Uncategorized

Mengejar dan Melampaui Role Model Anda

Bayangkan Anda memiliki sebuah role model, teladan, atau idola… umumnya seseorang hanya bisa melihat role model mereka dari jauh, namun bayangkan apabila kelak Anda bisa dekat dengan mereka dan mungkin berada di sebuah panggung yang sama! Atau bahkan Anda ditawari untuk mengadakan kerjasama langsung dengan role model Anda! Menarik bukan? Beberapa bulan terakhir saat saya mengaplikasikan cara ini, saya yang biasanya hanya bisa memandang role model saya dari kejauhan, berharap bisa ketemu satu sesi ngobrol-ngobrol, yang saya dapatkan malah beberapa kali saya yang dikontak untuk bisa membuat kerjasama dan bahkan seringkali bisa berada satu panggung untuk memberikan inspirasi kepada mereka!

Saya memiliki lebih dari 10 role model sebagai basis visi yang jelas saya mau ke arah mana (di luar nabi saya tentunya). Saya ingat sekali dulu sewaktu saya awal masuk kuliah saya terinspirasi dengan buku-buku tulisan Mbak Ollie, yang menurut saya beliau adalah sosok yang sangat kreatif dan produktif dalam menulis. Bulan September lalu, buku terbaru saya, Studentpreneur Guidebook diberikan testimoni langsung oleh beliau, dan secara langsung saya bisa berkomunikasi dengan beliau. Saya sebelumnya tidak pernah menyangka kelak buku saya akan di endorse oleh salah satu role model saya!

Role Model saya yang berikutnya adalah Rene Suhardono. Saya suka dengan gagasan dan pemikirannya tentang karir, dan jujur saja hal tersebut membuat saya seringkali sulit tidur! Working with passion, adalah salah satu penemuan besar dalam hidup yang saya dapatkan sewaktu masih menjadi mahasiswa tingkat awal dan pada waktu itu saya tidak tahu ingin ke mana. Tadinya saya hanya bisa memandangi bukunya dan tahu dengan jelas betapa sulitnya untuk bertemu mas Rene ini. Namun, dalam sebuah kesempatan saya diundang untuk mengisi sebuah acara yang luar biasa, satu panggung dengan Mas Rene. Informasi terakhir, bahkan buku saya Studentpreneur Guidebook menjadi buku best seller dan seringkali dipajang berdampingan dengan buku #UltimateU nya beliau. Bayangkan, bagaimana perasaan Anda melihat buku Anda dipajang berdampingan dengan role model Anda?

Berikutnya ada lagi seorang entrepreneur yang saya sudah lama kagum, yaitu Wempy Dyocta Koto. Seorang CEO Global Business Development Agency yang mendapatkan banyak sekali penghargaan bisnis secara internasional, salah satu top 40 world CEO under 40 dan ini yang menarik: beliau orang asli Indonesia. Saat saya bertemu dengannya, Uda Wempy (saya memanggilnya begitu), benar-benar orang yang jauh dari bayangan saya: sederhana, humble, rendah hati, dan… benar-benar membuat saya setara sebagai seorang teman. Awalnya saya hanya bisa menonton beliau dari video-video inspiratif di YouTube, namun beberapa bulan lalu (sekali lagi), saya mengisi panggung yang sama dengan beliau, bahkan beberapa kali beliau mengontak langsung HP saya untuk mengadakan kerjasama (bayangkan, saya di call langsung tanpa perantara). Saya mengadakan kerjasama dengan role model saya!

Jika Anda ingin tahu cara saya bisa mengejar dan dekat dengan mereka, saya akan bocorkan di tulisan kali ini.

Memiliki role model bukan berarti ‘meniru’ habis apa dan bagaimana mereka. Namun, memiliki role model bisa menjadi kompas untuk kita terkait seperti apa diri yang kita impikan sekaligus untuk mengukur apakah kita bisa ‘melampaui’ mereka atau tidak. Banyak orang yang memiliki role model sekedar untuk koleksi daftar orang yang mereka kagumi. Kalau saya, memiliki role model berarti menggambarkan kelak di masa yang akan datang saya akan lebih hebat dan lebih besar dari mereka.

