Uncategorized

Menghadapi Persaingan Harga dalam Bisnis

Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang pendidikan dan pelatihan, menghadapi persaingan harga dalam bisnis merupakan sebuah fenomena yang sangat biasa. Saat memasukkan proposal-proposal ke berbagai macam institusi untuk menggolkan proyek pelatihan, seringkali ada yang berkata, “Wah, mahal sekali harganya mas. Di lembaga pelatihan yang lain saja harganya hanya 80% nya dari yang mas tawarkan.”

Saya jadi teringat dengan apa yang terjadi pada operator-operator seluler di tanah air dengan iklannya yang banting-bantingan harga dengan bintang kecil (syarat dan ketentuan berlaku) hanya untuk mengambil hati konsumen agar pindah ke layanan seluler tersebut. Tidak jarang iklan tersebut saling membanding-bandingkan harga dan menekankan bahwa harganya lah yang paling murah. Berikut ini tips dari saya ketika Anda terpaksa menghadapi persaingan harga dalam bisnis.

Persaingan harga dalam bisnis terjadi saat produk yang kita tawarkan adalah sebuah produk atau layanan yang sangat standar di mana itu sudah umum di masyarakat. Seperti misalnya beberapa operator di tanah air tadi. Bagaimana caranya dengan layanan telpon yang sama lamanya, hingga akhirnya keluarlah pemenang yang bisa memberikan harga paling murah.

Saya awalnya berpikir, wah ternyata luar biasa sekali persaingan harga. Apalagi untuk pasar di Indonesia. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, tetaplah pengguna operator yang paling banyak digunakan bukanlah yang paling murah, tapi yang sinyalnya paling stabil. Saya pun sudah mulai bisa menalar. Lebih baik saya membayar sedikit lebih mahal, tetapi handphone saya tetap mendapatkan sinyal tercepat walaupun saya sedang ada di atas gunung. Murah tetapi sinyal suka SOS, menurut saya sama saja bodong. Penurunan harga seringkali berujung pada penurunan kualitas.

Pelajaran ini kemudian membuka mata saya dalam mengaplikasikannya dalam berbinsis. Bagi saya, bersaing di tingkat harga adalah persaingan yang paling primitif dalam bisnis. Persaingan dalam tingkat harga ini seringkali bahkan nyaris atau penuh dengan tipuan-tipuan di dalamnya. Seperti misalnya saya bandingkan dua pedagang buah. Yang satu harganya sedikit mahal, namun yang satu lagi harganya bisa sangat murah padahal beratnya sama. Namun apa yang terjadi? Yang murah buahnya banyak yang busuk!

Saat mendapatkan pertanyaan, “Mas mengapa CerdasMulia harga pelatihannya lebih mahal? Lembaga sebelah pelatihannya topik dan waktu sama, namun harganya bisa jauh lebih murah.”

Apakah saya langsung menurunkan harga yang saya pasang? Tidak. Saya lebih suka ‘menaikkan nilai tambah’ yang saya punya.

“Pelatihan CerdasMulia didesain khusus untuk perubahan pak. Kami memiliki pelatihan mandiri terpadu yang bahkan peserta masih terus dimonitor hingga hari ke-30 setelah pelatihan. Kami punya alat evaluasi khusus di mana kami bisa mengetahui perubahan yang terjadi. Pelatihan kami berfokus pada impact jangka panjang.”

Akhirnya apa yang terjadi? Deal!

Saya lebih memilih strategi tinggi-tinggian nilai tambah yang bisa diberikan daripada banting-bantingan harga. Seandainya pun harga yang saya berikan jauh lebih tinggi padahal harga standarnya tidak seperti itu, saya lebih suka menambahkan sesuatu sehingga pada akhirnya pelatihan yang saya berikan tidak standar lagi.

Jadi, jika Anda mengalami persaingan harga dalam bisnis Anda, dengan hasil yang setara orang bisa mendapatkan harga lebih murah di tempat lain, maka naikkan nilai tambah Anda. Saat misalnya baju muslim stanadar dijual penuh dengan persaingan di pasar Tanah Abang, Anda bisa menambah nilainya dengan kirim langsung ke tempat pemesan tanpa mereka harus datang ke Tanah Abang, dengan garansi jika baju cacat maka akan ditukar dengan yang baru.

Jadi, naikkan nilai tambah yang Anda miliki agar tidak jadi barang standar. Persaingan banting-bantingan harga menurut saya adalah persaingan yang paling primitif dalam bisnis.

Bagaimana pendapat Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!