Keilmuan Kewirausahaan Dasar Motivasi & Pengembangan Kepribadian

Mengenal Business Model You: Konsep Pengembangan Diri dan Karir Menggunakan Business Model Canvas

Written by Arry Rahmawan

Belum lama ini, saya dihubungi oleh salah seorang pembaca blog yang juga seorang dosen yang merasa bosan dengan pekerjaannya. Dia merasa pekerjaannya monoton, kurang memiliki keleluasaan untuk berekspresi, dan dari segi insentif bayarannya terbilang kecil.

Selain itu, baru saja kemarin saya dikontak oleh sebuah perusahaan investasi di Jakarta yang menceritakan keinginan mereka untuk melakukan mindset shifting pada talenta millennial yang mereka miliki agar lebih memiliki jiwa inovasi dan intrapreneur.

Kedua kasus tersebut, sama – sama berujung pada pertanyaan: “darimana memulai perubahan tersebut?” Dalam kasus pertama, bagaimana caranya dengan karir kita sebagai dosen, kita mendapatkan kepuasan kerja (job satisfaction) dengan bayaran yang lebih layak? Dalam kasus kedua, bagaimana caranya menyadarkan para talenta millennial ini agar mereka selalu berupaya untuk menghasilkan performa yang lebih baik dari hari ke hari dengan sikap inovatif dan intrapreneur yang mereka miliki?

Sebagai trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia, saya jadi terdorong untuk membagikan sebuah konsep unik, yaitu menggunakan BMC untuk pengembangan diri. Konsep ini lebih dikenal sebagai Business Model You (BMY), yaitu sebuah teknik memetakan ‘model bisnis pribadi’ dengan menggunakan Business Model Canvas. Sederhananya, jika dalam konsep BMC yang biasa kita memetakan bagaimana cara perusahaan atau organisasi dalam menghasilkan profit, maka BMY memiliki fokus bagaimana diri kita secara pribadi menghasilkan uang dan kepuasan kerja (job satisfaction). Tools yang digunakan sama: 9 blok Business Model Canvas

Konsep BMY ini diperkenalkan oleh Timothy Clark, Alexander Osterwalder, dan Yves Pigneur dalam buku dengan judul yang sama yaitu Business Model You. Buku ini adalah hasil dari co-creation atau pembuatan secara bersama dengan ratusan profesional lain dari seluruh dunia. Jika Anda sedang bingung bagaimana mengembangkan karir dan memiliki waktu untuk membaca buku BMY, saya sangat menyarankan Anda untuk membacanya. Jika tidak sempat, maka setidaknya bacalah ringkasan singkat yang saya tulis di blog ini, hehe.

Prasyarat Memahami Business Model You

Sebelum saya membahas lebih lanjut tentang BMY, ada baiknya Anda memahami terlebih dulu tools yang digunakan, yaitu Business Model Canvas (BMC). Saya sudah membuat banyak tulisan dan pembahasan mengenai apa itu BMC dan juga saya sudah sering memberikan pelatihan tersebut di berbagai perusahaan dan kementerian. Berikut ini adalah beberapa pembahasan mengenai BMC yang pernah saya tuliskan,

  1. Video Tutorial Cara Mengisi Business Model Canvas
  2. Panduan Menyusun Rencana Bisnis Menggunakan Business Model Canvas
  3. 6 Aturan Dasar Mengisi Business Model Canvas

Apabila Anda sudah mengenali BMC sebelumnya, maka bagian ini bisa diskip dan kita bisa melanjutkan pembahasan langsung mengenai BMY ini.

Mengenal BMY: BMC yang diaplikasikan untuk pengembangan diri dan karir

Saya sempat sedikit googling mengenai artikel atau video Indonesia yang membahas tentang BMY, dan ternyata itu masih sedikit sekali. Saat ini cenderung lebih banyak pembahasan mengenai BMC sebagai alat bantu bisnis, namun jarang yang membahas BMY sebagai alat bantu pengembangan diri.

Padahal, seiring dengan berjalannya karir, seringkali di tengah perjalanan kita perlu untuk berhenti sejenak dan berpikir ke mana arah langkah kita berikutnya. Seringkali juga, di tengah perjalanan karir kita kehilangan makna karena sekedar menjalankan rutinitas saja.

Di situlah kemudian BMY ini menjadi penting untuk kita pelajari.

Apa Perbedaan Antara BMC dan BMY?

BMC dan BMY ini sebenarnya sama – sama menggunakan alat bantu Business Model Canvas sebagai analisisnya. Bedanya, kalau BMC yang dianalisis adalah model bisnis perusahaan atau organisasi. Model bisnis adalah istilah yang mengacu pada “cara organisasi atau bisnis menghasilkan uang”. Sementara kalau BMY, objek yang dianalisis adalah model bisnis pribadi. Model bisnis pribadi adalah istilah yang mengacu pada “bagaimana seseorang menghasilkan uang disertai dengan kepuasan kerja yang tinggi”. Goals yang dilihat dari BMY ini bukan semata – mata hanya untuk menghasilkan uang saja, namun juga kepuasan kerja yang membuat hidup menjadi lebih bermakna. Jika kedua aspek tersebut dipenuhi, maka diharapkan produktivitas kita menjadi tinggi.

Seperti model bisnis perusahaan atau organisasi yang dapat obsolete seiring berjalannya waktu, begitu pula dengan model bisnis pribadi ini. Seiring berjalannya waktu, bisa jadi pendapatan kita cenderung turun terus-menerus (apabila pekerjaan kita tidak memiliki pendapatan tetap, misalnya: freelancer atau entrepreneur). Atau bagi yang memiliki pekerjaan tetap seperti ASN, misalnya maka seiring berjalannya waktu kita akan merasakan kepuasan kerja yang cenderung menurun karena merasa bosan. Dua tanda itu adalah ‘gejala’ awal atau sinyal perlunya kita melakukan ‘refleksi diri’ untuk memperbaiki atau meningkatkan model bisnis pribadi yang kita jalani saat ini.

Panduan Mengisi 9 Blok Pada BMY

9 Blok pada BMY secara inti tidak berbeda dengan 9 blok BMC, hanya saja terdapat sedikit perbedaan penyebutan. Berikut ini adalah kanvas yang digunakan dalam BMY.

Bagaimana kemudian cara mengisi 9 blok tersebut? Berikut adalah panduannya. Sambil menyimak panduan ini, Anda juga bisa sekaligus praktik mengisi BMY dengan model bisnis pribadi Anda saat ini.

Blok #1 – Key Resources (Who you Are and What you Have)

Pengisian BMY dapat dimulari dari blok Key Resources, di mana pada blok ini kita dapat menuliskan segala “sumber daya utama” yang kita miliki saat ini, termasuk di dalamnya adalah: (1) Minat atau passion, (2) kompetensi; (3) kepribadian.

Misalnya dalam kasus saya pribadi, key resources yang saya miliki adalah sebagai berikut;

Passion: Minat yang kuat dalam bidang pendidikan dan penelitian;
Kompetensi: Lulusan S2 Teknik Industri, kemampuan menulis blog dan membangun website, public speaking, kemampuan berbahasa Inggris, dll
Kepribadian: Saya merupakan pekerja keras dan orang yang menghargai waktu

Dengan kemampuan kita memetakan sumber daya ini, maka kita menjadi lebih sadar di mana titik kita sekarang dan di bagian mana kita harus menambah resource untuk memperbaiki model bisnis kita.

Blok #2 – Key Activities/KA (What you Do)

Mengisi blok Key Activities dapat dimulai dengan mendaftar semua aktivitas utama yang diperlukan dalam pekerjaan kita saat ini.

Sebagai dosen, berikut adalah aktivitas kunci saya: mengajar di kelas, meneliti dan menulis jurnal, berbagi ilmu kepada masyarakat melalui program pelatihan, workshop, atau melalui tulisan seperti di blog ini.

