Uncategorized

Pahlawan yang Terlupakan

Sepuluh November! Kita mengenangnya sebagai hari pahlawan. Ya, di 10 November inilah kita mengenang betapa heroiknya perjuangan para pahlawan kita dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diraih. Lebih tepatnya pada saat terjadi ultimatum oleh tentara Inggris yang kemudian ditolak mentah-mentah pada tanggal 10 November 1945.

Para pahlawan Indonesia dengan sangat berani, disertai dengan kobaran semangat melawan penjajah yang dikobarkan oleh Bung Tomo dalam pekikan takbir dan seruan, “Merdeka atau Mati!” Bayangkan, seandainya kita hidup pada zaman itu, apa ya yang akan kita lakukan? Relakah kita menukar nyawa kita dengan kemerdekaan Indonesia? Saya jadi teringat sebuah pengalaman saat saya ziarah ke taman makam pahlawan Kalibata. Apa yang terjadi di sana?

Sewaktu saya berjalan-jalan ke makam pahlawan, saya benar-benar merasa bangga terlahir sebagai seorang Indonesia. Bayangkan, betapa banyaknya tebusan darah dan perjuangan para pahlawan kita untuk bisa menjadikan bangsa ini merdeka. Memiliki kedaulatan dan bebas menentukan nasibnya sendiri.

Saya ziarah ke makam para pahlawan korban-korban kebengisan para penjajah. Mulai dari zaman memperjuangkan kemerdekaan, hingga makam-makam pahlawan revolusi. Bahkan banyak di antara mereka yang nisannya beruliskan, “Pahlawan tidak dikenal”. Siapakah mereka? Semoga Allah membalas perjuangan mereka dengan tempat terbaik di surga.

Saya kemudian merenung akan sesuatu. Pertama, apa prestasi dan karya yang sudah saya hasilkan untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini? Sebuah kemerdekaan yang telah ditebus dengan tumpah darah pahlawan. Kebebasan yang kita hirup sekarang, apakah cuma kita nikmati begitu saja tanpa adanya balas jasa untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional sana? Atau justru kita selalu menjelek-jelekkan Indonesia dan malu menjadi bagian dari bangsa ini?

Pekan lalu saya mendapat sebuah SMS dari teman, “Bro, minggu ini ada 5 konser. Gue bingung nih mau milih yang mana.” Saya akhirnya bertanya konser apa saja yang ada? Jadilah saya menemukan ada 4 konser yang mendatangkan artis asing terkenal (dua nya adalah Korea) dan ada 1 konser yang diisi artis lokal. Saya cek harganya, untuk konser lokal Indonesia (yang diisi oleh artis-artis papan atas) berkualitas hanya dihargai tiket Rp25.000, sementara artis-artis asing dibanderol Rp400.000 – Rp2.500.000an. Ternyata semua konser laku. Tapi saya berpikir, pertama kenapa konser artis lokal harganya mahal sekali? Kedua, dengan kita menonton konser asing, sadar ga sih kita sedang menukar rupiah dengan mata uang asing yang artinya… kita memboroskan devisa negara?

Belum lagi jika kita melihat sebuah tren bahwa kita kadang ‘malu’ untuk menggunakan produk dalam negeri dan ‘lebih percaya’ bahwa produk luar negeri memiliki kualitas lebih baik. Hmm.. Apakah kita mencintai bangsa ini?

Kejadian kedua lebih unik lagi. Saya sedang berjalan dan masuk ke sebuah restoran di kawasan Sudirman. Berdua dengan teman. Saya kemudian mencari tempat yang nyaman. Lantas datang pramusaji dan bertanya, “Berapa orang?” Saya bilang dua. Saya kemudian dipaksa pindah ke tempat lain karena itu untuk berempat. Kemudian ada orang lain yang datang juga berdua. Bule. Bule tersebut kemudian duduk di tempat itu, dan dari awal hingga akhir si bule tetep aja di situ tanpa disuruh pindah sama sekali!

Itu restoran Indonesia kok, saya sudah cek. Tetapi kok begitu ya? Hehe.. Kita di Indonesia, tetapi kok serasa martabat kita lebih rendah dari orang kulit putih dan rambut pirang? Ini negara kita sendiri lho!

Lantas, apa hubungannya dengan pembahasan kita kali ini?

Kembali lagi ke awal, setelah perjuangan panjang para pahlawan, sudahkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan menghargai bangsa kita sendiri? Sudahkah kita mencintai dan bangga menjadi bangsa Indonesia? Apa kontribusi terbesar yang sudah kita berikan ke bangsa ini?

Kadang kita ingat bahwa 10 November adalah hari pahlawan, namun kadang kita lupa bahwa diri kita adalah pahlawan selanjutnya penerus perjuangan pahlawan sebelumnya. Mereka yang berbaring di taman makam pahlawan, dan yang jasadnya tidak pernah ditemukan pasti jika diberikan kesempatan lebih panjang dalam hidupnya akan berkata bahwa negara ini dititipkan kepada kita semua.

Ya, inilah kita. Pahlawan yang terlupakan. Lupa bahwa diri kita juga ditakdirkan menjadi pahlawan. Lupa bahwa diri kita diciptakan untuk mengharumkan nama bangsa. Lupa bahwa perjuangan itu, diteruskan kepada kita. Pahlawan yang terlupakan..

Kemerdekaan adalah awal mula dari perjuangan. Kita merdeka sudah lama, namun makin banyak masalah yang menerpa bangsa kita tercinta ini. Pertanyaannya, Apa yang sudah kita lakukan dan perjuangkan, wahai para pahlawan?

Selamat hari pahlawan!

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!