Uncategorized

Nothing in Life is Free

Hari ini saya ngetweet tentang beberapa foto pelatihan yang saya bawakan. Saya memang beberapa kali jika sempat nge tweetpic beberapa momen saat saya sedang mengadakan pelatihan. Seringkali banyak teman-teman saya yang kemudian mention atau sekedar mengirimkan DM untuk menanyakan kabar. Kebanyakan dari mereka, kurang lebih berkata dan menganggap saya sudah sukses. Setidaknya, berada di atas rata-rata anak seumuran. Selanjutnya bertanya, “Bagaimana sih caranya kok lo udah bisa kaya sekarang?”

Ya, usia saya memang masih 22 tahun hingga detik ini. Suatu usia yang mungkin akan sulit untuk dipercaya, mengingat saya sendiri pernah memberikan pelatihan untuk eksekutif dan orang yang usianya jauh di atas saya. Begitu pula dengan banyak pembaca blog ini. Banyak pembaca yang mengirimkan saya email, kemudian bertanya, “bagaimana cara kita bisa menulis dengan sangat baik?”. Saya memang bukan penulis terbaik, namun dari beberapa komentar teman saya, tulisan saya cukup layak untuk dibaca, setidaknya yang ada di blog ini. Namun tahukah Anda, apa yang ingin saya jawab saat mendapat pertanyaan itu? Yup, nothing in life is free.

Seringkali kita begitu terpana dengan berbagai macam kesuksesan yang dimiliki seseorang. Kita begitu terpana dengan artis yang suaranya indah merdu dan sekarang kaya raya. Kita begitu terpana dengan penulis yang bisa menulis dengan baik bahkan membawa emosi pembacanya hanyut dalam cerita. Kita begitu terpana dengan pebisnis-pebisnis muda yang memiliki capaian gemilang di usianya yang sebelum 30 tahun.

Tahukah Anda, bahwa dibalik fenomena sukses dan menyenangkan itu, tersimpan nilai perjuangan berat yang sangat berdarah-darah. Nilai perjuangan yang sangat berat, yang jarang atau tidak diketahui oleh mereka yang hanya melihat sisi suksesnya. Ya, karena hidup ini memiliki satu hukum. Nothing in Life is Free. Semua hal yang kita lihat saat ini, setiap kesuksesan, pasti memiliki nilai pembayaran yang tidak sedikit untuk menjadikan mereka seperti sekarang ini.

Inilah yang kemudian membedakan antara 95% orang yang hanya ingin sukses, dengan orang yang 5% sukses beneran. Jumlah orang yang ingin sukses, akan selalu lebih banyak dari yang sukses. Kenapa? Karena hanya sedikit orang yang mau membayarnya.

Seperti waktu itu ketika saya memiliki mentee dalam menulis yang saya tugasi untuk membuat diary atau cerita, atau tulisan apapun selama 45 hari berturut-turut di blognya untuk melatih keterampilan menulisnya. Dia bilang ia ingin menjadi salah satu blogger yang berpengaruh di Indonesia (dia mengambil saya sebagai modelnya). Apa yang terjadi? 15 hari bertahan, selanjutnya kandas. Selalu ada alasan dibaliknya, “Maaf bang, saya sibuk, saya sakit, saya banyak tugas, besok saya ujian, dan lain sebagainya.” Sudah bisa ditebak, yang seperti ini akan seperti apa hasilnya. Ingin sukses, namun tidak bersedia membayar harganya.

Akhirnya terjadilah sekarang di mana-mana orang sangat ingin sekali sukses dalam jangka waktu yang cepat. Di saat yang lain membangun sukses bertahun-tahun, mereka mencari yang dalam beberapa bulan sudah bisa menghasilkan. Akhirnya jatuhnya pun cepat. Beberapa investasi berkedok emas contohnya. Banyak sekali yang pada akhirnya bukan keuntungan yang didapat, namun justru malah uang yang melayang. Hanya karena ingin mengambil jalan pintas dari sebuah hasil di atas rata-rata.

Jadi, apakah Anda ingin menjadi seorang di atas rata-rata? Seberapa bersedia Anda untuk membayar harganya? Because Nothing in Life is Free.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!