Umumnya bagian KA terdiri dari 2 – 3 aktivitas utama, dan tulislah hanya aktivitas yang benar – benar penting dan memberikan nilai tambah apabila kita mengerjakannya.

Blok #3 – Customers/C (Who you Help)

Blok customers atau pelanggan secara sederhana diartikan sebagai “seseorang atau organisasi yang membayar kita karena menerima nilai tambah yang kita berikan.” Bagian C ini dapat dituliskan terkait dengan pihak – pihak yang memberikan timbal balik kepada kita.

Sebagai dosen, maka C utama saya adalah kampus di mana saya mengabdi yaitu Universitas Indonesia. Selain itu, C lainnya selain kampus adalah kementerian, perusahaan, ataupun institusi pendidikan lain yang seringkali mengundang saya sebagai narasumber untuk berbagi di institusi mereka.

Blok #4 – Value Provided/VP (How you Help)

Blok VP (di bagian tengah) dapat diisi dengan nilai tambah yang kita berikan kepada pelanggan kita, sehingga kita mendapatkan insentif finansial secara berkelanjutan.

Namun, seringkali banyak orang mengisi bagian VP ini mirip dengan bagian KA. Sebagai contoh, bisa saja sebagai dosen saya menulis bahwa VP yang saya berikan adalah “mengajar kelas kewirausahaan teknologi”. Lalu, apa bedanya dengan KA?

Jika kita mengisinya dengan “mengajar kelas kewirausahaan teknologi”, itu sebenarnya masuk ke dalam kategori KA. VP dituliskan dalam bentuk “nilai tambah” yang diberikan, bukan dalam bentuk aktivitas. Sebagai contoh berikut ini adalah VP saya sebagai dosen,

“Membawakan Kelas yang Menginspirasi”
“Memberikan Pengajaran Berbasis Pengalaman”
“Meningkatkan Produktivitas Riset”

Dapat disimpulkan bahwa VP itu beyond dari KA, di mana bagian ini harus diisi dengan sesuatu yang bernilai tambah unik, bahkan kalau bisa kita adalah satu – satunya yang dapat memberikan nilai tambah tersebut.

Blok #5 – Channels/Ch (How they know you and how you deliver)

Di bagian channels ini, kita dapat menjelaskan tentang bagaimana kita mempromosikan diri atau membawakan value kepada konsumen kita.

Menurut saya pribadi, cara paling praktis untuk mempromosikan diri kita agar orang – orang mengetahui value apa yang dapat kita berikan adalah dengan menggunakan akun media sosial yang kita miliki.

Saya lebih senang menjadikan semua akun sosial media saya sebagai sarana atau channeluntuk mempromosikan value yang bisa saya berikan. Maka saya sangat berhati – hati dalam melakukan posting update di setiap media sosial yang saya miliki, mulai dari Instagram, LinkedIn, Facebook, hingga Twitter.

Selain sosial media, jika kita memiliki sedikit modal, maka bisa mulai mengembangkan website yang menjelaskan keahlian kita seperti website arryrahmawan.net ini. Harga website pun bervariasi, mulai dari yang gratis hingga berbayar 200 ribu – 1.5 juta per tahunnya.

Website atau blog menurut saya adalah salah satu sarana yang efektif untuk mengomunikasikan kepakaran atau value yang kita punya. Sejak arryrahmawan.net ini saya buat di tahun 2013, sudah tidak terhitung banyaknya permintaan mengisi pelatihan atau seminar dari para pembaca blog ini.

Jadi, tidak ada salahnya juga apabila Anda mulai melakukan investasi bukan hanya mempercantik media sosial yang Anda punya, namun juga memiliki blog atatu website pribadi.

Blok #6 – Customer Relationships/CR (How you Interact)

Blok CR ini dapat diisi dengan bagaimana kita menjaga hubungan baik dengan konsumen, sehingga konsumen menyukai kita dan senantiasa memilih kita sebagai prioritas jika ada proyek atau pekerjaan berikutnya.

