Uncategorized

Pelajaran dari Tukang Cukur Rambut

Penelitian untuk skripsi dan thesis saya tentang Analisis Kebijakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia boleh dibilang sangat menantang dan cukup membuat saya menguras otak. Selain mengharuskan saya untuk menguasai prinsip dasar ekonomi makro, saya juga harus menguasai system thinking dan system dynamic, sebuah pengkhususan di Teknik Industri dengan induknya yaitu system engineering.

Apa hubungannya dengan tukang cukur rambut? Sebenarnya tidak ada (cuma pengen curhat doang, hehe). Hubungannya tentu saja yaitu ke rambut saya, yang rasanya jadi ingin saya cukur, hehe. Entah kenapa hari ini setelah selesai bimbingan skripsi saya ingin sekali rasanya cukur rambut. Saya memutuskan hari ini ke tukang cukur rambut langganan saya di daerah Kukel (Kukusan Kelurahan), dekat kampus saya. Sebelum pulang ke Bogor, saya memutuskan untuk mampir sebentar. Waktu itu sore hari pukul tepatnya sekitar pukul 17.50. Saya kemudian sampai di tempat cukur langganan saya. Saya menyapa si tukang cukur yang sudah berkali-kali melibas rambut di kepala saya. Namun hari ini saya mendapat respon yang sangat tidak saya duga dari tukang cukur itu.

“Mas, saya mau cukur ya.”

Tukang cukur itu menatap saya, kemudian berkata kepada saya, “Tanggung mas. Kita shalat maghrib dulu ya. Kasihan nanti selain waktu shalat masnya jadi mundur, kepala masnya juga nanti kotor sama serpihan rambut. Mending kita shalat dulu. Gimana?”

Padahal waktu itu saya perlu menunggu sekitar 10 menit lagi hingga adzan berkumandang. Sebagai customer, bisa saja saya protes. Orang mau cukur kok ya ga dilayani? Bukannya cukur mencukur paling lama juga 20 menit? Ga jauh-jauh kok dari waktu adzan berkumandang.

Bagaimana perasaan saya waktu itu? Marahkah? Ya, tentu saja. Saya marah kepada diri saya sendiri. Saya merasa tergampar bolak-balik. Kenapa? Pertama, saya adalah seorang yang secara profesional bekerja sebagai seorang talent development trainer, yang salah satu materi yang saya bawakan adalah spitirual meaning di mana kita semua adalah makhluk yang secara fitrah itu hidup untuk mengabdi kepada Tuhannya. Bagaimana mungkin saya bisa lupa, apalagi saya diingatkan oleh seorang tukang cukur, yang asumsi saya adalah pekerjaannya tidak berurusan langsung dengan dakwah-dakwah semacam itu.

Kedua, adalah caranya menyampaikan. Sebenarnya, saya yakin sang tukang cukur adalah seorang yang memang shalat tepat waktu secara pribadi. Namun, alasan yang diberikan seolah itu untuk kepentingan saya. Dia berusaha untuk memberikan pengertian, bahwa jika saya tidak shalat maghrib dulu, berarti saya yang rugi. Asumsi saya, tukang cukur ini tidak belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan pelanggan atau teknik negosisasi yang efektif. Namun alasan yang dia tawarkan membuat saya tidak bisa menolak dan membuat saya skakmat.

Akhirnya cerita pun berakhir manis. Saya mencari masjid dekat situ, saya shalat, kemudian saya cukur rambut sesuai dengan yang saya inginkan. Ternyata memang saya tidak salah memilih tukang cukur sejak dulu. Baru kali ini saya merasa Allah menegur saya bahwa bisa jadi, derajat tukang cukur itu di mata Allah jauh lebih baik dari diri saya pribadi.

Pernahkah Anda mengalami pengalaman unik serupa? Bersediakah membaginya dengan saya?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!