Uncategorized

Mengenal Belenggu Penghambat Pembelajaran (2)

Catatan: Artikel ini saya tulis sewaktu saya aktif di forum SHoT ESQ Kota Bogor di tahun 2008. Tulisan ini dipublikasikan kembali tahun 2013.

Setelah sebelumnya kita membahas 5 belenggu yang menghambat proses pembelajaran kita, kali ini kita akan membahas 5 lagi hal-hal yang dapat menghambat pembelajaran seorang manusia untuk menjadi lebih baik. Artikel ini merupakan artikel lanjutan dari artikel sebelumnya. Jika belum membacanya, dipersilakan untuk membaca terlebih dahulu Mengenal Belenggu Penghambat Pembelajaran (1). 5 belenggu lagi yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

6.  Paradigma atau Sudut Pandang

Nah, paradigma atau sudut pandang ini bisa menjadi penghambat apabila kita memandang segala sesuatunya, baik itu masalah, suatu hal, atau pengambilan keputusan dengan hanya memandang satu sisi saja. Ini sangat berbahaya apabila kita hanya memandang sesuatu dari sudut pandang kita sendiri. Kita hanya menuruti feeling kita sendiri. Kita tidak mau menerima saran atau nasihat orang lain, dan kita tidak mau memandang suatu permasalahan dari sudut pandang orang lain. Sehingga ibarat kita memakai kacamata, maka lensa yang kita pakai itu tidak jernih alias berwarna sesuai kehendak hati kita. Jadi kalau belajar ingin maju, berpikirlah dari segala sudut pandang, agar bisa lebih bijaksana dalam mengambil suatu keputusan atau pembelajaran tertentu.

“…….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)

7.  Prinsip yang Salah

Prinsip yang salah ini terkadang banyak sekali menimpa kalangan remaja, atau bahkan para orangtua yang sudah menjadi eksekutif-eksekutif sukses.  Maksudnya prinsip yang salah adalah kalau kita berpegang teguh pada sesuatu yang sifatnya sementara saja. Contohnya misal kita punya prinsip membahagiakan orang tua. Kalau ini jadi prinsip utama, ketika orangtua tidak menghargai prestasi atau bahkan sudah meninggal, maka bisa membuat orang yang berprinsip pada orangtua itu menjadi labil.

Contoh lain apabila kita berprinsip pada teman atau sahabat, kita selalu berusaha untuk ikut ke sana ke mari, maka jangan heran ketika orang yang berprinsip pada teman ini bisa tercebur ke narkoba, ikut-ikutan geng yang ga bener, dan sebagainya. Prinsip lainnya juga banyak, seperti materi, sekolah, nilai, dan sebagainya.

Lantas bagaimana? Boleh-boleh saja berprinsip seperti di atas, tetapi harus dilandasi dengan prinsip yang abadi. Apa prinsip yang abadi dan tidak berubah, sehingga membuat diri ini stabil? Yaitu prinsip Qurani dan Hadits. Kalau kamu megang prinsip ini, maka prinsip kita akan berubah menjadi prinsip integritas, prinsip komitmen, jujur, tanggungjawab, dan yang penting kamu bisa menyusun prinsip tambahan tanpa keluar jalur karena prinsip ini dilandasi prinsip yang utama.

8.  Prasangka Negatif

Ini yang terkadang banyak sekali terjadi di kalangan manusia. Suatu prasangka negatif dapat menghambat pembelajaran dan ini juga merupakan belenggu yang cukup populer. Prasangka negatif saya coba bagi menjadi prasangka negatif terhadap diri sendiri, orang lain dan kehidupan. Nah, prasangka negatif sama diri sendiri ini membuatmu jadi orang kerdil dan minder. Jadi takut untuk maju, dan merasa cukup dengan posisi yang sekarang, sehingga bila ada peluang untuk menjadi lebih baik, namun mengandung resiko tinggi, sebaiknya tidak dicoba.

Prasangka terhadap orang lain bisa menimbulkan fitnah dan gosip-gosip yang tidak jelas kebenarannya. Sehingga jangan heran bila orang yang suka berprasangka negatif pada orang lain itu cenderung bersikap waspada terhadap orang dan sulit sekali percaya pada orang lain. Padahal kita diciptakan untuk saling mengenal dan tolong-menolong satu sama lain. Yang ada kita malah saling bermusuhan.

Prasangka negatif terhadap kehidupan membuat kita selalu merasa sial dan menyesal kenapa kita diciptakan. Kita hanya menjadi objek dari kehidupan, sehingga orang yang berprasangka negatif terhadap kehidupan adalah orang yang sulit untuk berkembang lebih dewasa.

9.  Suka Mendebat

Salah satu hal yang membuat pembelajaran kurang efektif adalah suka mendebat dari apa yang disampaikan orang lain. Sikap suka mendebat ini membuat hati menjadi keras dan merupakan petunjuk bahwa orang yang suka mendebat adalah orang yang tidak mau kalah, atau tidak bisa kalah. Suka mendebat hanya berujung pada rasa malu dari masing-masing pihak yang kalah, namun juga tidak menguntungkan pihak yang menang. Suatu hal yang sering terjadi di mana perdebatan itu hanya meruncingkan hubungan dan membuat hubungan selanjutnya menjadi tidak enak. Mengenai perdebatan ini, selama ini saya memegang prinsip di mana “manfaat terbesar dari suatu perdebatan adalah dengan menghindari perdebatan itu sendiri” (buat yang tahu kalau saya pernah menang lomba debat jangan protes yee..^^). Seandainya kita didebat, carilah fakta atau kebenaran yang sesungguhnya. Perdebatan panjang sebaiknya dihindari.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!