Akademik My Journey Pasca Kampus

Panduan dan Strategi Mendaftar S3 atau Doktoral di Luar Negeri

Written by Arry Rahmawan

Sahabat pembaca arryrahmawan.net, apa kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu walaupun kita semua masih di masa pandemi. Pada kali ini saya ingin berbagi mengenai bagaimana strategi menghubungi Profesor untuk mendaftar S3 atau kuliah doktoral di luar negeri. Dalam tulisan ini saya mengambil studi kasus untuk mendaftar S3 di Belanda.

Tulisan ini terinspirasi untuk menjawab pertanyaan yang saya dapatkan saat membawakan sesi webinar “Strategi Menempuh Studi di Masa Pandemi” pada tanggal 14 November lalu. Alhamdulillah acara sangat menarik dan diikuti oleh para mahasiswa aktif dari S1 – S3, dan juga yang ingin melanjutkan studi kembali. Salah satu pertanyaannya, “bagaimana cara kita mendapatkan LOA (Letter of Acceptance) untuk diterima berkuliah S3 di luar negeri?”.

Artikel ini akan membahas langkah paling awal untuk mendapatkan LOA S3, yaitu adalah dengan mengontak profesor yang bersedia membimbing kita. Namun sebelum lebih lanjut, saya ingin menjelaskan dulu sedikit tentang bagaimana kuliah S3 di luar negeri sebagai gambaran awal bagi yang ingin studi S3. Bagaimana gambarannya? Berikut adalah ulasan saya, berdasarkan pengalaman mengambil studi di Delft University of Technology, Belanda.

Gambaran Studi Doktoral di Luar Negeri

Kuliah S3 atau Doktoral memiliki beberapa perbedaan mendasar dibandingkan sewaktu kita kuliah S1 dan S2 dulu. Apabila pada S1 dan S2 kuliah kita berbasis pada pembelajaran dan pemberian materi di kelas, lalu mengerjakan riset sebagai syarat kelulusan. Kalau di S3 terbalik, riset adalah aspek paling utama dan course atau kuliah tatap muka adalah pendukungnya. Selama kurang lebih 3 – 5 tahun, kita akan diminta untuk membuat disertasi hasil penelitian kita yang diharapkan memiliki nilai kebaruan dalam komunitas keilmuan kita. Misalnya, saya yang ada di bidang transportasi dan logistik maritim, diharapkan bisa memberikan suatu ilmu yang ‘baru’ untuk komunitas keilmuan saya.

Ilmu yang baru ini lalu dipublikasikan ke dalam jurnal – jurnal keilmuan ternama, sebagai bukti bahwa kita sudah bisa menjalankan riset secara independen/mandiri, mulai dari merumuskan masalah, mencari dan mengolah data, menulis artikel ilmiah, melakukan publikasi, presentasi, hingga menyusun disertasi. Disertasi ini dapat terdiri dari 6 – 8 bab, di mana masing – masing bab umumnya adalah satu publikasi ilmiah. Kalau dihitung secara kasar, satu disertasi itu bisa setara dengan mengerjakan 6-8 skripsi S1 atau 4-6 thesis S2, sehingga gambaran ini perlu diperhatikan untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah S3 di luar negeri, terutama di Eropa/Belanda.

Jangan sampai Anda kaget, begitu kuliah S3 ternyata hal ini tidak sesuai dengan ekspektasi Anda dan masih menggambarkannya seperti kuliah S1 dan S2. Kuliah S3 ini betul – betul menekankan ke riset, dan hasil akhir yang diharapkan dari program PhD (Doctor of Philosophy) adalah membuat Anda mampu menjadi seorang peneliti ilmiah yang independen sesuai dengan bidang penelitian Anda.

Bagaimana Mencari Lowongan Studi S3 di Luar Negeri?

Bagi Anda para guru, dosen, atau peneliti di Indonesia yang mungkin ingin tahu bagaimana sih caranya mendaftar untuk studi S3 di luar negeri? Bagi Anda yang sudah memiliki pengalaman kuliah master di luar negeri, mungkin tidak asing lagi dengan caranya. Tapi untuk orang – orang seperti saya yang studi S3 merupakan pengalaman pertama kali studi di luar negeri, tentu masing bingung bagaimana memulainya.

Alhamdulillah ketika saya ingin mendaftar kuliah di luar negeri, saya memiliki seorang mentor yaitu kakak kelas saya (sesama dosen juga di UI) yang membimbing saya step by step. Hal ini juga yang ingin saya bagikan kepada sahabat yang ingin melakukan hal yang sama: memulai kuliah S3 di luar negeri.

