saya ketika memberikan feedback dari timeline yang telah saya buat. Sambil memberikan feedback, supervisor saya bertanya, “kapan kamu ingin memulai thesis defense?”. Saya pun mulai melakukan kalkulasi sederhana. Jika beasiswa saya terbatas hanya sampai 31 Agustus 2023, maka saya harus defense atau sidang sebelum liburan musim panas. Hal itu berarti, saya harus sidang sekitar bulan Mei atau Juni 2023. Jika saya ingin sidang di Bulan Juni 2023, saya harus submit setidaknya 6 bulan sebelumnya, yaitu Januari 2023 untuk memberikan kesempatan pada komite PhD mengecek kualitas disertasi saya. Berartii… Jika saya bisa menulis disertasi dalam waktu 4 bulan, saya sudah harus memulai menulis disertasi pada Bulan September 2022! Jika dirangkum lagi, pada intinya saya hanya memiliki waktu riset bersih itu 2,5 tahun – di mana setengah tahun digunakan untuk libur, dan satu tahun untuk disertasi hingga sidang.

MEMASUKKAN JADWAL CONFERENCE / COURSE YANG INGIN DIAMBIL

Setelah saya menyadari bahwa waktu bersih yang saya miliki sebenarnya hanya 2,5 tahun untuk riset, supervisor saya kembali “memotong” waktu yang saya punya dengan jadwal conference dan course yang harus saya ambil. Dalam konteks PhD di TU Delft, setiap PhD wajib mengikuti beberapa conference top tier di bidang keilmuannya, sekaligus mengambil beberapa course untuk mendapatkan 45 Graduate School Credits, semacam kredit kuliah singkat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PhD.

Tentunya hal tersebut membuat waktu yang tersedia untuk riset semakin sedikit. Setelah kita memasukkan semua jadwal tersebut, barulah tersadar bahwa sebenarnya waktu untuk PhD ini sangatlah terbatas. Hal ini membuat kita harus menjaga prioritas belajar dan riset dengan baik.. Karena jika sedikit terpeleset, maka waktu penelitian kita akan mundur.

Ide di atas juga bisa diadopsi untuk kamu yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi atau thesis. Agar lebih menarik, kamu bisa menggunakan kertas manila atau sticky notes, seperti yang diajarkan supervisor saya pada saat bimbingan,

Contoh pengerjaan timeline penelitian yang saya kerjakan bersama supervisor saya

Nah, dengan begini diharapkan kamu bisa menyusun timeline tugas akhir kamu dengan lebih tepat. Tugas akhir memang challenging, karena deadline nya kita yang tentukan sendiri. Di rentang S3 atau PhD lebih longgar lagi, karena kita sedang dilatih untuk menjadi independent researcher, makanya kemampuan menyusun proyek yang realistis dan melaksanakannya adalah koentji!

Sekian sharing saya hari ini, semoga bermanfaat ya untuk rekan – rekan semua.

Salam,
Arry

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen milenial di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar akademik, entrepreneurship, dan pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net.

Arry berpengalaman sebagai narasumber pengembangan diri di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

3 Comments

Leave a Reply to Arry Rahmawan X

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!