Uncategorized

Menikah adalah Kolaborasi Visi

Written by Arry Rahmawan

“Kak, artikel yang aku tulis udah di share ke lebih dari 600 orang lho!”

Beberapa hari yang lalu, itulah kata – kata kegembiraan yang dilontarkan istri saya Melinda Nurimannisa setelah mengetahui bahwa artikel yang ditulisnya di share di lebih dari 600 kali di social media. Dalam hati saya, ‘hebat juga ya istriku ini, tulisannya pasti bagus.” Saya sendiri yang sudah banyak menulis di berbagai media, hanya sesekali saja di share hingga sebanyak itu. Sementara istri saya, hal ini menjadi catatan rekornya tersendiri. Great job!

Tulisan seperti apa sih yang ditulis istri saya sehingga bisa di share sebanyak itu? Tulisan yang berjudul ‘Perempuan Alpha dalam Rumah Tangga’ itu bisa Anda lihat di Selasar atau di Blog istri saya.

Ketika melihat senyum dari istri saya, dalam hati sebenarnya saya sangat bahagia.Dalam pancaran senyumnya, saya menangkap sebuah pesan terima kasih yang sangat dalam kepada saya. Semenjak menikah, saya memang seringkali memberikan masukan kepadanya untuk konsisten menulis dan berani mempublikasikannya. Ketika membaca tulisan istri saya pertama kali, saya tahu bahwa istri saya sangat berpotensi menjadi penulis, namun seringkali tidak berani mempublikasikannya. Kami sering berdialog, mendorongnya untuk berani, membuatkannya blog di Circle, hingga menjadi coach pribadi menulisnya (kadang – kadang).

Alhamdulillah, sekarang perlahan sudah banyak yang suka dan senang dengan tulisan yang dibuat istri saya. Perlahan, dia sudah berani mempublikasikan tulisan – tulisannya, semakin percaya diri, dan bahkan banyak sekali orang yang share tulisan yang dibuat istri saya.

Saya senang, karena salah satu esensi kami berdua memutuskan untuk menikah perlahan mulai membuahkan hasil.

Saya dan istri, menganggap bahwa salah satu tujuan kami menikah adalah untuk kolaborasi visi. Maksudnya adalah, ketika kita menikah dengan pasangan kita, berarti kita juga ‘menikahi’ visi dan impian mereka. Saat saya tahu bahwa salah satu impian dari istri saya ingin menjadi seorang penulis, berarti saya ‘berkewajiban’ untuk mengantarkan istri saya menjadi seorang penulis.

Jadi, saat kita menikahi seseorang pastikan juga kita menikahi visi mereka, impian – impian mereka.

Berapa banyak pasangan yang hancur hanya karena berbeda visi dan impian hidup? Suami ingin ke A, sementara istri ingin ke Z. Tidak saling mendukung, yang ada mengedepankan ego masing – masing bahwa impian mereka lebih penting.

Saya selalu bilang ke istri, impian – impian kita berdua adalah hal penting untuk diperjuangkan.

Ketika istri bilang ingin menjadi penulis, saya ajak istri untuk mulai memberanikan diri menulis di Circle, sampai akhirnya dia bisa menelurkan buku pertamanya : Sekeping Cinta. (Baca online : klik di sini).

Buku Sekepng Cinta, Kolaborasi Saya, Istri dan Alumni Pelatihan YTA

Buku Sekepng Cinta, Kolaborasi Saya, Istri dan Alumni Pelatihan YTA

Saat impian istri saya adalah ingin belajar untuk bisa berbagi kebermanfaatan kepada orang lain, maka saya latih dan persilakan istri untuk menjadi seorang moderator, MC, dan juga pemateri agar bisa membuat generasi Indonesia lebih cerdas dan mulia.

Istri saya, Melinda sedang tampil sebagai MC Ceria di Young Trainer Academy angkatan 7

Istri saya, Melinda sedang tampil sebagai MC Ceria di Young Trainer Academy angkatan 7

Pada saat istri saya memiliki impian ingin mempunyai daycare yang terisi penuh dengan anak – anak, saya buatkan sebuah website, saya ajarkan tentang SEO (search engine optimization), dan akhirnya 80% pelanggan yang datang berasal dari website tersebut. Teringat dulu saya beserta istri malam – malam harus memasang spanduk di perempatan jalan. Kalau lagi kurang beruntung, dalam semalam spanduknya hilang entah ke mana -__-.

Alkindi Islamic Daycare Plus

Penuhnya anak – anak di Daycare, sedang dilatih shalat sejak dini

 

Saya punya beberapa orang teman yang ‘galau’ meyakinkan dirinya untuk menikahi seseorang atau tidak. Jika boleh berbagi, keyakinan saya untuk menikahi istri tidak serta – merta datang begitu saja. Salah satu yang saya lihat adalah seperti apa impiannya dan apakah saya sanggup untuk memperjuangkan impiannya agar tercapai atau tidak. Saya tidak memilih istri seperti memilih kucing dalam karung, tetapi benar – benar mengenal siapa dirinya, begitu pula istri saya yang begitu mengenal saya. Jangan sampai setelah menikah, produktivitas saya dengan istri berkurang. Justru setelah menikah, kami berdua harus memastikan bahwa karya – karya kami berdua semakin banyak dan meluas.

Ketiga hal di atas, tidak ada keterpaksaan dalam memenuhinya dan itu semua murni inisiatif saya pribadi untuk memperjuangkan impian istri saya. Hasilnya? Saya justru semakin mencintai istri saya *happy*

Lalu, apakah istri saya memperjuangkan impian – impian saya? Tentu saja. Bahkan setelah menikah, banyak sekali impian – impian yang tadinya sulit untuk tercapai menjadi lebih mudah. Salah satunya adalah menaikkan berat badan saya 5 kg dalam waktu 20 hari. Istri saya memang enak sekali masakannya, membuat saya makan lahap! Hehehe.. Sebelum menikah yang ada berat badan turun terus :D.

Banyak hal menarik yang saya dan istri saya alami sehari – hari. Saya berniat untuk membuat sebuah blog khusus berkolaborasi bersama istri mengenai kiat – kiat untuk menjalani kehidupan sebagai pasangan suami – istri yang masih berusia muda. Segala kegalauan, kelucuan, dan banyak hikmah insyaAllah akan dibagi di sana sebagai pembelajaran.

Tapi, kira – kira apakah Anda tertarik membacanya?

Silakan tuliskan jawaban Anda di kotak komentar di bawah ya.

Bagaimana menurut Anda? Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan atau istri saya @nurimannisa

#UPDATE : Bagi Anda yang ingin mengasah ketermapilan berbicara di depan publik, jangan lupa ikuti program #YoungTrainerAcademy. Untuk informasi dan pendaftaran, silakan klik daftar.youngtraineracademy.com atau email ke contact@cerdasmulia.co.id.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!