Uncategorized

On Time and Punctual Culture

Hari ini saya berangkat dari Tokyo ke Kyoto dalam rangka Student Exchange ASEAN Environmental Forum menggunakan Shinkansen, kereta yang masih menjadi kereta tercepat saat ini. Dikenal juga sebagai the bullet trains. Shinkansen memiliki tidak hanya kecepatan yang luar biasa, tetapi juga akurasi waktu yang sangat tepat. Benar-benar tepat waktu. On Time and Punctual CultureAlangkah indahnya jika Commuter Line Indonesia bisa segera membuat akurasi waktu seperti Shinkansen yaa…^^

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Jepang dikenal memiliki budaya tepat waktu. Suatu budaya yang membuat saya amat sangat penasaran bagaimana rasanya membuat janji atau appointment dengan orang Jepang. Akhirnya saya tahu bagaimana rasanya melihat dan merasakan sendiri betapa orang Jepang sangat strict terhadap waktu. Tidak ada istilah terlambat atau jam karet. Semuanya sudah diperhitungkan.

Hari ini, saya belajar bagaimana kita bisa mengadaptasi budaya tepat waktu di Jepang. Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia sudah sangat lumrah dengan apa yang namanya jam karet atau keterlambatan waktu perjanjian yang cukup parah. Bahkan orang bisa dengan seenaknya membatalkan agenda pertemuan beberapa jam sebelumnya.

Semua orang pasti tahu bahwa budaya ngaret itu tidak baik. Budaya ngaret perlu dirubah walaupun mulai dari hal yang kecil. Tidak perlu berbicara panjang lebar tentang kultur, penggabungan budaya, atau bahkan antropologi. Tidak. Ternyata itu bisa kita mulai dari diri kita sendiri. Tidak perlu menunggu kapan Indonesia berubah, cukup rubah diri sendiri menjadi lebih tepat waktu. Berikut beberapa tips yang saya dapat dari Jepang.

Baik, sebelum dimulai membaca tipsnya satu per satu, saya harap sahabat semua memahami bahwa apa yang ditulis di sini bisa diterapkan dimulai dari diri sendiri. Ini serius. Kita tidak perlu panjang lebar menyalahkan Indonesia yang terbiasa dengan budaya karetnya. Cukup berikan contoh dan teladan bahwa bangsa kita bisa menjadi bangsa yang besar dan disiplin. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dicoba.

Memajukan Waktu Pertemuan

Saya belajar dari orang Jepang bahwa saat mereka mengagendakan pertemuan, maka mereka biasa untuk memajukan jadwal mereka. Umumnya selama 5 menit. Jadi, jika mereka membuat janji dengan orang pada pukul 10.00, mereka akan datang pada pukul 09.55.

Awalnya saya pikir hal seperti ini hanya untuk acara-acara di forum. Namun ternyata tidak. Setelah forum berakhir, saya beserta anak-anak ASEAN lainnya membuat rencana pertemuan jalan-jalan di luar kegiatan. Kita menentukan waktu pukul 10.00 malam. Saya datang pukul 09.50, Chisa, Jumpei, dan Kosuke (Jepang) datang pukul 09.55. Sementara mahasiswa ASEAN lainnya datang pukul 10.05 sambil bilang “Sorry I’m late.”

It’s Japanese Style. Saya merinding membayangkan betapa Indonesia bisa menjadi macan Asia atau bahkan dunia jika memang hal seperti ini bisa diterapkan.

Melakukan Planning Waktu yang Realistis

Di Indonesia, kita bisa begitu mudahnya membuat pertemuan di suatu waktu kemudian waktu menjadi molor hanya karena alasan, “Maaf ya gue kejebak macet Jakarta”, atau “Aduh maaf gue kejebak hujan.”

Di Jepang, semua yang seperti itu sudah diperhitungkan. Jika mereka membuat janji pertemuan, maka waktu itu sudah termasuk perhitungan akan segala hal. Termasuk kondisi cuaca dan traffic jam. Jika memang kondisi cuaca hujan, maka mereka membuat perhitungan waktu yang realistis bahkan hanya untuk sekedar menggunakan jas hujan atau membuka payung.

Memang sih beberapa orang mungkin menganggap itu lebay. Tetapi coba deh lihat betapa seringnya kita dengan mudah mengatakan bahwa, “Aduh sorry ya dosen kelas gue belum kelar,” dan lain sebagainya. Apakah hal-hal seperti itu tidak masuk dalam pertimbangan kita?

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita (khususnya saya) bagaimana kita mulai mempertimbangkan segala aspek sebelum membuat rencana pertemuan. Jika dalam perhitungan itu kita bisa memenuhi waktu yang disepakati, bilang bisa. Jika tidak, ya katakan saja tidak serta jelaskan alasannya.

Berani Menegur Jika Tidak Tepat Waktu

Berapa kali sering saya perhatikan bahwa jika ada seseorang telat dalam sebuah rapat atau pertemuan (khususnya di organisasi kampus), maka dengan mudah yang lainnya akan berkata, “tidak apa-apa… ^^”

Di Jepang, lain cerita. Jika kita membuat kesepakatan dengan orang pada suatu waktu dan kita terlambat, maka kejadiannya adalah kita merupakan orang yang TIDAK RESPEK terhadap orang lain. Ini serius, dan saya setuju akan hal itu.

Bayangkan kita membuat sebuah kesepakatan, kita membuat sebuah janji, yang mungkin orang lain memiliki urusan yang jauh lebih mendesak dari kita di waktu itu. Tetapi ternyata kita terlambat. Walaupun itu dihitung dalam detik ataupun menit, tetap saja hal tersebut merupakan contoh bahwa kita tidak menghormati orang lain yang sudah susah payah meluangkan waktunya untuk kita.

Satu hal, jika orang berkata bahwa waktu adalah uang bisa saya pastikan itu salah. Uang bisa dicari, sementara waktu tidak bisa dibeli. Waktu adalah waktu. Waktu adalah kehidupan. Waktu adalah anugerah, yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kebermanfaatan hidup kita dan orang lain.

Beberapa tulisan saya yang terkait dengan waktu beberapa di antaranya yang menarik untuk disimak:

Kesalahan Fatal dalam Mengatur Waktu

Be on Time!

Prinsip Praktis dalam Mengatur Waktu

Untuk sahabat yang ingin membaca ebook tulisan saya untuk meningkatkan produktivitas hidup dengan cara yang sederhana maka bisa membaca SimplyProdutive: Meningkatkan Produktivitas dengan Cara yang Sederhana.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki pengalaman unik tentang tepat waktu? Silakan share melalui kotak komentar di bawah.

Ingin berkomunikasi lebih lanjut dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!