Uncategorized

Menang Ilmu namun Kalah Pengalaman

Written by Arry Rahmawan

Pada bulan April lalu, saya berkesempatan untuk bisa hadir menemani senior saya memberikan pelatihan di sebuah perusahaan bonafid di Surabaya. Pelatihan itu membahas tentang topik manajemen rantai pasok, sebagai salah satu pelatihan yang dibuat agar perusahaan bisa berubah ke arah yang lebih baik. Tentu, untuk bisa terus bersaing di pasar sebuah perusahaan harus terus – menerus berubah. Pelatihan ini, salah satunya adalah untuk memudahkan perubahan itu.

Pelatihan dikhususkan untuk middle management setingkat manajer. Namun, jangan salah. Manajer – manajer di perusahaan ini benar – benar beraneka ragam. Ada yang masih usia menjelang 40 an, ada juga yang nyaris menginjak usia 60. Kadang, senior saya begitu mengetahui informasi peserta berkata kepada saya, “Ry, kita siap – siap ya kalo ‘dibabat’ sama yang tua – tua.” katanya. Saya sendiri maklum kenapa senior saya mengatakan hal seperti itu. Pertama, usia kami mungkin separuhnya dari usia orang – orang yang kami training. Kedua, tentu secara wawasan perusahaan, mereka yang lebih mengerti. Jadi, ibaratnya kalau kita sotoy sedikit, habislah kita.

Pelatihan pun dimulai dan tanpa disangka, tidak terjadi apa yang seperti kami pikirkan pada awalnya. Pelatihan berjalan dengan baik. Semua peserta mengikutinya dengan kondusif dan aktif berinteraksi. Sampai di sesi – sesi coffee break saya menyempatkan diri untuk mengobrol dengan pak Bagas (bukan nama sebenarnya), salah satu peserta yang paling senior, manajer warehouse yang paling disegani di perusahaan itu.

Dalam sesi chit-chat ringan itu, saya intinya bertanya kok Bapak kuat ya mengikuti materinya? Padahal usianya nyaris 60 tahun. Bahkan beliau sudah bekerja di perusahaan itu sejak tahun 70-an, di mana pada waktu itu 20 tahun sebelum kelahiran saya. Beliau menjawab seperti ini,

“Saya sudah tua, dan saya menyadari bahwa saya ketinggalan banyak ilmu. Justru, di era saat ini yang muda – mudalah yang semakin pintar. Dulu sewaktu saya usia 20-an tidak terpikir jadi trainer seperti kamu. Sekarang, usia 20-30an saja sudah bisa segala macam hal. Maka, pada kesempatan ini saya ingin membuka pikiran saya untuk menyerap ilmu dari Anda berdua.”

Untuk usia ‘kakek-kakek’ yang berusia 60 tahun dan mengucapkan seperti itu, saya benar – benar terkesima. Lalu dia melanjutkan,

“Tetapi, ada beberapa hal yang saya sayangkan,” katanya lagi.

Saya menyimak.

“Banyak anak – anak muda yang merasa pintar dan bisa segalanya, lalu kemudian merasa tidak perlu mendengarkan yang tua – tua. Menurut mereka, kami sudah tidak relevan dengan zaman saat ini. Padahal, sepintar – pintarnya anak muda, akan selalu kalah dengan pengalaman orang yang lebih tua. Kami membuka dan menyerap ilmu dari mereka, namun yang muda menutup mata dan telinga tidak mau mendengarkan pengalaman yang sudah terjadi pada kami untuk dijadikan pelajaran. Itu yang saya sayangkan, dan saya harap kamu tidak begitu, ya.” Kata pak Bagas sambil tersenyum.

Sungguh sebuah pembelajaran bermakna dari seorang tua yang bijaksana. Saya jadi berpikir, betapa sering saya selalu merasa lebih pintar dari orang tua saya. Betapa sering saya merasa lebih tinggi dari orang tua saya, karena saya bisa menguasai teknologi, masuk universitas ternama, dan menjadi seorang trainer di usia muda. Padahal, tidak ada nilai yang tergantikan dari nilai pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pengalaman orang lain, apalagi orang tua kita sendiri. Saya juga jadi menyadari bahwa tanpa didikan orang tua saya, saya tidak mungkin jadi seperti saat ini.

Dalam hati kemudian saya bergumam, “saya akan berupaya untuk terus menjadi rendah hati dan belajar dari siapapun.”

Allah memang selalu bisa menegur hambaNya di manapun dan kapan pun dia berada.

Bagaimana menurut Anda? Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

#UPDATE : Bagi Anda yang ingin mengasah ketermapilan berbicara di depan publik, jangan lupa ikuti program #YoungTrainerAcademy8 | 13 – 14 Juni 2015 di Bogor. Untuk informasi dan pendaftaran, silakan klikdaftar.youngtraineracademy.com atau hubungi 0856-5547-8810 (Hadi).

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!