Maka, bagaimana caranya saya di usia yang relatif muda bisa mengejar atau setidaknya menjadi dekat dengan role model saya? Karena saya membedah pola atau pattern dari orang-orang yang saya jadikan role model. Pola ini saya temukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan menarik,

Buku yang Saya Baca – Buku apa sajakah yang dibaca oleh role model saya? Apakah role model saya akan membaca buku yang saya baca sekarang ini?

Bahasa Saya – Bagaimana pola berbahasa role model saya? Apakah saya sudah berbicara dengan pola-pola seperti itu?

Kebiasaan (habit) Saya – Apakah kebiasaan yang dilakukan oleh role model saya? Apakah role model saya memiliki kebiasaan yang saya lakukan?

Diskusi Saya – Apakah topik-topik utama yang sering didiskusikan oleh role model saya? Apakah topik yang sering saya diskusikan ini juga didiskusikan oleh role model saya?

Etos Kerja – Apa prinsip utama yang dipegang dan diterapkan role model saya? Apakah prinsip-prinsip kerja yang saya pegang ini juga dilakukan oleh role model saya?

Setiap role model akan meninggalkan jejak. Hal di atas adalah untuk menemukan jejak-jejak itu.

Dari pola di atas, pertanyaan pertama adalah untuk ‘mengejar’ ketertinggalan kita dari role model, sementara pertanyaan kedua untuk ‘menyalip’ dengan menambahkan daftar yang tidak dimiliki role model kita (tentu dengan catatan hal tersebut positif). Misalkan Anda tahu role model Anda menulis 3 jam per hari. Logikanya, jika Anda menulis 4 jam per hari dengan kualitas yang sama, maka Anda dapat mengalahkan role model Anda.

Jadi untuk mengejar dan mengalahkan role model, Anda cukup melakukan dua hal: kejar kualitas lalu tambah kuantitasnya. Jika Anda sudah memiliki kualitas kebiasaan yang sama dengan role model Anda, maka selanjutnya tambahkan secara kuantitas. Mereka baca buku 2 jam per hari. Pastikan dulu kualitas bacaannya sama, baru kemudian kita tambahkan kuantitas bacaan kita.

Saya tidak mengatakan bahwa saya telah melampaui role model saya karena menurut saya capaian saya masih sangat sedikit dan jauh belum ada apa-apanya dibanding mereka. Namun inilah yang dikatakan oleh mereka:

Rene Suhardono: “Gue malu banget nih kalo ngeliat Arry, dulu di usia 22 gue masih seneng-seneng. Arry udah mulai bisnis, bikin buku, dan bicara di mana-mana. Ga tahu deh nantinya jadi apaan. Gue jadi sensitif sekarang kalo ditanyain masalah umur…”

Wempy Dyocta Koto: “You’re a star! Di usia yang masih muda, dulu saya masih mikirin hal yang senang-senang saja. Selancar, ke pantai, dan ya layaknya anak muda umumnya. Tapi ini di usia seperti ini kamu bisa menginspirasi banyak orang. I am honoured to be featured in your book, which is a huge source of inspiration to many people.”

Bagaimana perasaan Anda jika yang mengatakan tersebut adalah langsung role model Anda?

Jadi, siapakah role model Anda? Seberapa dekat titik Anda sekarang dengan role model Anda saat ini? Jika Anda bisa mengejar dan melampaui mereka, maka bersiaplah untuk menjadi role model untuk orang lain.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow @ArryRahmawan.

Ingin mendapatkan tips, trik, dan strategi-strategi bagaimana membangun bisnis saat masih menjadi pelajar dan mahasiswa yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain? Temukan jawabannya di Studentpreneur Guidebook!  ”Ya, Saya tidak sabar untuk membacanya. Saya ingin memesan buku ini sekarang juga!

Anda ingin membuat event kewirausahaan dan ingin mengundang saya sebagai trainer atau speaker? Ya, saya ingin mengundang untuk membuat acara saya lebih menarik.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar