Entrepreneurship & Business Venture Design

Mengenal Persona Canvas: Business Canvas untuk Menggambarkan Profil Konsumen dalam Bisnis

Ketika saya membawakan workshop publik Business Model Canvas, saya seringkali mendapat pertanyaan dari para peserta (yang merupakan pengusaha) tentang bagaimana menggunakan BMC untuk membawa bisnis beradaptasi dengan pandemi COVID-19.

Saya biasanya menjawab bahwa untuk beradaptasi di tengah COVID-19, maka kunci utamanya adalah dengan mengenal perubahan pada perilaku konsumen. Dengan memahami bagaimana perubahan pola perilaku konsumen, maka di situ pula kita dapat membawa bisnis kita untuk beradaptasi.

Untuk memahami perubahan konsumen, kita dapat menggunakan apa yang dinamakan Empathy map canvas, yang sudah pernah saya bahas di sini. Empathy map canvas sangat berguna untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh segmen pelanggan kita saat ini. Kunci untuk menggunakan Empathy map adalah dengan bertanya langsung kepada target konsumen kita, atau sering juga disebut sebagai Persona.

Bagi perusahaan yang telah mapan, umumnya mereka sudah tahu siapa konsumen mereka.

Namun untuk bisnis startup, umumnya mereka masih meraba-raba tentang siapa profil konsumen mereka.

Di sinilah saya ingin memperkenalkan satu alat bantu lagi dalam seri business canvas, yaitu Persona Canvas.

Persona Canvas adalah kanvas satu halaman yang berfungsi menggambarkan profil konsumen yang ditarget dalam bisnis kita secara rinci. Persona Canvas ini umumnya saya perkenalkan kepada mahasiswa saya yang baru memulai usaha atau startup, dan masih kesulitan menjawab pertanyaan: siapakah target konsumen yang sebenarnya diincar.

Lalu, seperti apakah Persona Canvas? Bentuknya adalah seperti ini.

Gambaran umum Persona Canvas

Persona Canvas dibuat oleh penulis buku Design A Better Business, yaitu Patrick van der Pijl dan rekan. Dalam beberapa kesempatan workshop, saya menggunakan Persona Canvas ini umumnya untuk:

  • Membantu founder startup atau pendiri perusahaan untuk menggambarkan secara visual terkait Persona di bisnis mereka, sehingga memudahkan komunikasi ke tim atau investor
  • Membantu tim starup untuk sama – sama sepakat terkait siapa Persona mereka.
  • Persona Canvas juga dapat digunakan untuk tim inovator untuk mengajukan persona baru untuk ditarget perusahaan (seringkali dibawa untuk bahan materi yang akan dibahas dalam rapat)
  • Persona canvas juga dapat digunakan untk validasi apakah persona tersebut sesuai dengan asumsi awal bahwa akan membeli produk atau jasa perusahaan? Jika ternyata meleset, persona canvas ini juga bisa digunakan untuk iterasi atau pivot ke persona lainnya.

Bagaimana cara mengisi Persona Canvas?

Sekarang saya akan coba menjelaskan step-by-step tentang cara mengisinya. Aturan dasarnya masih sama. Cetak Persona Canvas ini di ukuran besar atau ukuran A0 lebih baik. Siapkan sticky notes, dan isi setiap sticky notes dengan satu poin sesuai dengan bagian – bagian yang ada pada canvas. Berikut ini adalah bagian – bagiannya.

9 Bagian Utama pada Persona Canvas

Ada 9 bagian utama pada Persona Canvas yang dapat digunakan untuk menggambarkan Persona Anda.

  1. Name and Role: Tuliskan siapa nama persona yang bisa Anda bayangkan, termasuk apa pekerjaan atau jabatannya saat ini. Semakin konkrit atau nyata, semakin baik. Misal: bisnis kita menargetkan seseorang yang profilnya persis dengan teman kita, maka kita bisa menggunakan nama dan role teman kita tersebut dalam Persona Canvas ini.
  2. Outline: Bagian ini menyediakan area untuk berkreasi dalam menggambarkan persona kita. Apakah seorang laki – laki, perempuan, anak – anak, orang tua? Memiliki pekerjaan tertentu? Menggunakan pakaian tertentu? Semakin kaya gambarannya semakin baik
  3. Need: Apa kebutuhan terbesarnya? Apa ambisi yang ingin dicapai? Apa target atau goals yang ingin dipenuhi?
  4. Positive Trends: Apa hal – hal positif yang pernah dirasakan oleh persona ini dari lingkungannya?
  5. Opportunities: Apa saja peluang – peluang, resource atau sumber daya yang dimiliki oleh persona kita ini, baik dalam kehidupan pribadi atau kehidupan kerja?
  6. Hopes: Apakah harapan besar yang dimiliki oleh persona ini di masa yang akan datang?
  7. Negative Trends: Apa saja hal – hal negatif yang pernah dirasakan oleh persona ini dari lingkungannya?
  8. Headaches: Apa saja kesengsaraan, rasa sakit, atau kepusingan yang dirasakan oleh persona ini yang ingin mereka hilangkan?
  9. Fears: Ketakutan apa yang dimiliki oleh persona ini terhadap hidup mereka di masa yang akan datang?

Sekarang Anda sudah mengenal bagian – bagian dari Persona Canvas ini, lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Dalam workshop yang saya bawakan, saya umumnya akan meminta peserta untuk menggambarkan satu nama dan role yang sesuai dengan target bisnis mereka. Lalu mereka saya minta untuk ke lapangan dan berbicara langsung kepada target persona mereka. Kemudian mereka melakukan wawancara atau survey dan mencocokkan dengan persona canvas yang telah mereka buat, hingga pada akhirnya mereka memiliki persona yang cukup jelas dan valid untuk bisnis mereka.

Setelah mereka menemukan persona mereka dengan jelas, maka hal tersebut dapat dijadikan input untuk menyusun Business Model Canvas atau Value Proposition Canvas untuk bisnis mereka.

Artikel ini saya tulis dengan gaya panduan workshop, berdasarkan dari pengalaman saya membawakan workshop di korporat. Semoga cara di atas bisa Anda ikuti dan lakukan di organisasi Anda secara mandiri. Cara di atas juga saya sering bawakan kepada mahasiswa yang mengikuti kelas pengantar kewirausahaan teknologi yang saya ampu.

Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai instruktur untuk melakukan inovasi dengan menggunakan BMC ini, silakan hubungi via WhatsApp 0856 4087 9848 (Melinda) atau email langsung ke arry.rahmawan@gmail.com.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di pembahasan business canvas series berikutnya!

Salam,
Arry Rahmawan

Untuk sahabat yang ingin mendapatkan tutorial lainnya, silakan subscribe, like dan share Channel youtube saya.

Bagi yang ingin berinteraksi dan mendapatkan update tentang aktivitas saya, silakan follow akun Instagram saya di @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar