Uncategorized

Mengenal Mistakes Accounting

Tidak ada satu pun orang yang senang apabila disalahkan. Siapapun dari kita, sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan saat sedang mengerjakan suatu hal. Saking tidak ingin disalahkan, kita pun seringkali membuat ‘benteng’ pertahanan yang paling ampuh: menyalahkan orang lain atas suatu hal yang tidak diinginkan.

Baik dalam bisnis, karir, atau hidup kita sering dijumpai orang-orang dengan tipe seperti ini. “Oh itu bukan salah saya, itu salahnya bidang x”. “Oh, bukan saya yang salah, kejadian itu terjadi karena si B bla, bla, bla…” atau mencari-cari alasan, “Itu bukan karena saya Pak, tapi karena ini loh pak jadinya begini.”

Memang enak apabila kita selalu terhindar dari kesalahan, setidaknya kita terhindar dari hukuman-hukuman yang ada. Namun, salah satu bahaya yang paling ketara dari sikap seperti ini adalah kita tidak bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang nyata-nyata kita perbuat namun dilimpahkan kepada orang lain atau excuse yang kita ciptakan sendiri.

Contoh sederhananya, saya banyak menemukan orang yang menyalahkan pemerintah terus-menerus karena terjadi banjir namun mereka lupa untuk mencegah banjir itu sendiri, seperti membuang sampah pada tempatnya (mereka membuang sampah di kali) dan melakukan penghijauan (mereka justru menebangi pohon untuk alasan pembangunan).

Menyalahkan seorang dosen yang cara mengajarnya tidak enak sehingga membuat diri kita tidak mudeng-mudeng membuat diri kita lupa untuk belajar lebih giat sehingga bisa mendapatkan nilai yang lebih baik.

Itulah orang yang suka excuse dan selalu mencari pembenaran atas segala kesalahan yang dilakukan.

Salah itu memang tidak enak, namun jika memperhatikan orang-orang sukses, mereka semua pernah melakukan apa yang namanya kesalahan. Excuse? Mungkin, mereka bisa menyalahkan si A, si B, atau si C, namun mereka memilih untuk melakukan apa yang namanya mistake accounting (bukan accounting mistakes – kesalahan akuntansi), yaitu menerima, mengukur, melakukan kalkulasi, dan transparan terhadap kesalahan yang dibuat diri sendiri kemudian memperbaikinya. Bagaimana cara melakukan mistake accounting? Sedikitnya ada lima hal yang perlu diperhatikan.

Saya menyebut mistake accounting karena apabila kita memiliki laporan tentang kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, bukankah justru itu menjadi sebuah feedback yang powerful untuk memperbaiki diri kita dengan lebih baik lagi?

Saya dan beberapa klien saya pun merasa hidup menjadi lebih baik setelah melakukan mistake accounting, karena kita bisa belajar lebih banyak dari kesalahan yang justru sebenarnya kitalah yang membuatnya. Menyalahkan orang lain memang perlu untuk memberikan masukan (jika memang salah), namun seringkali kita menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan-kesalahan kita agar tidak terlihat oleh orang lain.

Bagaimana cara melakukan mistake accounting?

Pertama, siapkan sebuah buku yang nantinya akan menjadi journal of mistakes diri Anda. Pada halaman pertama buku tersebut, buatlah sebuah catatan dan komitmen bahwa Anda siap untuk mengakui dan menerima bahwa Anda berbuat salah. Tanda tangani jika perlu.

Kedua, tuliskanlah dalam rentang waktu per hari, per minggu, atau per bulan (sesuaikan dengan kesibukan Anda) kesalahan-kesalahan yang Anda buat pada hari itu. Cukup 2-3 yang terbesar saja.

Ketiga, tuliskan bagaimana cara untuk merubah atau memperbaiki kesalahan Anda.

Misalnya, kesalahan saya adalah membuat klien melakukan 8 kali missed call padahal ada hal penting di mana handphone saya lowbatt, maka solusinya adalah memastikan agar handphone saya hidup 24 jam terus-menerus, atau minimal pada jam kerja.

Keempat, komitmen untuk melakukan perubahan tersebut selama 7-14 hari setelahnya untuk membiasakan. Contohnya, selama jam kerja handphone saya tidak boleh mati atau low batt.

Kelima, jadikan itu kemudian sebagai gaya hidup Anda. Jadi jika misalnya solusi dari kesalahan Anda adalah memperbanyak senyum, lebih ramah ke orang lain, lebih banyak membaca buku, maka jadikan itu kebiasaan dan gaya hidup Anda.

Dengan melakukan mistakes accounting ini, kita jadi terbiasa untuk selalu membuat hidup kita menjadi lebih baik. Mengakui kesalahan (walaupun pahit), ternyata jauh lebih baik daripada menghindari kesalahan dengan beralasan (excuse) dan menyalahkan orang lain karena kita jadi bisa belajar untuk diri kita sendiri.

Siapapun Anda, baik seorang pemimpin, pemilik bisnis, professional karir, atau dalam hidup pribadi, mistakes accounting ini bisa Anda coba dalam hidup Anda untuk membuat hidup menjadi lebih baik lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips pengembangan bisnis, karier dan pencapaian hidup di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!