Secara umum, ada 2 jalur penerimaan paling umum untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri:

  1. Mendaftar lowongan PhD yang dibuka oleh kampus.
  2. Membuat proposal riset, menghubungi profesor yang bersedia membimbing, dan mencari beasiswa untuk mendanai riset tersebut

Cara pertama, mendaftar lowongan PhD yang dibuka oleh kampus umumnya akan mendapatkan gaji karena mahasiswa S3 di Eropa disamakan dengan research employee. Jadi jika ada lowongan PhD, umumnya lowongan PhD itu akan memberikan gaji dasar, ruang kerja, dan fasilitas riset. Dananya berasal dari hibah penelitian yang didapat oleh Profesor – Profesor di kampus yang bersangkutan, dan jika mendapatkan lowongan tersebut, maka kita akan menjadi peneliti internal di kampus tersebut. Gaji yang ditawarkan tergantung dengan negara, tetapi menurut pengakuan teman – teman saya gaji tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dan fasilitas dasar selama kuliah. Kelebihan dari skema ini selain dengan fasilitas hidup yang sudah terjamin, secara topik penelitian juga sebenarnya telah ada sehingga para peneliti yang baru datang tidak perlu kerepotan untuk mencari topik riset lagi. Kekurangannya, jalur ini umumnya sangat kompetitif dan pesaingnya berasal dari seluruh dunia. Jika memang kita sangat excellent dan sudah memiliki rekam jejak riset, tidak ada salahnya mencoba jalur ini.

Lalu, darimana saya mendapatkan informasi lowongan S3 di luar negeri? Cara paling mudah adalah dengan googling dan mengetikkan “PhD Vacancy”, maka akan banyak sekali keluar berbagai macam lowongan PhD.

Selain itu, saat ini banyak sekali situs layanan penyedia informasi tentang lowongan S3 di luar negeri, beberapa cara yang bisa dikunjungi adalah:

Kedua situs tersebut menawarkan banyak sekali lowongan tentang studi doktoral yang didanai penuh (fully-funded PhD). Silakan eksplorasi kedua situs tersebut, siapa tahu ada yang menjadi rezeki Anda :).

 

Saya iseng melakukan pencarian sederhana mengenai lowongan riset yang ada di kampus saya, dan saya menemukan ada satu riset terkait dengan penyelamatan industri penerbangan yang terhantam pandemi COVID-19. Gambaran mengenai deskripsi pekerjaan, benefit yang didapatkan, prosedur seleksi, dan deadline aplikasi semua lengkap dijelaskan informasinya yang bisa Anda akses di sini.

Cara kedua, yaitu jika memang tidak ada lowongan yang pas, atau Anda pernah mendaftar lowongan lalu ditolak, maka Anda bisa mencari cara ini yaitu dengan membuat proposal riset sendiri, membawa dana sendiri (umumnya dari beasiswa), dan menghubungi profesor yang sekiranya tertarik dengan riset Anda.

Caranya adalah pertama kali Anda perlu membuat proposal penelitian yang akan menjadi ‘bahan percakapan’ Anda dengan profesor Anda. Saya sudah menuliskan sebuah artikel yang berisikan tips bagaimana Langkah Awal Menyusun Proposal Disertasi. Setelah itu, langkah berikutnya adalah mencari profil Profesor yang cocok dengan topik riset Anda. Saya mencari beberapa profil dan mendapatkan salah satu yang sesuai adalah Profesor saya sekarang. Profil ini umumnya terdapat di situs web kampus. Ini adalah contoh profil dari Profesor saya, sebelum saya menghubungi beliau:

Apabila profesor tersebut tertarik, maka umumnya dia akan mengajak kita untuk mengagendakan sebuah sesi Skype Meeting untuk melakukan wawancara. Begitu pun dengan saya, pada waktu itu kami melakukan wawancara agar bisa saling mengenal satu sama lain.

Di wawancara tersebut, saya ditanya terkait dengan:

  • Latar belakang diri saya (umumnya pengalaman dan pendidikan riset)
  • Wawasan dasar saya mengenai topik yang ingin saya teliti
  • Pertanyaan – pertanyaan terkait dengan proposal riset
  • Pengalaman saya dalam menulis artikel ilmiah
  • Darimana pendanaan (funding) untuk riset saya

Apabila Profesor tersebut merasa bahwa jawabannya cukup memuaskan, maka dalam beberapa waktu dia akan menghubungi kita kembali terkait dengan hasilnya. Jika hasilnya memuaskan, maka kita akan ditawari LOA alias surat sakti Letter of Acceptance.

Demikian tulisan ini saya buat untuk sahabat sekalian yang saat ini sedang berniat kuliah kembali menempuh S3 di luar negeri, khususnya Belanda. Semoga artikel ini memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana mencari lowongan dan memulai kuliah S3 di Eropa atau Belanda pada khususnya.

Apabila ada yang ingin ditanyakan atau hal – hal lain yang ingin disampaikan, silakan bisa dituliskan melalui kotak komentar.

Semoga sukses!

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar akademik, kewirausahaan, dan pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!