Uncategorized

Pemicu dalam Bisnis

Dalam sebuah diskusi kewirausahaan bersama Chairul Tanjung, saya pernah diberikan pesan inti dari bukunya yang fenomenal, Si Anak Singkong. Saya termasuk salah satu pembaca pertama buku tersebut, dan sudah sedikit saya review dalam tulisan berjudul Kunci Sukses Si Anak Singkong. Ternyata memang sebelum bertemu langsung dengan pak CT, ada sesuatu yang kurang.

Dalam sesi diskusi tersebut, salah satu yang paling saya ingat adalah kisah Pak CT saat kesulitan membayar biaya kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UI, di mana biayanya sebesar Rp75.000,00. Pada waktu itu, sang ibu dari pak CT menyanggupi akan membayarnya dan bilang agar CT tidak perlu memikirkan biaya kuliah. Namun, apa yang terjadi berikutnya?

Ternyata pada waktu itu sang ibu tidak memiliki uang untuk membayarnya. Alhasil, digadaikanlah kain halus, kain kebanggaan sang ibu secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan CT. Pada waktu itu CT begitu riang gembira karena mampu melanjutkan pendidikan hingga kuliah, tanpa tahu bahwa sang ibu telah menjual kain halusnya.

Namun selang beberapa saat kemudian, diketahuilah bahwa ternyata sang ibu telah menggadaikan kain halus kesayangannya dan satu-satunya milik sang ibu. Mulai saat itulah kemudian CT bersumpah dalam dirinya sendiri, “Mulai detik ini, saya tidak akan lagi meminta uang kepada orang tua saya. Cukuplah kain halus itu menjadi pemberian terakhir dari sang ibu.” Inilah kemudian yang dimaknai oleh CT sebagai trigger atau “Pemicu dalam Bisnis” dan kita lihat bagaimana CT saat ini.

Ternyata, untuk memulai berbisnis, modal keberanian dan aksi saja tidak cukup. Perlu sekali bagi setiap orang yang ingin terjun berbisnis, untuk memiliki pemicu. Sebuah pemicu yang membuat diri kita selalu fokus untuk mengejar sukses melalui bisnis. Tidak bisa dipungkiri, jalan bisnis adalah jalan berliku yang luar biasa. Jika kita tidak memiliki trigger, bisa jadi kita hanya ikut-ikutan trend yang saat kita jatuh, tidak mampu memberikan energi lebih bagi diri kita untuk bertahan, karena kita terjun ke bisnis hanya ikut-ikutan.

Saya jadi teringat dengan beberapa pertanyaan rekan saya, yaitu apa yang menjadi trigger bisnis dari seorang Arry Rahmawan? Saat ini, orang mengenal saya membangun dari awal CerdasMulia Leadership and Training Center, namun bagi beberapa orang yang tahu, saya juga memiliki unit bisnis lain yaitu distributor jam tangan, pembuatan website, dan konsultan penulisan yang sudah berjalan otomatis.

Jujur, saya sendiri tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha pada awalnya. Hingga kemudian saya memiliki beberapa pengalaman yang cukup mengerikan sehingga menjadi trigger. Pertama adalah pengalaman saya ketika SD, pada waktu itu saya sedang bermain dan kepala bagian belakang saya terbentur. Dokter bilang pada waktu itu saya sangat beruntung karena beberapa cm saya terkena syaraf otak yang dapat membuat saya gegar otak. Kedua, saat SMP saya pernah mengalami kecelakaan hebat di mana saya nyaris dilindas truk saat terjatuh dari motor. Kecelakaan ini meninggalkan luka operasi di bagian bibir saya dan patah tulang di pergelangan tangan kanan dan memerlukan perawatan 6 bulan lamanya. Hingga yang terakhir sewaktu kuliah, saya terkena sakit pneumothorax di mana saya berhenti bernapas dalam waktu sekitar 45 detik.

Saya belajar dari pengalaman itu, ternyata memang manusia tidak ada yang tahu kapan waktunya akan habis di dunia, sekalipun ia ada di kondisi paling sehat dan prima, tetap saja teman terdekat seseorang adalah kematian. Saya beruntung, saya diberikan pengalaman ‘hampir selesai’ dalam hidup saya, yang kemudian saya hargai setiap detik kehidupan saya. Inilah yang kemudian membuat saya berjanji pada diri sendiri, “mulai saat ini, saya akan menebarkan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang.” Saya kemudian melihat beberapa kontak teman di blackberry saya, saya scroll ke bawah dan beberapa di antaranya sudah saya tambahkan awalan “alm”, di mana mereka adalah teman-teman seangkatan saya. Komitmen saya pun kemudian semakin besar. Saya, memilih jalan wirausaha sebagai bentuk komitmen saya untuk menebarkan manfaat sebesar-besarnya kepada banyak orang. Kekuatan trigger inilah yang kemudian membawa saya terus mengembangkan beberapa unit bisnis dalam 3 tahun terakhir ini. Ternyata, sangat penting memiliki trigger dalam bisnis.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki pemicu dalam bisnis Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!