Dalam kehidupan saya sebagai dosen, maka CR yang saya lakukan biasanya menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu selesai (deadline). JIka ada beberapa penugasan, umumnya saya mencoba untuk melakukannya dengan kualitas terbaik dan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Baru setelah itu saya memberikan laporan atau report kepada atasan terkait dengan progress yang saya buat.

Membuat progress dengan kualitas baik dan cepat ini ternyata berpengaruh terhadap penilaian atasan terhadap saya. Itulah fungsi CR, yaitu bagaimana agar atasan, pimpinan, atau customer yang kita layani loyal kepada kita.

Blok #7 – Key Partners/KP (Who helps you)

Blok KP ini menjelaskan tentang siapa saja pihak – pihak yang mendukung kita agar bisa terus tumbuh secara profesional. KP ini bentuknya bisa berupa mentor pengembangan diri, jaringan yang kita miliki, rekanan, partner, dan lain sebagainya.

Sebagai dosen di UI, saya bersyukur bahwa saya memiliki KP yang mendukung diri saya untuk selalu tumbuh dan berkembang, yaitu rekan peneliti di laboratorium Systems Engineering, Modeling, and Simulation (SEMS). Di lab ini,

setiap pengajar dan peneliti selalu ditantang untuk ‘naik kelas’ dalam membawakan materi kuliah sekaligus menghasilkan riset yang berkualitas. Tidak hanya menantang, namun laboratorium ini juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk agar setiap peneliti mampu menyelesaikan tantangan tersebut.

Alhamdulillah selama ini saya banyak terbantu oleh SEMS dalam meningkatkan performa kerja saya dan saya setuju jika seseorang ingin berkembang secara karir, maka dia harus memiliki KP yang sesuai agar dirinya terus tumbuh.

Blok #8 – Revenues and Benefits/R&B (What you get)

Sesuai dengan namanya, blok R&B ini menjelaskan tentang apa saja manfaat yang akan kita dapatkan sebagai seorang profesional. Manfaat ini tidak selalu juga dalam bentuk materi, namun juga bisa dalam bentuk lain, seperti misalnya kepuasan batin.

Sebagai soerang dosen, berikut ini adalah beberapa R&B yang saya dapatkan: gaji, insentif mengajar, insentif penelitian, asuransi kesehatan, akomodasi konferensi. Selain itu untuk aspek immateriil, saya mendapatkan kepuasan batin dan hidup yang bermakna karena sifat pekerjaan yang senantiasa memberi manfaat kepada orang lain.

Blok #9 – Costs/Co (What you give)

Bagian ini menjelaskan tentang apa saja yang kita berikan dalam kerja kita untuk menciptakan value. Tentu saja apa yang kita korbankan tidak jauh – jauh dari waktu, tenaga, dan juga uang. Untuk hal yang lebih spesifik, kita juga bisa menambahkan di bagian Co ini seperti:

  • Biaya telekomunikasi dan internet
  • Biaya transportasi dan akomodasi
  • dan biaya – biaya lainnya

Sama seperti bagian R&B, bagian cost ini tidak melulu dalam bentuk materiil, namun juga bisa dalam bentuk immateriil, seperti misalnya adalah “rasa stress, tertekan, dan lain sebagainya.” Jadi costs itu termasuk aspek hard cost dan juga soft cost.

Berikut ini adalah contoh pengisian BMY yang lengkap dari seorang PhD student yang memiliki passion menulis dan ingin membantu banyak profesor menghasilkan naskah yang bagus sebelum dikirim ke jurnal akademik,

Semoga bermanfaat untuk sahabat semuanya.

Referensi:

Clark, Tim. 2012. Business Model You: A One-Page Method for Reinventing Your Career. NJ: John Wiley & Sons.

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

3 Comments

Leave a Reply to arryrahmawan.net X

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!