Uncategorized

Pelajaran Penting untuk Menjadi Pemimpin

Menjadi seoang entrepreneur membuat saya harus belajar tidak hanya menjual, namun juga bagaimana saya harus memimpin.

Dulu, sewaktu awal saya memulai bisnis, yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar bisa melakukan transaksi sebanyak-banyaknya. Kalau istilah bahasa bisnisnya adalah bagaimana agar diri ini bisa menjual, menjual, dan menjual dengan lebih banyak. Seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan, saya semakin menyadari bahwa inti dari bisnis itu sebenarnya bukan hanya menjual namun juga terkait bagaimana memimpin orang-orang di dalamnya.

Inilah salah satu tantangan saat menjadi seorang entrepreneur yaitu bagaimana kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik untuk orang lain, terutama orang-orang yang nantinya akan kita pimpin dalam perusahaan kita.

Saya belajar, menjadi pemimpin memang gampang-gampang susah. Banyak orang mengincar posisi pemimpin, namun jika dipikir lagi sebenarnya menjadi pemimpin adalah suatu hal di mana tanggungjawabnya besar.

Apakah kita melakukan apa yang kita katakan?

Menjadi pemimpin agar bisa dipercaya tidak perlu berpikir terlalu rumit. Cukup lakukan apa yang dikatakan. Sederhana, namun tidak semua orang bisa melakukannya. Sudahkah kita siap untuk leading by example? Siapkah kita untuk menjadi pemimpin yang bisa memberikan contoh nyata atas sesuatu yang kita serukan?

Apakah kita bisa menjadi seorang pendengar yang baik?

Bagaimanapun, orang-orang yang kita pimpin merupakan manusia yang perlu untuk diperhatikan. Mendengarkan mereka tentu dapat menjadi sebuah poin lebih, karena biasanya kita seringkali menganggap bahwa pemimpinlah yang butuh didengarkan. Mendengarkan di sini bukan hanya sekedar mendengarkan, namun juga menyimak dengan baik.

Apakah kita sering excuse sebagai pemimpin atas komitmen yang tidak kita capai?

Salah satu tolak ukur keberhasilan pemimpin selain kekuatan hubungan dengan orang yang dipimpinnya adalah apa saja hal-hal yang sudah dicapainya. Apakah kita sering excuse atau beralasan karena tidak mencapai komitmen-komitmen yang sudah dibentuk? Jika suatu saat, kita terbiasa excuse dan hal tersebut diketahui oleh orang-orang yang kita pimpin maka jangan salahkan jika mereka pun sering excuse jika tidak mencapai sesuatu.

Sebagai seorang pemimpin bisnis atau pemimpin lainnya mungkin kita pernah mengeluh dan berpikir, “mengapa kok karyawan atau bawahan saya kerjanya seringkali tidak becus?”. Orang-orang yang hebat hanya pantas untuk dipimpin oleh pemimpin yang hebat pula. Jika kita ingin memiliki tim yang kuat dan solid, sudahkah kita memantaskan diri untuk menjadi seorang pemimpiin seperti itu?

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar