Uncategorized

Menjadi Pembicara yang Disukai Audience

Menjadi pembicara bukan memikirkan tentang sang pembicara, namun bagaimana penilaian dari audience nya. Berhasil-tidaknya Anda berbicara, ditentukan oleh apa yang bisa  dirasakan oleh audience yang mendengarkan Anda. Lebih tepat lagi: setiap orang dari mereka.

Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, satu
per satu dan personal? Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda  berbicara kepada mereka, seperti sedang berbicara secara pribadi?  Apakah mereka, sulit membedakannya dari berbicara berdua saja dengan  Anda?

Berikut ini adalah ciri-ciri Anda, jika Anda adalah pembicara yang berhasil membangun kedekatan dengan audience Anda. Tak peduli, apakah Anda berbicara di podium, di depan sebuah seminar, di televisi, di corong radio atau bahkan di ujung telepon dalam sebuah konference jarak jauh.

1. ANDA MELIHAT MEREKA SEBAGAI INDIVIDU-INDIVIDU DAN BUKAN SEKELOMPOK ORANG

Audience tidak mendengarkan Anda bicara secara berbarengan. Mereka
melakukannya sendiri-sendiri. Jadi, perlakukan mereka sebagai
individu-individu. Pelajarilah mereka. Seperti apa mereka sebagai
orang per orang.

Pemahaman Anda tentang profil mereka, akan membantu Anda membangun
visualisasi. Semakin akurat, akan semakin baik untuk kepentingan
bicara Anda.

Tentunya, Anda tidak bisa benar-benar memahami mereka satu per satu.
Akan tetapi, Anda pasti bisa memahami gambaran umum tentang karakter
mereka. Cara yang paling mudah, adalah dengan memahami profesi dan
pekerjaan mereka.

Jika Anda makin kaya dalam pemahaman ini, maka Anda bisa makin
memperluas “pasar” Anda.

2. ANDA MELIHAT MEREKA DUDUK DI KURSI, DI TERAS ATAU DI RUANG KELUARGA

Teras atau ruang keluarga mewakili keintiman. Bayangkan mereka adalah
orang-orang yang Anda undang makan malam, atau sebaliknya, Anda
bertandang di teras rumahnya.

Anda berbicara dengan gaya casual, familiar dan nyaman. Mereka santai,
rileks dan khusuk mendengar.

3. ANDA MENYADARI APA YANG TERJADI PADA WAJAH, TANGAN, PAKAIAN DAN RUMAH MEREKA

Jika upaya profilisasi dan karakterisasi Anda tentang mereka cukup
akurat, Anda akan bisa berbicara banyak hal dengan lebih spesifik.
Dengan begitu, Anda akan lebih “nyambung” dengan segala persoalan,
kebutuhan dan masalah mereka.

Latihlah diri Anda dalam memahami bahasa tubuh mereka.

4. SUARA DAN EKSPRESI WAJAH ANDA SAMA SEPERTI SAAT ANDA BICARA DENGAN TEMAN

Suara dan wajah punya kaitan yang sangat erat. Keduanya saling
mempengaruhi dan membangun komunikasi. Komunikasi yang hangat, intim
dan kuat.

5. SAAT BICARA KEPALA ANDA TEGAK MENGHORMAT DAN TANGAN ANDA BERGERAK ALAMIAH

Orang sering mengira bahwa berbicara adalah “mulut-sentris”. Itulah
perkiraan yang melenceng sejauh-jauhnya. Yang sebenarnya, Anda
berbicara dengan seluruh tubuh Anda. Bahkan, dengan seluruh jiwa dan
raga Anda.

6. ANDA TERSENYUM DAN BERWAJAH CERAH SEPERTI BENAR-BENAR DI RUANG KELUARGA

Ini akan menciptakan keakraban dan afeksi. Senyum adalah alat paling
powerful untuk membangun kedekatan. Dan tentu saja, dengan itu Anda
sudah bersedekah. Di telepon pun, Anda harus tersenyum sejak pertama
kali Anda menekan tombol-tombol angka.

Apakah Anda memiliki beberapa tips lain untuk menjadi seorang pembicara yang disukai oleh audience? Silakan mention Twitter saya @ArryRahmawan dengan tagar #AttractAudience.

Anda ingin ikut berkontribusi untuk menyebarkan ilmu bermanfaat melalui blog ini? Klik contribute sekarang juga.

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Susan Berkley, “The Voice Coach”

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!