Uncategorized

Menciptakan Mood Menulis

Saya belajar banyak dari Mas Moh. Fauzil Adhim terkait dengan menciptakan mood menulis. Beliau pernah berkata, “Para pemalas menggunakan mood sebagai alasan untuk tidak bertindak. Para idealis mengendalikan mood untuk menghalau kemalasan.” Kutipan ini seolah menampar saya, sebagai seorang penulis yang kadang memang sering sekali menyalahkan mood atas kemalasan menulis.

“Aduh gw pengen nulis tapi ga mood, nanti aja deh!” Akhirnya tertunda dan terus tertunda karena menunggu mood yang tidak kunjung datang. Mungkin masalah seperti itu tidak hanya saya yang mengalami namun dialami oleh hampir semua penulis. Tetapi alhamdulillah masalah mood menulis ini sudah mulai dipecahkan sedikit demi sedikit. Salah satunya adalah dengan membuat artikel setiap hari di blog ini. Saya mendapatkan sebuah insight bahwa mood itu sebenarnya bagaimana kita mengkondisikan psikologis kita. Jadi sebenarnya mood itu bukan ditunggu, melainkan diciptakan. Bagaimana sih sebenarnya cara menciptakan mood menulis itu?

Untuk menciptakan mood menulis, pertama kali yang harus diperhatikan adalah menyadari bahwa mood adalah sebuah pengkondisian secara sadar, bukan sebuah hal yang tidak bisa kita kendalikan. Banyak orang yang menganggap bahwa mood adalah sebuah situasi yang tidak terkendali sehingga mereka selalu menunggu kapan mood menjadi baik. Padahal, seperti yang dikatakan mas Fauzil, sebenarnya menyalahkan atas nama mood sama dengan mencoba membenarkan kemalasan. Para penulis produktif adalah mereka yang menyadari secara penuh bahwa mood menulis itu tergantung bagaimana mengkondisikan kondisi psikologis mereka.

Kedua, untuk menumbuhkan mood kita bisa rehat sejenak. Bisa jadi kita sedang bosan atau jenuh dengan menulis. Saya kadang pun demikian, kadang menjadi jenuh. Namun untuk mengatasi kejenuhan itu, saya beristirahat, lebih banyak membaca buku-buku atau browsing di internet. Lumayan bisa sambil menambah ide tulisan juga, hehe.

Ketiga, untuk menumbuhkan mood adalah kita memiliki alasan yang kuat kenapa kita harus menulis. Mampu menjawab pertanyaan why inilah kadang yang sulit dijawab oleh penulis pemula. Banyak dari mereka yang menulis untuk memperoleh ketenaran, popularitas, uang, atau fans. Itu sah-sah saja, tetapi saran saya agar semangat dan mood menulis itu lebih bertahan lama, jangan lupa merumuskan mission statement dalam setiap tulisan kita.

Intinya adalah, jika kita masih menyalahkan mood atau menunggu mood datang baru kemudian menulis, sebenarnya itu tidak berbeda dengan membenarkan kemalasan. Mood itu tercipta dari reaksi kita terhadap suatu keadaan. Karena tercipta dari reaksi, maka mood benar-benar tergantung dari diri kita 100%. Jadi, sudah saatnya kita tidak berkata, “Aduh maaf nih gw lagi ga mood” jika memang kita harus menelurkan karya. Ini juga berlaku dalam konteks lainnya. Mood itu diciptakan, bukan hanya ditunggu, apalagi pasrah terhadap mood. 

Jadi, seberapa besar pengaruh mood terhadap produktivitas menulis Anda? Silakan share pada kotak komentar di bawah.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

  • Saya bukan penulis, tapi saya suka menulis, terutama tentang ide2 yg mampir di kepala. Kadang sy tulis di kertas kecil kadang di gadget, kalo lg mood ya di komputer. Tidak sedikit ide2 yg saya tulis di kertas, hilang entah kmana. Beberapa minggu ini sy coba menulis di blog yg sy biarkan kosong dari th 2015.
    Sy sering kehilangan semangat untuk menulis manakala; ide saya tiba2 muncul di media dari hasil karya orang lain bahkan ada yg sama persis dengan ide yang pernah saya tulis atw karya yang saya buat, seperti misalnya sy pernah menulis cerita, beberapa bulan kemudian muncul di tv dalam lakon OVJ. Masalah sy yg kedua manakala tulisan sy tdk diterima di media yang katanya sdh basi. Bagaimana ya solusinya..?

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!